Sumber Inspirasi FTV Perdana








Nuel Lubis butuh waktu hampir dua jam untuk menyelesaikannya. Itu belum termasuk revisinya.







14 Desember 2015. Itu tanggal FTV aku kali pertama tayang di televisi. Aku tak pernah lupa. Maklum itu kali pertama aku eksis di televisi (walau hanya namaku saja). Oh iya, aku hanya mau bilang, ide awal sinopsis itu berasal dari kehidupan pribadiku. Kisah Mona, si cewek pecicilan yang menyambi menjadi sopir angkot, itu terinspirasi dari kisah salah satu sanak saudaraku. Saat aku masih kecil, aku memiliki paman yang pernah bekerja sebagai sopir angkot (salah satunya Tulang Hinsa, si Kabayan). Tak hanya dari pihak keluarga Mendiang Mami, ada pula dari pihak keluarga Papi. Nah, beberapa di antara mereka itu memiliki anak perempuan. Nah, dari sanalah, aku modifikasi menjadi kisah Mona, si sopir angkot yang cantik nan ugal-ugalan. Lalu, tiap menulis dan mengedit naskahnya, entah kenapa aku selalu terpikirkan setiap kisah yang mampir ke dalam otakku, baik itu kisahku maupun kisah orang lain. Yah, pada akhirnya, jadilah seperti itu.

Nama-nama yang ada seringkali datang dari nama tiap kenalanku. Nama tokoh utamanya bersumber dari nama salah satu adik kelasku saat SMA. Namanya Mona Fransisca (yang kebetulan wajahnya agak mirip dengan Masayu Clara, yang kebule-bulean), yang katanya sih, di rumahnya, bahasa pengantarnya itu bahasa Inggris. Sementara, Ridwan bersumber dari nama teman kuliahku yang konyol banget, namun sangat bersahabat. 

Well, itulah sedikit aku buka dapur  kepenulisanku. Berikut link yang ingin menonton FTV tersebut!

FTV_CANTIK_CANTIK_SUPIR_ANGKOT







Comments