Shania, Tau Nggak?








Tiga serial itu ("Dilema JKT48","Wota Korea", "Kimbap Sakura") terinspirasi dari kamu, Shania Junianatha. Fotonya diambil memang pada saat 18 September 2014, waktu aku ketemu nggak sengaja ketemu sama kamu tanpa direncanakan sama sekali.






18 September 2014. Aku saat itu tengah pergi ke daerah Senayan. Niat hati mau ketemu sama teman (namanya Ucha, yang memang nama sebenarnya) di salah satu mal yang ada di sana. Walau sebetulnya aku mau ke Plaza Senayan buat beli tiket JakJapan Matsuri (acaranya jatuh pada hari minggu-nya), karena penasaran saja seperti apa acaranya (gara-gara baca timeline Twitter-nya Dion setahun sebelumnya). Murah tiketnya. Hanya 20 ribu rupiah. Haha.

Sehabis beli tiket, aku nggak langsung pulang. Aku mondar-mandir dulu di sana, khususnya di Toko Buku Kinokuniya. Itu pertama kalinya aku masuk ke toko buku dengan banyaknya buku impor, apalagi yang pakai huruf selain huruf Latin. Yang waktu di dalamnya, Mami aku nggak sengaja telepon aku. Haha.

Sehabis dari Kinokuniya, aku menjelajahi mal itu sampai akhirnya aku menemukan dirimu yang tengah berjalan di hadapanku. Aku yakin itu kamu. Soalnya jantungku berdebar kencang banget. Ampe aku keringatan banget kayak lagi lari maraton aja. Aku kejar, yang itu karena dorongan dalam diri aku, Shan. Aku kejar sampai akhirnya aku tiba di fX. Mondar-mandirlah aku di fX, khususnya d lantai 4-nya. Sempat aku ngemper sebentar di salah satu pintu masuknya, yang berharap bisa ketemu kamu. Sampai akhirnya,.....

.....salah satu temanmu, yang bareng mamanya, lewat di hadapanku. Sebut aja namanya yah, Beby. Mulanya aku biasa aja. Cuz, aku lebih fokus ke chat aku sama Ucha (yang lagi kuliah di Al-Azhar). Entah kenapa, kayak ada yang gerakin aja, aku bangkit berdiri. Kayak ada yang nyuruh aku buat naik ke lantai 4. Aku naik lift yang di tengah. Eh, lucunya, si Beby mendadak pindah lift yang sama denganku. Dia sempat lihat beberapa kali ke arahku. Aku nggak bohong sama sekali. Aku cuek bebek aja sambil dengerin musik pake headset, yang mataku terus menerus melihat ke jendela lift. Gitu aja terus sampe si Beby turun di lantai 4. Aku memilih turun di lantai 5. Dari atas, aku lihat Beby langsung masuk. Nggak tau kenapa, aku ngerasa Beby kayak kegirangan gitu. Senyum sumringah gitu. Waktu itu, aku malah yang bersikap biasa aja, cuek bebek gitu. Haha.

Karena itulah, aku jadi stay lebih lama di daerah Senayan. Aku berharap ketemu kamu saat itu. Dan, jantungku terus menerus berdebar nggak karuan. Keringatan terus aku, Shan.







Gambar buatan Felix Salvata, salah satu teman bloger aku, yang mana aku pernah cerita ke dia soal kamu, Shania. Dan, puji Tuhan, dia percaya sama kata-kataku. 








Comments