HOKI RAME-RAME Masuk BookMate








Buku pertama terbitan NueLubis Publishing.







Hihihi... sejak kapan buku abal-abal gini kerjasama dengan si Onyol? Tulisan dia juga nggak ada di HOKI RAME-RAME. Masuk BookMate pula, HOKI RAME-RAME. Padahal seingatku, HOKI RAME-RAME sempat dapat kritikan sadis dari salah satu teman kuliah saat dia akhirnya beli juga bukunya. Tapi, jadi keenakan sendiri aku, hohoho.

Btw, ini buku pertama NueLubis Publishing. Isinya seperti apa, berikut penggalan demi penggalan isinya.


Armae:
Yo weis, ini adalah beberapa momen di mana aku berucap syukur dengan sangat. Bahkan hingga beberapa kali sempat menempelkan kening di tanah, berdoa dengan khidmat, hingga berasa hanya ada aku, Dia, dan tanah yang kupijak. 
Diana Wardani:
Aku sering mengalami hal ini. Hujan reda saat aku membutuhkannya bagiku merupakan berkat yang tak bisa dianggap sebagai suatu kebetulan saja. Sama seperti keberuntunganku dengan sahabat, demikian juga aku merasakan sangat istimewa saat hujan reda, sehingga aku bisa melakukan aktivitasku dengan sebaik-baiknya. Keberuntunganku ternyata sederhana saja, bukan? 
Lyliana Thia:
Jadi, ini murni simbiosis mutualisme. Aku dapat pasien gratis, dan pasien-pasienku itu berobat gigi gratis. FYI, untuk perawatan ya aku tetap membayarkan biaya bahan untuk mereka sih.. Tapi diluar itu tidak ada biaya-biaya tambahan, and so on. Jadi, sebenarnya siapa yang lebih beruntung ya? 
Dhenok Habibie:
Hmm, sebuah keberuntungan yang tidak akan pernah saya lupa. Saya yang dari awal tidak terlalu serius mengikutinya, dan pas pelaksanaan pun tidak focus karena gatal-gatal, eee ternyata malah mendapatkan beasiswa tersebut dengan sangat gampang.

Dihas Enrico:
Apalagi banyak teman Dihas yang meninggalkan Universitas dan Perguruan Tinggi lainnya hanya untuk STAN. Dihas benar-benar beruntung masuk STAN.

Chilfia Karunianty:
Tidak ada niatan untuk pamer. Berharap semua ini menjadi pembelajaran untuk kita semua bahwa tidak ada yang tidak mungkin jika kita bersungguh-sungguh melakukannya. 
Yan Muhtadi Arba:
Nggak tahu deh, gimana kejadiannya jika aku nggak ketemu sama SPBU ini, mungkin udah mbrojol kali nih eek. Benar-benar beruntung menemukan toilet yang bersih, tepat di saat yang dibutuhkan. Terimakasih SPBU, kaulah penyelamatku! Wkwkwk. 
Ajeng Sri Rahayu:
Beruntung itu sederhana, tapi tak terduga datangnya. 
Jiah:
Karena keberuntungan Matematika, aku bisa mencatatkan cerita manis dalam kehidupanku. Aku dapat uang untuk beli sepatu baru dari penghargaan tadi, masuk MAN (Madrasah Aliyah Negeri, red), gratis SPP satu semester, dan juga gratis seragam sekolah. Matematika benar-benar membawa berkah bagiku.

Enny:
Begitulah cerita keberuntungan saya yang paling mengena. Sebenarnya sih masih ada banyak. Tapi yang ini benar-benar beda. Karena saya yang suka mengeluh ini, jadi sadar banget, kalau saya ini adalah orang yang beruntung sekali. 
Baha:
Mungkin di antara kalian ada yang punya pengalaman yang tak bisa dilupakan sampai sekarang, karena pengalaman tersebut mengancam nyawa kita. Ya, nyawa kalau sudah hilang, sudah tidak ada gantinya lagi.

Sigit Yulianto:
Ternyata takdir berkata lain. Alhamdulillah, Allah masih memberi kesempatan saya untuk bisa hidup lebih lama lagi di dunia ini. 
Keven Keppi:
Gua bener-bener beruntung hari itu. Karena berkat selembar uang 50 ribu, gua dapatkan sesuatu yang harganya jauh lebih tidak ternilai, yaitu sebuah persahabatan. 
Susan Noerina:
Tapiiiii, ada kejadian sewaktu gue kuliah di Bogor tingkat tiga yang selalu terngiang-ngiang di memori otak gue saking traumatiknya dan ini judulnya benar-benar beruntung.

Naya:
Walau Nay baru pertama kali ketemu, beliau udah baik banget dan ini suatu keberuntungan menurut Nay.

Ella:
Begitulah, betapa beruntungnya punya keluarga yang baik. Punya tante dan om yang mengais rejeki di negara tetangga. Jadi, kita bisa kecipratan jalan-jalan juga, deh. 
Adittya Regas:
Setiap manusia tentunya pernah mengalami yang namanya keberuntungan, baik itu saat dia lolos dari maut ataupun lolos dari tagihan ibu kos. Gue pun sering banget mendapatkan yang namanya “KEBERUNTUNGAN”.


Total penjualan bukunya akan disumbangkan ke pihak yang membutuhkan. 







Comments