SERIAL CINTA & MISTERI: Mak Comblang (2)







Genre: Misteri, Romance







Bagian pertama: Bloody Rose
Bagian kedua: Makhluk-Makhluk Banua Toru
Bagian ketiga: Tuhan Berencana, Manusia Berencana Pula
Bagian keempat: Bayangan Sosok Masa Depan
Bagian kelima: Serangan & Gangguan
Bagian keenam: Black Star
Bagian ketujuh: Ketika Roh-ku Bermain-main
Bagian kedelapan: Santet & Jampi-Jampi
Bagian kesembilan: 
Hunter
Bagian kesepuluh: Mimpi & Penglihatan
Bagian kesebelas: Porsea
Bagian kedua belas: Rekayasa Dunia, Realita Buatan
Bagian ketiga belas: Fasik (1)
Bagian keempat belas: Fasik (2)
Bagian kelima belas: Pengalihan Isu
Bagian keenam belas: Van Weiderveld (1)
Bagian ketujuh belas: Efek Samping
Bagian kedelapan belas: Van Weiderveld (2)
Bagian kesembilan belas: Manipulasi (1)
Bagian kedua puluh: Manipulasi (2)

Bagian kedua puluh satu: Manipulasi (3)
Bagian kedua puluh dua: Serangan Mimpi Buruk
Bagian kedua puluh tiga: Van Weiderveld (3)
Bagian kedua puluh empat: Van Weiderveld (4)

Bagian kedua puluh lima: Trik Jaman Baheula
Bagian kedua puluh enam: Napas Allah
Bagian kedua puluh tujuh: Tuduhan & Penyesatan
Bagian kedua puluh delapan: Permainan Alam Lain (1)
Bagian kedua puluh sembilan: Permainan Alam Lain (2)
Bagian ketiga puluh: Permainan Alam Lain (3)
Bagian ketiga puluh satu: Permainan Alam Lain (4)
Bagian ketiga puluh dua: Para Pengganggu Alam Semesta
Bagian ketiga puluh tiga: Half-Blood (Berdarah Campuran)
Bagian ketiga puluh empat: Campur Tangan Allah
Bagian ketiga puluh lima: Van Weiderveld (5)
Bagian ketiga puluh tujuh: Novena & Rosario
Bagian ketiga puluh delapan: Ilusi Optik
Bagian ketiga puluh sembilan: Exorcism
Bagian keempat puluh: Asaji
Bagian keempat puluh satu: Doa dan/atau Mantra
Bagian keempat puluh dua: 6 Orders 6 Freimaurers 6 Ordos
Bagian keempat puluh tiga: Horcrux (Horrible Crucifix) 
Bagian keempat puluh empat: Noblesse Oblige
Bagian keempat puluh lima: Hades
Bagian keempat puluh enam: Teror Para Siluman Mimpi
Bagian keempat puluh tujuh: Mak Comblang (1)

Seperti Sudah Diatur Allah







** Cerita ini pun terinspirasi dan aku dedikasikan untukmu, Shania **
















Bekasi, 2011

Esoknya, tersiar kabar bahwa ada seorang tua yang mati mendadak. Konon, jantung si bapak tua berhenti mendadak. Usut demi usut, lewat informasi dari mbok pijit langganan keluarganya, pemuda itu mengetahui bahwa bapak tua itulah yang ternyata mengirimkan naga raksasa ke dalam kamar dan rumah si pemuda tersebut. Tersiar kabar pula tentang kesaktian si pemuda. Padahal si pemuda hanyalah seorang pemuda biasa yang gemar membaca kitab suci dan tulisan-tulisan spiritual, yang sehari-harinya hidupnya selalu mengandalkan Allah. Pemuda itu tidak pernah takut dan malu untuk berdoa di manapun dan kapanpun dirinya berada. Imannya kepada kuasa dan penyelenggaraan ilahi sangat luar biasa tinggi; bahkan lebih tinggi dari kebanyakan manusia lainnya, khususnya para pemuda yang sebaya dirinya (sampai-sampai dirinya suka dianggap aneh dan dijuluki yang macam-macam, yang salah satunya nabi). Hanya seperti itulah pemuda tersebut. Sungguh segala isu dan hasutan itu sangat keterlaluan dalam memperlakukan pemuda yang juga memiliki idealisme-idealisme yang di atas rata-rata.

*****

Jakarta, 2015

Pria berusia late thirties ini mendadak mengambil rute pulang yang cukup aneh. Dirinya pun mulai menyadarinya saat telah berada di dalam bus berpendingin udara. Biasanya setelah jam kerjanya berakhir di sebuah sekolah swasta Katolik di ibukota, dirinya langsung menuju stasiun. Kali ini berbeda. Tiba-tiba dia ingin naik bus dan mengambil rute perjalanan yang lebih jauh.

Aneh juga, batin pria bernama Mawan tersebut sembari menekuri atap bus. Memang awalnya dia sempat terpikirkan bahwa dengan naik bus, siapa tahu saja bisa menghilangkan stress akibat beragam masalah di kantin sekolah tersebut. Segala intrik di kantin dan sekolah cukup mempengaruhi pikiran dan suasana hatinya. Itulah dasar mengapa dirinya ingin naik bus. 

Namun setelah ia berpikir ulang, tak biasanya dirinya mengambil rute yang lebih panjang jika tak terpaksa sekali. Apalagi jika dirinya sampai harus melewati kampus itu. Terbayang sudah wajah pemuda yang cukup mengesalkan tersebut di pikirannya. Pemuda yang sangat keras kepala.

Ntu anak--susah banget dibilangin, kerja gak mau, maunya serba enak aja, batin Mawan berubah menjadi kelam. Kekesalan melanda hati dan pikirannya. Ngomonginnya itu mulu, gak ada topik pembicaraan yang lain apa. 

Baru saja dirinya memaki-maki si pemuda yang menurut pengakuan orang-orang di gereja, telah mengalami satu kejadian luar biasa, yaitu berhasil mengusir naga jadi-jadian dari dalam kamar, jantung Mawan berdebar-debar. Kencang sekali. Sampai-sampai Mawan memegangi erat dadanya yang lumayan rata. 

Apa ini, batin Mawan tercenung. Di saat itu, pria asal Ponorogo ini seperti terkesima menyaksikan seorang gadis muda muncul di hadapannya. Gadis itu adik dari pemuda yang pernah bikin geger komplek dan gereja yang ada di Bekasi. Tiba-tiba saja Mawan merasa gadis yang sebetulnya baru berusia remaja itu--yang berkuliah di kampus tersebut--perempuan tercantik sedunia. Mengapa dirinya baru sadar senyuman gadis itu yang paling manis? 

"Eh, Ti-ti-tine," Tak biasanya Mawan gugup sekali sewaktu menyapanya. Biasanya tak begitu. "Ba-ba-baru pulang kuliah, Ti-ti-ti-ti-ne?!"

Tine cekikikan dalam hati sembari menjawab, "Iya, Mas, aku baru pulang kuliah. Mas Mawan sendiri gimana kabarnya? Udah lama gak main ke rumahku."

"Ma-ma-ma-mas Mawan sibuk, Tine," jawab Mawan masih gugup. Ayo dong, jangan gugup, ada apa sih, kenapa tumben gugup begini, batin Mawan sembari berusaha menenangkan gejolak dalam raganya. 

"Oh iya, Kristo sendiri gimana kabarnya?" tanya Mawan setelah akhirnya berhasil menenangkan gejolak tersebut. 

"Ya gitu deh, Mas," jawab Tine yang masih berusaha menahan diri agar tawanya tak lepas saja. "Masih lebih sering di rumah, masih lebih suka ngurusin hal-hal begituan, walau Mas Kristo jadi suka ikut kegiatan gereja. Mas Mawan nggak tahu, Mas Kristo jadi aktif terlibat di PD?"

Mawan mengangguk. "Oh gitu. Yah maklum, Tine. Mas Mawan akhir-akhir  ini sibuk ngurusin usaha jualan es Mas di sekolah."

"Oh." Hanya itu jawab Tine. 

Lalu, sempat beberapa kali Mawan kepergok tengah mengamati sangat intens wajah Tine. Tine jadi salah tingkah diamati sebegitunya oleh pria yang berjarak usia sekitar dua puluh tahun darinya. Sebetulnya, tanpa sepengetahuan Mawan, Tine juga merasakan aura aneh yang sangat sukar dijelaskan saat melihat Mawan. Tine seperti ingin mengorek lebih dalam tentang pribadi Mawan. Seperti tinggal di mana, nomor ponselnya berapa, kenapa tidak begitu terlihat di gereja lagi, hingga yang sangat berbau pribadi: Mawan sudah menikah atau belum. Namun segala pertanyaan itu Tine urungkan. Tine enggan bertanya mengingat jarak usia antara dirinya dengan Mawan yang lumayan besar. Ah mungkin kapan-kapan Tine bisa mengorek soal Mawan dari abangnya yang bertubuh cukup besar, Kristo. 

Sementara Mawan, begitu sampai di rumah keluarga kakak perempuan keduanya, malah bertanya-tanya. Maksudnya apa, mengapa dirinya jadi kacau sekali di hadapan adiknya Kristo. Biasanya tidak seperti itu. Ada apakah ini. Kalau memang Tine perempuan yang dipilihkan Allah, lalu bayangan hologram perempuan itu mengapa bisa menghampirinya saat tidur. Perempuan berinisial M itu merayunya begitu mesra dan bilang bahwa perempuan itu sangat mencintai Mawan. Mana yang benar? 

Memikirkan kejadian berjumpa dengan Tine itu membuat Mawan pusing tujuh keliling. Semakin tujuh keliling kepala Mawan saat baru menyadari segala konflik dan intrik di sekolah itu seperti sudah diatur saja. Mungkinkah Allah yang sesungguhnya mengatur? Yah, sengaja diatur seperti itu agar Mawan bisa berjumpa dengan Tine dan merasakan segala sensasi aneh tersebut. Lantas, jika dugaannya tepat, bagaimanakah perempuan  berinisial M itu bisa mendatanginya secara roh di kamar tidurnya? Adakah campur tangan Allah di balik aksi perempuan berinisial M tersebut?

*****

Tapanuli, Era 1800

Matius 23:1-22
Maka berkatalah Yesus kepada orang banyak dan kepada murid-murid-Nya, kata-Nya:
"Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa.
Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya.
Mereka mengikat beban-beban berat, lalu meletakkannya di atas bahu orang, tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya.
Semua pekerjaan yang mereka lakukan hanya dimaksud supaya dilihat orang; mereka memakai tali sembahyang yang lebar dan jumbai yang panjang;
mereka suka duduk di tempat terhormat dalam perjamuan dan di tempat terdepan di rumah ibadat;
mereka suka menerima penghormatan di pasar dan suka dipanggil Rabi.
Tetapi kamu, janganlah kamu disebut Rabi; karena hanya satu Rabimu dan kamu semua adalah saudara.
Dan janganlah kamu menyebut siapa pun bapa di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di sorga.
Janganlah pula kamu disebut pemimpin, karena hanya satu Pemimpinmu, yaitu Mesias.
Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu.
Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.
Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, karena kamu menutup pintu-pintu Kerajaan Sorga di depan orang. Sebab kamu sendiri tidak masuk dan kamu merintangi mereka yang berusaha untuk masuk.
[Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu menelan rumah janda-janda sedang kamu mengelabui mata orang dengan doa yang panjang-panjang. Sebab itu kamu pasti akan menerima hukuman yang lebih berat.]
Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu mengarungi lautan dan menjelajah daratan, untuk mentobatkan satu orang saja menjadi penganut agamamu dan sesudah ia bertobat, kamu menjadikan dia orang neraka, yang dua kali lebih jahat dari pada kamu sendiri.
Celakalah kamu, hai pemimpin-pemimpin buta, yang berkata: Bersumpah demi Bait Suci, sumpah itu tidak sah; tetapi bersumpah demi emas Bait Suci, sumpah itu mengikat.
Hai kamu orang-orang bodoh dan orang-orang buta, apakah yang lebih penting, emas atau Bait Suci yang menguduskan emas itu?
Bersumpah demi mezbah, sumpah itu tidak sah; tetapi bersumpah demi persembahan yang ada di atasnya, sumpah itu mengikat.
Hai kamu orang-orang buta, apakah yang lebih penting, persembahan atau mezbah yang menguduskan persembahan itu?
Karena itu barangsiapa bersumpah demi mezbah, ia bersumpah demi mezbah dan juga demi segala sesuatu yang terletak di atasnya.
Dan barangsiapa bersumpah demi Bait Suci, ia bersumpah demi Bait Suci dan juga demi Dia, yang diam di situ.
Dan barangsiapa bersumpah demi sorga, ia bersumpah demi takhta Allah dan juga demi Dia, yang bersemayam di atasnya.

Betapa kaget Maruap saat tengah mengucek salah satu pelupuk matanya, ada semacam kawat kecil keluar. Anehnya, kawat yang keluar itu tidak membuat dirinya kesakitan. Darah pun tak dirinya temukan. Yang lebih aneh lagi, Maruap seperti tergerak untuk membaca kitab suci. Dikeluarkannyalah kitab suci berbahasa Batak Toba dan tanpa perencanaan langsung membaca kisah bagaimana Yesus menegur keras para ahli Taurat dan orang Farisi.  Lalu, di ayat 13 dan 15, Maruap sangat tertohok sekali. Ayat ini sungguh mirip sekali dengan mereka yang sudah sering mengganggu dan mengancam nyawa Maruap beberapa kali. 

Jesus ini tabah sekali disiksa seperti itu, apa resepnya, pikir Maruap dengan jidat jadi berlipat-lipat kerutannya. 






 Bersambung.....
Terilhami dari kisah nyata. Terhidayahkan dari Allah langsung.