Alasan Aku Mengirimkannya


















Dimulai dari pojok kanan bawah, searah jarum jam yah! 

Mama DiasMas Tony, Fadhel, Michael, dan Nathan. 

Bukan tanpa alasan aku mengirimkan beberapa sampel "Amoreureka" ke mereka, bahkan saat pengirimannya saja, sudah memacu adrenalin. Untuk Mama Dias, well, sebagai ucapan terimakasih saja atas segala kebaikan keluarganya. Apalagi dalam naskah tersebut, peran Dias sangat begitu besar sekali. Lalu, jika diperhatikan baik-baik juga, novel ini memang ada beberapa kemiripan dengan "Misi Terakhir Rafael: Cinta Tak Pernah Pergi Jauh". Haha, sebab saat menulisnya, aku memang terpikirkan untuk menjadikan "Amoreureka" sebagai sekuel dari "Misi Terakhir Rafael: Cinta Tak Pernah Pergi Jauh". Aku selalu terpikirkan isi dari "Misi Terakhir Rafael: Cinta Tak Pernah Pergi Jauh" saat menulis "Amoreureka". Dan, tiap katanya seringkali terbantukan dari Dias. Itulah sebabnya, aku merasa harus mengirimkan sampelnya ke sana (kalau lewat pos sih, aku hanya iseng!).

Untuk Mas Tony, sebelum sembilan proofreader dikirimkan ke aku langsung, yang sudah tertarik untuk membacanya kali pertama, yah Mas Tony. Aku sangat terharu, mendapatkan apresiasi seperti itu. Rasa-rasanya kerja kerasku untuk menulis dan mengedit "Amoreureka" saat itu, tidaklah sia-sia.

Begitu pula dengan Fachmie, seseorang yang aku kenal dari situs AskFm. Alasannya sama seperti alasan aku mengirimkan "Amoreureka" untuk Mas Tony. Kaget saja aku, saat aku promosikan "Amoreureka" di situs AskFm, Fachmie ini orang pertama yang tertarik untuk dikirimkan satu sampelnya. Sungguh itu membuatku menangis darah! -_-"

Terakhir, untuk Michael dan Nathan, well keduanya ada alasan khusus sekali. Salah satunya, untuk Michael, itu mengingat dia adalah juniorku di FH Atmajaya, Jakarta. Aku angkatan 2007, dia angkatan 2008. Semasa kuliah, Michael ini sering baik padaku. Beberapa teman seangkatan Michael pun berlaku sama. Alhasil, aku merasa terwajibkan untuk mengirimkan satu sampelnya ke Michael, yang tanpa Michael minta sendiri. Semoga saja, lewat Michael ini, tidak hanya untuk "Amoreureka", namun juga untuk "Misi Terakhir Rafael: Cinta Tak Pernah Pergi Jauh" dan buku-buku aku yang lainnya juga, itu semua bisa makin dikenal oleh teman-teman di FH Atmajaya, khususnya untuk angkatan 2008. Jujur saja, FH Atmajaya ini pun banyak memberikan ide-ide segar selama penulisan "Amoreureka".

Jika kalian membaca "Amoreureka", dari sepuluh halaman pertama saja, unsur jepang-jepangannya sangat terasa kuat. Mari kita ucapkan terimakasih kepada Nathanael dan segala rekan di www.japanesestation.com







"AMOREUREKA" yang telah sampai ke rumah Mas Tony di Jembatan 1 Narogong.







Itulah sedikit alasan kenapa aku harus ngebela-belain diri untuk mengirimkan sampel dari buku-bukuku ke beberapa orang, yang seringkali harus lewat pos. Sampai harus.....

.....

"Yang mengirim, ketar-ketir. Takut barangnya nggak pernah sampai-sampai ke si penerima. Si kurir juga sama. Dia takut juga. Sudah dibayar, toh. Harus profesional, walau ada beberapa orang yang ingin menggagalkan supaya barangnya jangan sampai jatuh ke tangan si penerima. Tapi jauh lebih takut lagi, si penerima. Sudah harus menunggu dengan harap-harap cemas, eh selama menunggu, jadi sering khawatir dan takut. Begitu barang sampai, si penerima makin ketakutan dan khawatir lagi. Percayalah, it's very true INDEED! Dari kejadian di atas, gue sadar untuk lebih menghargai segala kebaikan orang, apalagi yang benar-benar tulus dan ikhlas. Well, we'll never know what they had to take." - IG @nuellubis

Sedikit tambahan untuk quote di atas (yang merupakan hasil pembelajaran aku juga): 

".....terkadang untuk menjalani sesuatu yang didasari oleh kebaikan, niat baik, ketulusan, serta keikhlasan, kita harus menantang bahaya terlebih dahulu. Sebab, kita tahu, yang namanya kebaikan, keikhlasan, dan ketulusan, tidak bisa dikalahkan oleh apapun. Selama niat kita baik, so what jika harus menantang maut?! Pasti juga akan dimudahkan oleh Tuhan Allah langsung, apabila niatnya memang murni baik."







Comments

Post a Comment

Pembaca yang baik adalah yang sudi mau meninggalkan komentar. ^_^
Nice reader is the one who will leave lot of words in the comment box. ^_^