SERIAL CINTA & MISTERI: Teror Para Siluman Mimpi








Genre: Misteri, Romance







Bagian pertama: Bloody Rose
Bagian kedua: Makhluk-Makhluk Banua Toru
Bagian ketiga: Tuhan Berencana, Manusia Berencana Pula
Bagian keempat: Bayangan Sosok Masa Depan
Bagian kelima: Serangan & Gangguan
Bagian keenam: Black Star
Bagian ketujuh: Ketika Roh-ku Bermain-main
Bagian kedelapan: Santet & Jampi-Jampi
Bagian kesembilan: 
Hunter
Bagian kesepuluh: Mimpi & Penglihatan
Bagian kesebelas: Porsea
Bagian kedua belas: Rekayasa Dunia, Realita Buatan
Bagian ketiga belas: Fasik (1)
Bagian keempat belas: Fasik (2)
Bagian kelima belas: Pengalihan Isu
Bagian keenam belas: Van Weiderveld (1)
Bagian ketujuh belas: Efek Samping
Bagian kedelapan belas: Van Weiderveld (2)
Bagian kesembilan belas: Manipulasi (1)
Bagian kedua puluh: Manipulasi (2)

Bagian kedua puluh satu: Manipulasi (3)
Bagian kedua puluh dua: Serangan Mimpi Buruk
Bagian kedua puluh tiga: Van Weiderveld (3)
Bagian kedua puluh empat: Van Weiderveld (4)

Bagian kedua puluh lima: Trik Jaman Baheula
Bagian kedua puluh enam: Napas Allah
Bagian kedua puluh tujuh: Tuduhan & Penyesatan
Bagian kedua puluh delapan: Permainan Alam Lain (1)
Bagian kedua puluh sembilan: Permainan Alam Lain (2)
Bagian ketiga puluh: Permainan Alam Lain (3)
Bagian ketiga puluh satu: Permainan Alam Lain (4)
Bagian ketiga puluh dua: Para Pengganggu Alam Semesta
Bagian ketiga puluh tiga: Half-Blood (Berdarah Campuran)
Bagian ketiga puluh empat: Campur Tangan Allah
Bagian ketiga puluh lima: Van Weiderveld (5)
Bagian ketiga puluh tujuh: Novena & Rosario
Bagian ketiga puluh delapan: Ilusi Optik
Bagian ketiga puluh sembilan: Exorcism
Bagian keempat puluh: Asaji
Bagian keempat puluh satu: Doa dan/atau Mantra
Bagian keempat puluh dua: 6 Orders 6 Freimaurers 6 Ordos
Bagian keempat puluh tiga: Horcrux (Horrible Crucifix) 
Bagian keempat puluh empat: Noblesse Oblige
Bagian keempat puluh lima: Hades

Seperti Sudah Diatur Allah







** Cerita ini pun terinspirasi dan aku dedikasikan untukmu, Shania **
















Binjai, Januari 2012

Iluminati itu memang ada ga sih? 
Illuminati (bentuk plural dari bahasa Latin illuminatus, "tercerahkan") adalah nama yang diberikan kepada beberapa kelompok, baik yang nyata (historis) maupun fiktif. Secara historis, nama ini merujuk pada Illuminati Bavaria, sebuah kelompok rahasia pada Zaman Pencerahan yang didirikan pada tanggal 1 Mei tahun 1776.

Banyak banget blogger yang membahas topik yang satu ini, sampe gue bosen bacanya -_- . Pasti temen-temen blogger juga udah pernah baca kan?! Memang sih keliatan serius bahkan sangat serius! Gue aja sampe agak takut bacanya. Mereka bilang salah satu pengikutnya itu si Lady Gaga, Beyonce, sampe Justin Bieber juga dan tak kalah hebohnya Ahmad Dhani itu.  
Hem... entahlah, tapi kenapa gue ga percaya ya yang begituan?! Sulit bagi gue mempercayainya, karna tau sendiri kan di Indonesia ini, hal-hal yang seharusnya tak perlu diperbincangkan tapi malah diangkat ke publik. Bukannya gue men-judge bahwa blogger-blogger yang menulis tentang ILUMINATI itu gimana-gimana, bukan juga maksud gue ILUMINATI itu gak penting untuk dibahas. Bukan! Bukan itu! 
Tapi ah sudahlaah...  biarkan kita yang menilai masing2 gimana cara nyikapinya. Saya takut dikasih cap ato dibilangin blogger rese ato blogger pemula yang nantangin. Maaf-maaf aja yaa, bukan itu maksud saya. Saya disini cuma mau share aja kok! :)  
Eri Tarigan di 22.40

Ini sudah ke sekian kalinya, tidur gadis bernama Eri yang tinggal di Binjai ini tidak tenang. Tengah malam dirinya selalu terbangun. Wajah pasi, napas terengah-engah, dan kedua bola matanya nyaris copot. Itu membuat dirinya seperti bukan manusia saja di kehidupan sehari-harinya. Hari-harinya sebagai seorang pelajar SMA jadi berantakan. Padahal beberapa bulan lagi Eri mau mengikuti ujian nasional. 

Paginya, di dalam ruangan kelas yang dibuat adem karena satu-dua kipas angin, sebelum pelajaran dimulai, Eri menceritakan pengalamannya ke teman-teman dekatnya. Salah satu bercelutuk, "Mungkin itu gara-gara kau nulis soal yang begituan di blog kau, Eri. Bah! Ngapain pula kau? Kurang kerjaan sekali!"

"Jeni benar, Eri," Yessy membenarkan. "Emang kamu nggak tahu bahayanya menuliskan hal-hal kayak gitu?"

Eri yang lumayan polos, mengangguk. Tampak aura ketakutan karena serangan dari alam mimpi itu masih menyelimuti sekujur tubuhnya. 

"Ada yang bilang, yang kamu tuliskan itu betul-betul ada. Mereka bukan sekadar mitos lagi, Eri. Dan, ada yang bilang juga, beberapa dari orang-orang yang kita jumpai di alam nyata, bagian dari mereka." lanjut Yessy. 

"Kau nulis kayak gitu, Eri, udah kayak kau lagi main jalangkung. Diburu kau sampai mati. Dibikin kau hidup tak tenang." provokasi Jeni.

"Masa sih?" ujar Eri serasa tak percaya. "Gue cuma nulis kayak gitu aja di blog gue, efeknya sama kayak lagi main jalangkung?"

Riris mengangguk. "Nggak bohong, Ri, Jeni dan Yessy itu. Hal-hal kayak gitu beneren ada di dunia ini. Abang gue pernah ngebahas gitu waktu ikut camping buat ospek fakultas-nya, pulang-pulang dia langsung masuk rumah sakit. Kejiwaannya terganggu. Beberapa hari kemudian, fisiknya langsung drop banget, yang sebelum akhirnya meninggal dunia. Sebelum meninggal, abang gue pernah cerita, tidurnya suka gak tenang. Suka didatangi orang-orang tertentu, makhluk-makhluk tertentu pula, Ri. Kadang kalau lagi ngapain gitu, telinganya suka ngedenger suara-suara gaib. Suka ngecium bau-bauan aneh pula. Belum lagi suka dapet visual yang serba nakutin. Terus kadang, entah cuma perasaan dia aja atau gimana gitu, kalau lagi ke mana-mana, dirinya suka dicibir sama beberapa orang. Bahkan katanya, dekan kampusnya, katanya, mendadak jadi dingin banget. Nggak tahu deh, itu cuma perasaan dia aja, atau jangan-jangan..." Riris berhenti sejenak. "...hiiiiyyy!!!! Nggak berani gue nyebutnya. Kata orang-orang bisa sial tujuh turunan. Itu bukan topik yang aman buat diperbincangkan, Ri."

"Riris benar, Ri." Jeni menimpali. "Katanya juga, yang namanya iluminati itu bukan sekadar mitos. Orang-orang mereka sudah menyusup ke mana-mana. Membaur. Terus, kebanyakan lebih beraninya, jauh lebih beringas mereka di alam mimpi. Teror mereka, kalau yang aku lihat, kayak teror orang-orangan sawah."

Eri terbelalak. Rasa-rasanya tak percaya dirinya dengan segala informasi yang masuk ke pikirannya pagi ini. Masa orang-orang seperti itu jauh lebih menyeramkan dan berbahaya ketimbang permainan jalangkung?

Dua bulan sesudahnya, Eri benar-benar sangat bersyukur dirinya tidak mengalami sesuatu yang dialami oleh abangnya Riris. Memang selama semingguan Eri sempar diteror di alam mimpi. Intimidasi tak kelihatan di alam sadar juga pernah beberapa kali ia peroleh. Pernah beberapa kali, mungkin perasaan Eri saja, dirinya seperti diseringai dan dibentak oleh supir angkot. Batinnya disiksa dengan segala ucapan yang sangat mengintimidasi seolah si supir itu sudah mengetahui apa yang dilakukan Eri tempo hari. Supir itu bagaikan mata-mata suruhan kelompok yang coba diungkap oleh Eri saja. 

Kali ini Eri coba menata hidupnya. Untuk sekarang ini, perempuan kelahiran Binjai itu mau fokus dulu menghadapi ujian nasional. Dia berjanji kepada Tuhan pula bahwa sebisa mungkin dirinya menghindarkan diri dari topik-topik seperti yang coba ia bongkar dua bulan lalu. 

"Mungkin emang belum saatnya gue tulis soal yang begituan. Atau mungkin gue bukan yang terpilih kali yah, buat ngebongkar kedok mereka. Jadi, antara waktunya yang gak tepat atau karena gue-nya yang bukan orang yang tepat." desis Eri di depan laptop. Jemarinya langsung lincah untuk men-draft-kan sementara tulisan tersebut. 

Beberapa bulan kemudian semenjak Eri lulus SMA, di perpustakaan kampusnya, dengan terus menerus merapalkan doa, dirinya mempublikasikan lagi. Pernah sempat dia mengaburkan jenis huruf yang digunakan. Dia sengaja memilih warna putih agar tak terbaca. 

Untung gue gak kenapa-napa, thank God, batin Eri memanjatkan ucapan syukur.

*****

Tapanuli, Era 1800

Kejadian 6:1-22
Ketika manusia itu mulai bertambah banyak jumlahnya di muka bumi, dan bagi mereka lahir anak-anak perempuan, maka anak-anak Allah melihat, bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik, lalu mereka mengambil isteri dari antara perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukai mereka. Berfirmanlah TUHAN: "Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja." Pada waktu itu orang-orang raksasa ada di bumi, dan juga pada waktu sesudahnya, ketika anak-anak Allah menghampiri anak-anak perempuan manusia, dan perempuan-perempuan itu melahirkan anak bagi mereka; inilah orang-orang yang gagah perkasa di zaman purbakala, orang-orang yang kenamaan. Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata, maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya. Berfirmanlah TUHAN: "Aku akan menghapuskan manusia yang telah Kuciptakan itu dari muka bumi, baik manusia maupun hewan dan binatang-binatang melata dan burung-burung di udara, sebab Aku menyesal, bahwa Aku telah menjadikan mereka." Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN. Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah. Nuh memperanakkan tiga orang laki-laki: Sem, Ham dan Yafet. Adapun bumi itu telah rusak di hadapan Allah dan penuh dengan kekerasan. Allah menilik bumi itu dan sungguhlah rusak benar, sebab semua manusia menjalankan hidup yang rusak di bumi. Berfirmanlah Allah kepada Nuh: "Aku telah memutuskan untuk mengakhiri hidup segala makhluk, sebab bumi telah penuh dengan kekerasan oleh mereka, jadi Aku akan memusnahkan mereka bersama-sama dengan bumi. Buatlah bagimu sebuah bahtera dari kayu gofir; bahtera itu harus kaubuat berpetak-petak dan harus kaututup dengan pakal dari luar dan dari dalam. Beginilah engkau harus membuat bahtera itu: tiga ratus hasta panjangnya, lima puluh hasta lebarnya dan tiga puluh hasta tingginya. Buatlah atap pada bahtera itu dan selesaikanlah bahtera itu sampai sehasta dari atas, dan pasanglah pintunya pada lambungnya; buatlah bahtera itu bertingkat bawah, tengah dan atas. Sebab sesungguhnya Aku akan mendatangkan air bah meliputi bumi untuk memusnahkan segala yang hidup dan bernyawa di kolong langit; segala yang ada di bumi akan mati binasa. Tetapi dengan engkau Aku akan mengadakan perjanjian-Ku, dan engkau akan masuk ke dalam bahtera itu: engkau bersama-sama dengan anak-anakmu dan isterimu dan isteri anak-anakmu. Dan dari segala yang hidup, dari segala makhluk, dari semuanya haruslah engkau bawa satu pasang ke dalam bahtera itu, supaya terpelihara hidupnya bersama-sama dengan engkau; jantan dan betina harus kaubawa. Dari segala jenis burung dan dari segala jenis hewan, dari segala jenis binatang melata di muka bumi, dari semuanya itu harus datang satu pasang kepadamu, supaya terpelihara hidupnya. Dan engkau, bawalah bagimu segala apa yang dapat dimakan; kumpulkanlah itu padamu untuk menjadi makanan bagimu dan bagi mereka." Lalu Nuh melakukan semuanya itu; tepat seperti yang diperintahkan Allah kepadanya, demikianlah dilakukannya.

Setelah diperlihatkan bayangan peristiwa masa depaan oleh sosok bersayap tersebut, begitu bangun, di jam-jam subuh, Maruap tergerak untuk membaca kisah Nabi Nuh di kitab suci. 

Sembari membaca dan menghayati kisah bagaimana Nabi Nuh menjalankan perintah Allah (walau suka diejek oleh orang-orang sekitarnya), pikiran Maruap kembali memutar segala perkataan sosok bersayap tersebut di alam mimpi. 

Kata sosok bersayap itu: "Lawan yang kamu dan keturunan hadapi ini bukan lawan yang sembarangan, Maruap. Biasakan selalu mendekatkan diri kepada Tuhan. Minta petunjuk dan perlindungan-Nya. Selalu pesankan kepada anak-anakmu, juga cucumu, hingga keturunanmu kelak, untuk selalu tulus, murni, dan ikhlas dalam beribadah kepada Tuhan. Jauhkanlah dari keluarga dan keturunanmu hal-hal yang sifatnya menyelingkuhi Sang Pencipta. Praktek-praktek seperti yang terjadi di kampungmu itu sudah seharusnya ditinggalkan. Tidak boleh ada lagi segala perbudakan dan intimidasi di alam batin atau alam bawah sadar. Sesungguhnya DIA yang maha suci dan maha tinggi itu benci terhadap segala kemunafikan dan sikap yang menduakan-Nya; apalagi segala sikap dan perbuatan yang coba menyaingi kuasa-Nya."

Samar-samar  pula, selain dalam bentuk suara, Maruap seperti melihat bayangan hologram dari perempuan yang amat dicintainya. Itu Sylvie Van Weiderveld. Ujar Sylvie: "Jangan takut, Maruap. Aku selalu di sisimu, aku juga selalu menemanimu di manapun dan kapan pun. Aku juga selalu mendukung apapun yang kamu lakukan. Kita hadapi saja ini bersama-sama. Bersama Allah, tiada hal yang mustahil. Lagipula kuasa-kuasa seperti ini memang sudah saatnya dilawan dan diberantas. Karena jauh lebih banyak mudaratnya. Allah pun jelas-jelas tak suka. Mungkin di tangan kita dan para keturunan kitalah, kuasa-kuasa seperti ini harus coba dienyahkan."







Bersambung.....
Terilhami dari kisah nyata. Terhidayahkan dari Allah langsung.