#misiterakhirrafael = Ratatouille (?)


















Baru-baru ini aku menonton "Ratatouille". Itu merupakan film animasi dengan tokoh utamanya itu seekor tikus yang jenius dalam hal memasak. Namun tetap saja, kejeniusannya itu tidak bisa mengurangi atau menghilangkan kesan tersebut. Well, bukan salah si tikus, siapapun akan berpendapat seperti itu, jika memasuki restoran atau rumah makan yang ternyata ada seekor tikus sebagai pembuatnya. Pada akhirnya, si tikus bersama dua orang teman manusianya masih tetap berkarir di bidang restoran, namun di kawasan pedesaan. Di sanalah, mereka bisa terkenal.













Haha. Kalau menonton film yang bertema di Perancis tersebut, aku jadi teringat dengan kiprah "Misi Terakhir Rafael: Cinta Tak Pernah Pergi Jauh". Well, aku sudah mengetahui kenapa novel major pertamaku bernasib seperti itu. Lalu, aku tak pernah jemu untuk menjelaskan bahwa segala tudingan itu tak benar. Bagian-bagian yang dimaksud juga hanya bumbu, yang jikalau dihilangkan, sebetulnya memang tak mengganggu keutuhan alur ceritanya. Pathetic!

Bagaimana tidak pathetic, sampai sekarang pun, #misiterakhirrafael masih dituduh yang bukan-bukan. Sudah mau memasuki tahun ketiga, tetap saja aku masih sulit mendapatkan review atau bedah novel tentang "Misi Terakhir Rafael: Cinta Tak Pernah Pergi Jauh". Terakhir, aku buka situs Brainly  Kemudian, aku mau tertawa sekaligus merintih. Kenapa begitu? Sebab, kalian bisa lihat sendiri screenshoot di atas. Yang dimasukan hanya blurb-nya. Tahu blurb, kan. Itu ialah sinopsis yang ada di belakang tiap buku. Padahal, (calon) pembaca juga butuh tahu tentang alurnya seperti apa, penokohannya bagaimana, hingga mungkin, apakah ada pesan moralnya. 

Haha. 

Hiks. 

Tak jauh berbeda, bukan, dengan "Ratatouille"? Kebanyakan orang sudah termakan dahulu dengan  sesuatu yang sudah tumbuh lebih dahulu. Seperti si tikus koki tersebut. Walau dapat pujian setinggi langit dari kritikus jempolan macam Ego, tetap saja karir kokinya dihambat sana-sini. 

At last, ternyata stigma/image itu terkadang bisa membunuh, walau pelan-pelan.








Comments