Risih Dijuluki Anak Orang Kaya








Dulu aku sering banget golek'-golek'an di sofa sultan tersebut.






Sok sekali aku, yah, bergaya seperti ini? Padahal, yah--yang kecuali kaus merah dan celana bahannya--segala yang kukenakan itu bukan milikku. Jaketnya itu kepunyaan Papi. Kacamata dan jam tangan bermereknya juga--yang aku comot begitu saja dari dalam bufet. Lalu, terbersit saja diriku ingin narsis sedemikian rupa. Lol!










Samping tangga, itu dapur. Yang menjadi latarnya, maksudku.







Foto yang kedua juga sama. Aku pinjam jaket dan helm motor kepunyaan Mendiang Mami. Aku serasa menjadi pembalap Moto GP ala-ala. Konyolnya!






@nuellubis tengah berada di living room rumahnya.






Well, di luar narsis-narsisan tak jelas aku di masa SMA aku, aku mendadak saja teringat akan momen di mana aku masih seorang pelajar SD. Masih ada kaitannya, sih, dengan kedua foto narsis aku tersebut. Hmmm.....

Aku lupa-lupa ingat saat kelas berapa. Pastinya saat aku masih SD. Saat itu, beberapa teman sering berkata "anak orang kaya" padaku seperti tengah menyindir. Mungkin karena yang bersekolah di sana tersebut berasal dari kalangan menengah (beberapa malah berasal dari kalangan bawah), aku yang dijuluki "anak orang kaya" seperti diamond in the rough saja. Seperti istimewa sekali aku di hadapan teman-teman satu kelas. Kadang aku suka mendengar ada yang bilang seperti ini: "Mentang-mentang anak orang kaya, bla-bla-bla,....." 

Risih, sih, yah, dengarnya?! Padahal aku sebisa mungkin tampil down-to-earth, meskipun tiap pagi suka diantar dengan mobil oleh Papi, sempat beberapa kali dibawakan bekal makan siang oleh Mendiang Mami, hingga aku suka gonta-ganti ransel. Buku tulis aku pun juga bukan yang sembarangan. Dari penampilan luar, kita bisa mengetahui buku itu beli dari warung biasa atau toko buku (yang tak semua anak bisa masuk ke dalamnya; saat itu, mal itu sesuatu yang mewah), bukan?

Haha. Lucu, yah, saat aku menceritakan ke kalian bagian yang itu dari masa kecil. Seperti tengah menyombongkan diri, padahal aku tak ada niat ingin menyombongkan diri. Aku merasa ingin menuliskannya saja di IMMANUEL'S NOTES. 

Yang sekarang saja seperti itu, apalagi aku yang dulu. Walau aku sungguh tidak ingin terlihat elit di mata teman-teman, tetap saja apa yang aku lakukan itu seperti tengah menyombongkan diri. Itulah sebabnya aku sangat risih dijuluki "anak orang kaya". Entah kenapa aku merasa julukan "anak orang kaya" itu membuatku seperti bukan berasal dari planet Bumi saja. Haha. Dulu aku beranggapan seperti itu, loh. 

Ya sudahlah, kita akhiri saja post kali ini. Nanti aku malah dianggap sok pamer. ROTFL!







Comments