Satu Minggu Nuel Lubis Bersama Makanan









(Gambar di bawah ini hanya sekadar ilustrasi)

















Hari senin
"Uhuk, uhuk,....." Hampir saja aku mati tersedak. Mungkin karena aku saking banyak pikiran, aku main kalap saja menelan permen mentah-mentah tanpa dikulum terlebih dahulu. Masalah, oh masalah. Kenapa si masalah sering bisa membuat seseorang melakukan hal konyol yang bahkan membahayakan nyawanya sendiri?

Hari selasa
Ah, kebetulan ada tukang keripik singkong. Beli dulu, ah. Haha. Omong-omong, si Dias itu lama banget datang. Katanya, di Gatot Soebroto, tapi sudah setengah jam, dia tak kunjung menampakan batang hidungnya. Huftt!

Hari rabu
Dulu, Erland pernah bertanya padaku, kenapa aku begitu menyukai donat gula. Saat itu, aku bingung dan belum menjawab pertanyaan si teman. Namun, sekarang, di J-CO ini, aku mendapatkan jawabannya. Aku seperti mendapatkan jawabannya. Antara ini mengingatkanku akan Mendiang Mami atau donat ini seperti menggambarkan hidup. Tahu tidak, sejak kecil, aku beranggapan hidup itu laksana kue donat. Mulus-mulus saja hingga sampai ke tengah, berlubang. Haha. Konyol, yah?!

Hari kamis
Aku lumayan suka makan lontong sayur. Bagiku, lontong sayur merupakan salah satu sarapan tersurgawi (selain bubur kacang hijau dan nasi uduk). Apalagi, jika ada sebutir telur rebus di dalam sepiring lontong sayur. Ke-DEP SEDEP-an yang amat tak terkirakan! Oh ya, akhir-akhir ini harga lontong sayur jadi mahal. Pakai telur, semangkuknya saja sudah 10 ribu rupiah. Huh!

Hari jumat
Sebetulnya aku kurang suka makan oatmeal. Macam bayi saja makan oatmeal. Lagipula, ini kurang mengenyangkan. Kenyangnya tidak bertahan lama. Dua jam kemudian, aku seringkali sudah kelaparan. Tapi, aku sebetulnya menikmati juga makan oatmeal ini. Setiap makan oatmeal, aku selalu ternostalgia. Aku sering terkenang masa-masa lampau dahulu. Hiks!

Hari sabtu
Akhirnya aku bisa beli juga snack dari Thailand ini. Aku tidak tahu rumput laut itu berasa seperti apa. Namun, Tao Kae Noi ini sangat DEP SEDEP. Harganya lumayan mahal, tapi cukup sebanding dengan rasanya. Beruntung, Tao Kae Noi ini dijual juga di Lawson. Sebetulnya, aku sudah lama sekali ingin makan, namun selalu tarik ulur. Penyebabnya: penampilannya yang kurang begitu elok dipandang, dan banyak cemilan lain yang lebih sedap. Pada akhirnya, daripada terus menghakimi yang bukan-bukan, aku memutuskan untuk mencobainya. Well, ternyata Tao Kae Noi ini sangat DEP SEDEP! 

Hari minggu
Namanya juga orang Batak. Pasti tak bisa dilepaskan dari penganan yang satu ini. Namanya sangsang, yang dibuat dari daging babi. Rasanya sangat DEP SEDEP. Sebetulnya, menurutku, rahasia ke-DEP SEDEP-annya berasal dari racikan bumbunya. Yang membuatku mampir ke lapo dan memesan sangsang itu lebih karena ingin mencicipi bumbu sangsang saja. Haha.







Comments