[KESAKSIAN IMAN] Aku & Shania Junianatha














Juni 2016. Bukan bermaksud pamer, karena aku tahu, yang seperti ini bukan untuk disombongkan. Lebih tepatnya, itu urusan  pribadi kita ke Tuhan. Tapi, sekadar kamu tahu, karena sudah selayaknya kamu tahu juga, aku seringkali masuk ke gereja Katolik. Aku suka doa di Goa Maria. Aku suka bermeditasi di dalamnya. Pasang lilin, berikan bunga mawar (yang kadang warna merah, yang kadang warna putih) ke Bunda Maria, berikan persembahan ke gereja setempat, hingga di tiap goa yang aku masuki, aku lumayan sering mengalami banyak pengalaman. Apa yah, bilangnya? Pengalaman aneh? Pengalaman gaib? Pengalaman iman? Pengalaman spiritual? 

Entahlah. 

Yang jelas, tiap kali doa--yang seringkali tentang kamu, ekspresi patung Bunda Maria, tiap kulihat, sering tersenyum penuh sumringah. Pernah, di suatu gereja, saat aku tengah doa, lagi-lagi tentang dan untuk Shania Junianatha, pompa sanyo di dekatnya mendadak bergerak sendiri. Bunyi berisiknya mengacaukan doa dan meditasiku. Bahkan pernah di suatu gereja yang lainnya lagi, lilinnya suka mati sendiri, ada anjing berusaha mendekatiku seperti hendak memelukku erat.














Maret 2016. Aku rutin ke Goa Maria. Sebelum ke goa, kebetulan ada toko bunga. Aku mampir dulu. Aku bingung mau memberikan bunga apa untuk Bunda Maria. Lalu, si empunya toko bilang padaku, berikan saja bunga krisan warna kuning. Aku cengar-cengir saja mendengarnya. Pada akhirnya, bunga krisan kuninglah yang kupersembahkan. Dan, Bunda Maria-nya tersenyum bangga penuh sumringah. 

Alasan utamaku terus memperjuangkan kamu: 
Dulu, sehabis Mami meninggal di Juli 2015, Mami datang ke mimpi aku. Aku diminta untuk terus bersama kamu, menjagaimu. Lalu, perlahan-lahan, hati nuraniku berkata, memang kamu orangnya. Tidak sepatutnya aku ragu lagi, apalagi mendua hati. Mungkinkah Tuhan yang menggerakkan hati nurani aku? Entahlah. Aku termasuk di dalam lautan manusia yang tidak tahu cara kerja Tuhan. 

Yang di atas masih banyak lagi sederetan pengalaman imanku tiap kali khusyuk berdoa ke Tuhan, khususnya doa tentang dan/atau kepada Shania Junianatha. Yang kusebutkan di atas hanyalah ujung dari sebuah gunung es. 

Oh iya, aku minta maaf kalau aku suka memperlakukanmu sebagai boneka barbie. Sudah sejak kapan sebetulnya, aku pengin kamu lebih be yourself saja. Tapi aku tetap sangat menghargai segala usahamu untuk menyenangi apapun yang aku sukai dan lakukan. 

I LOVE YOU SO MUCH, CRESCENTIA SHANIA JUNIANATHA! 

I MISS YOU SO LOT!







Comments