P I J A T








Salah satu tukang pangkas tengah memijat pelanggannya.








Bicara tentang pijat (atau pijit, yang bahasa sehari-harinya), itu lumayan familier. Mulai dari pijat mbok-mbok, pijat refleksi (yang salah satunya menggunakan mesin seperti yang ada di mal-mal), hingga terapi ikan (yang lupa jenis ikannya apa), semuanya sudah pernah kujalani. Haha.

Anyway, satu hal yang tak banyak orang ketahui, aku ini cukup mengetahui mengenai titik-titik pijat (atau akupunktur begitu bahasanya).  Lima-enam tahun silam, aku lumayan sering melakukan pijat mata. Aku mengurut-urut sendiri titik-titiknya yang ada di sekitar mataku (yang sesuai dengan yang kupelajari dari buku). Lalu, titik-titik lainnya yang ada di bagian lagian dari tubuhku, aku juga tahu, loh. Yah, walaupun tak fasih-fasih amat. Dulu, Mendiang Mami (dan beberapa mbok pijit) sempat mengajariku tentang titik-titik pijat tersebut. Mana bagian yang boleh, mana bagian yang tidak boleh, sepertinya sih aku masih ingat sedikit.

Satu hal lagi, dulu aku pernah diajari bahwa dalam pijat, kita harus sering-sering menggunakan insting atau intuisi kita. Oh iya, kalian pernah mengalami terkilir begitu (yang jika dalam drama-drama televisi, salah satu tangan kita dibuat dalam posisi horisontal dan dibalut begitu)? Nah, buat yang mengerti tekniknya, apalagi itu sebetulnya masuk ke dalam salah satu pengobatan tradisional, hal itu bisa dilakukan sendiri (atau minta bantuan orang-orang terdekat). It's just my humble opinion. Jelas minta bantuan yang lebih profesional itu lebih direkomendasikan. Tapi, jika bisa dilakukan dengan cara lebih mudah, murah, dan/atau praktis, ya kenapa tidak?

Haha. Kembali ke tentang terkilir tersebut, aku tahu, kok, tentang pengobatan tersebut. Yang saat lihatnya lewat salah satu drama televisi, kok sadis begitu, tangan si penderita seperti mau dipatahkan saja. Haha. Padahal yang bersangkutan tengah berusaha memperbaiki letak tulang yang bergeser. Yang bersangkutan mungkin tahu bagian mana yang harus disentuh. Yah, semacam pengetahuan tentang pengobatan tradisional yang mungkin dia dapatkan secara turun temurun dari keluarga besarnya. 

Terus, kalau ada bagian memar di salah satu bagian tubuhku, itu katanya sih darah kotor (yang mengalami penyumbatan). Biar lancar, aku biasanya mengusap-usapnya sesuai dengan pengetahuan yang kudapatkan dari beberapa orang.

Yah, begitulah yang aku ketahui tentang dunia pijat, yang kebanyakan mengetahuinya dari Mendiang Mami dan beberapa tukang pijat!







Comments