Semuanya Selalu Tersimpan Rapi dalam Memori Aku
















😙😙😙😙😙😙😙😙😙😙
Saat September 2018, rasanya aku pernah bercerita ke kamu kapan dan bagaimana aku mengenalmu. Jujur, kuulangi, aku tak pernah bosan, ya sejak 2014 sebetulnya. Kalau tak ada kasus 'vapor', mungkin aku tak akan ada gerakan lebih untuk mengenalmu lebih lanjut. Semenjak saat itu, walau sebetulnya yang membuatku terkesima adalah kemunculanmu di televisi 30 September 2014, aku merasa ingin terus menerus tahu mengenai kamu. Hingga akhirnya, hissatsu teleport, segala tentang kamu amat dengan mudah kudapatkan sekali. Masih kurang, entah kenapa, hanya demi makin dekat denganmu, walau sudah memiliki kontak pribadi kamu di tangan serta ada beberapa penghubung juga ke kamu, aku sengaja membiarkan diriku sendiri mendaftarkan diri menjadi fans JKT48. Jadi, aku seperti mirip tokoh ayah di drama Korea 'Father is Strange', yang biar dekat dengan anak kandungnya, dia rela melakukan hal sama denganku.

Oh iya, ini masih ingat: "Mau pake baju apa aja nggak masalah, yang penting kan ketemu sama kamu, nanti kalo ketemu, jangan malu-malu ya", aku di suatu tempat hanya cengar-cengir sambil menahan jantungku yang seperti mau dikapak oleh si penebang kayu. 

Segala tweet kamu, segala foto yang kamu upload, walau beberapa tidak aku simpan, mereka semua tersimpan rapi di dalam otakku, yang sewaktu-waktu akan keluar dan membuatku cengar-cengir sendiri. Oh iya, kamu tidak tahu saja, aku suka loncat-loncat histeris penuh kegirangan. Aku suka senyum lebar juga. Anehnya, kenapa aku begitu malu sekali untuk menunjukannya, yah? 
😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘










Comments