Hanya Demi Seorang Shania Junianatha!













💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙
Hanya demi kamu.....
Saat itu.....
Di 2015.....
Sepulang dari membesuk Mami, aku sempatkan diri untuk mengobrol dengan abang sepupuku. Namanya Mardin. Walau tidak menyebutkan nama kamu yang sebenarnya, menceritakan tentang diri kamu, lalu meminta saran bagaimana caranya, aku rasanya bangga sekali. Karena saran yang bersangkutan jugalah, aku terus menerus memperjuangkanmu. 
Hanya demi kamu juga, Shania,.....
Bahan obrolanku dengan Bang Joni itu nyaris selalu tentang Shania Junianatha. Aku suka bertanya-tanya ke Bang Joni, kalau kamu marah, aku harus apa. Kamu kesal atau sedih lewat bahasa pesan aku yang seperti ini. Dan, blablabla lainnya.  
Hanya demi kamu juga, Sayang,.....
Aku belajar mengenal isi hati seorang perempuan secara mendalam. Aku rutin bertanya-tanya ke beberapa teman perempuan seperti Astri, Eska, Febe, Diana, Ayu, Selvie, dan masih banyak lainnya. Walau satu-dua dari temanku tersebut tak jarang malah mengejek. 
Hanya demi kamu juga,.....
Aku selama hampir dua tahunan rutin memasang fotomu sebagai foto profil di Whatsap, Line, Kakao Talk, hingga setiap email aku. Beberapa temanku, kuingat, sempat mengejekku. Seperti Ferdy, Beni, atau Suhandi. 
Hanya demi kamu juga,.....
Ah, rasa-rasanya begitu panjang yang sudah kulakukan untuk kamu, Shan. Aku rata-rata ikhlas untuk melakukannya. Tidak ada penyesalan. Bahkan, aku ikhlas saat mencari tahu sendiri siapa saja yang berada dalam lingkungan pergaulan dan keluarga inti serta keluarga besarmu. Semuanya hanya demi mengenalmu secara lebih mendalam lagi. 
I LOVE YOU SO MUCH!  
I MISS YOU SO LOT!  
HANYA KAMU, MY SUNSHINE SHANIA, YANG ADA DI HATIKU!
💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚





Comments