Bukan Sekadar untuk Hedonisme








Nuel Lubis berdandan ala salah satu pemeran yang berasa di FTV "Cantik-Cantik Supir Angkot". Ada yang bergaya dengan mengenakan syal, soalnya.








"Waktu bikin novelnya, tujuan utamaku bukan untuk penghasilan. Tapi ingin para pembacanya merasa senang dan seru. Aku juga senang bisa bikin novel ini. Kalau orang sedunia tahu novelku dan menyukainya, itu bagus banget. Rasa-rasanya tak percuma aku bersimbah darah sewaktu menulisnya."- Nuel Lubis, novelis "Misi Terakhir Rafael: Cinta Tak Pernah Pergi Jauh".


Walau sebetulnya, jauh dari sekadar untuk materi, uang, popularitas, maupun agar pembaca merasa senang dan seru. Sebab, sampai sekarang aku sangat merasa novel tersebut seperti tengah memuaskan keinginan dari Sang Pencipta. Jujur juga, memang aku sampai bersimbah darah saat menulisnya. Beberapa kali hidungku mimisan. Ada luka di beberapa titik dari tubuhku. Bercandakah aku? Ya kali ah, aku bohong menuliskannya. Yang jelas, aku serius dengan tiap kata-kataku. Terserah kalian untuk mau mempercayainya atau tidak. 

Omong-omong, kata-kata itu plesetan dari webtoon asal Thailand berjudul "Young Mom". Kupikir, itu sama dengan yang kurasakan. Maka dari itu, aku meminjam quote-nya tersebut. Bedanya, di webtoon, tentang game.





Comments