SERIAL CINTA & MISTERI: Kesaksian Iman







Genre: Misteri, Romance







Bagian pertama: Bloody Rose
Bagian kedua: Makhluk-Makhluk Banua Toru
Bagian ketiga: Tuhan Berencana, Manusia Berencana Pula
Bagian keempat: Bayangan Sosok Masa Depan
Bagian kelima: Serangan & Gangguan
Bagian keenam: Black Star
Bagian ketujuh: Ketika Roh-ku Bermain-main
Bagian kedelapan: Santet & Jampi-Jampi
Bagian kesembilan: 
Hunter
Bagian kesepuluh: Mimpi & Penglihatan
Bagian kesebelas: Porsea
Bagian kedua belas: Rekayasa Dunia, Realita Buatan
Bagian ketiga belas: Fasik (1)
Bagian keempat belas: Fasik (2)
Bagian kelima belas: Pengalihan Isu
Bagian keenam belas: Van Weiderveld (1)
Bagian ketujuh belas: Efek Samping
Bagian kedelapan belas: Van Weiderveld (2)
Bagian kesembilan belas: Manipulasi (1)
Bagian kedua puluh: Manipulasi (2)

Bagian kedua puluh satu: Manipulasi (3)
Bagian kedua puluh dua: Serangan Mimpi Buruk
Bagian kedua puluh tiga: Van Weiderveld (3)
Bagian kedua puluh empat: Van Weiderveld (4)

Bagian kedua puluh lima: Trik Jaman Baheula
Bagian kedua puluh enam: Napas Allah
Bagian kedua puluh tujuh: Tuduhan & Penyesatan
Bagian kedua puluh delapan: Permainan Alam Lain (1)
Bagian kedua puluh sembilan: Permainan Alam Lain (2)
Bagian ketiga puluh: Permainan Alam Lain (3)
Bagian ketiga puluh satu: Permainan Alam Lain (4)
Bagian ketiga puluh dua: Para Pengganggu Alam Semesta
Bagian ketiga puluh tiga: Half-Blood (Berdarah Campuran)
Bagian ketiga puluh empat: Campur Tangan Allah
Bagian ketiga puluh lima: Van Weiderveld (5)
Bagian ketiga puluh tujuh: Novena & Rosario
Bagian ketiga puluh delapan: Ilusi Optik
Bagian ketiga puluh sembilan: Exorcism
Bagian keempat puluh: Asaji
Bagian keempat puluh satu: Doa dan/atau Mantra
Bagian keempat puluh dua: 6 Orders 6 Freimaurers 6 Ordos
Bagian keempat puluh tiga: Horcrux (Horrible Crucifix) 
Bagian keempat puluh empat: Noblesse Oblige
Bagian keempat puluh lima: Hades
Bagian keempat puluh enam: Teror Para Siluman Mimpi
Bagian keempat puluh tujuh: Mak Comblang (1)
Bagian keempat puluh delapan: Mak Comblang (2)
Bagian keempat puluh sembilan: Mak Comblang (3)
Bagian kelima puluh: Human Special Radar from God

Seperti Sudah Diatur Allah







** Cerita ini pun terinspirasi dan aku dedikasikan untukmu, Shania **





Sumber: LB & FM.






Peristiwa itu terjadi siang hari. Pemuda itu hanya berdua saja dengan abang sepupunya yang memang dimintai oleh almarhumah ibunda si pemuda untuk melindungi; juga agar si pemuda bisa lebih banyak bertanya akan beberapa hal dan topik tertentu. Ayahnya pergi mencari sesuap nasi. Kakak nomor duanya pun sama. Sementara adiknya indekos karena kepentingan pekerjaan. 

Semenjak pagi, si pemuda agak gelisah. Batinnya sangat gelisah. Apalagi semenjak kejadian sabtu itu. Sabtu itu, dirinya mendengar seperti ada suara lemparan ke arah atap rumahnya. Begitu bangun, di siang harinya, pemuda itu mengecek ke atap. Ternyata banyak benda misterius di sana. Lampu itu juga putus misterius. Sangat ganjil. Yah, jika dipikir-pikir pasti akan selalu ada alasan logisnya (yang mungkin dibuat-buat). Namun, hal-hal itu sungguh aneh. Itulah kenapa, kamis itu, paginya, dirinya melihat ke tempat yang sama. Ada beberapa benda misterius di sana. Salah satunya, sebuah ranting. Ranting itu dari mana, pikir si pemuda dengan dahi berkerut.  Kalau dari pohon milik tetangga di rumah seberang, rasanya tak mungkin. Jarak antara rumahnya dan rumah tetangga seberang lumayan jauh. Itu terpisahkan oleh jalan yang tak terlalu kecil. Diterbangkan angin, tak mungkin. Mungkin memang karena alasan 'itu'.

Yah, 'itu'. Jika tak ditemukan alasan logis dan hati kita tetap menganggap aneh, berarti memang penyebabnya karena dunia supranatural, sesuatu yang selama ini amat tidak dipercayainya. 

Selain ranting itu, ada beberapa benda misterius lainnya. Batu-batu berukuran sedang, beberapa lembar kertas tisu (yang tak mungkin kakak dan adiknya sejorok itu), juga puntung rokok (abangnya memang perokok, namun tak mungkin dibuang ke atap). Itulah mengapa pemuda mulai yakin itu semua ganjil. Begitu memasuki jam satu siang, si pemuda itu turun ke atap semata demi membersihkan atap rumahnya dari benda-benda misterius tersebut. Awalnya masih baik-baik saja. Namun satu-dua menit kemudian di atas atap, si pemuda mulai merasa keseimbangan tubuhnya hilang. Seperti ada yang mau mendorongnya agar terjatuh saja. Beberapa kali malah. Asbes yang menjadi bahan pembuat atap itu seperti mulai terasa tak beres. Seperti mau patah. Itu pun aneh. Karena saat hari sabtu itu, tanda-tanda seperti itu tak ada. Lalu,  masing-masing asbes tak terlihat ada cacat sedikit pun. 

Sebab itulah, si pemuda komat-komat mengucapkan doa. Malang tak dapat ditolak, dirinya terjatuh. Bagaikan ada tangan ilahi yang menyelamatkannya, setelah kejadian, si pemuda merasa aneh saja. Jika Tuhan tak menolong, seharusnya bisa saja dirinya jatuh tidak tepat di atas mobil keluarganya. Nyatanya, dia jatuh tepat sekali di atas mobil tersebut tanpa cedera. Paling dirinya hanya lecet dan rugi uang demi mengganti asbes yang rusak. Atap yang bolong itu harus segera tertutupi sebelum ayahnya tahu. Saat atap itu ditutupi, sekitar satu jam kemudian, beberapa tetangganya heboh sendiri. Ada satu orang yang mencurigakan bagi si pemuda. Si pemuda baru ingat, si bapak dari tadi berada di lapangan dan terus menerus memperhatikan rumahnya sembari bibirnya agak komat-kamit. 

Bukan hanya itu saja, si pemuda diselamatkan oleh Tuhan. Masih di tahun yang sama pula, dirinya pernah luput saat taksi yang ditumpangi mengalami kejadian mengerikan. Sebab, mendadak ada dua buah sepeda motor yang seperti tak sengaja menabrak. Si pengendara lalu memaki-maki untuk minta ganti rugi. Si supir taksi langsung mengebut dengan kecepatan sangat berbahaya. Si pemuda, begitu pulang ke rumahnya, mulai merasa kejadian tersebut seperti sudah direkayasa saja. Banyak yang ganjil. Tapi si pemuda tetap bersyukur bahwa dirinya tak kenapa-napa. 

Masih banyak pula pengalaman-pengalaman dirinya diselamatkan oleh Tuhan. Mulai dari kejadian dirinya tak jadi dari peristiwa hendak ditenggelamkan ke sungai (karena si kakek pendayung ketakutan dengan gonggongan beberapa anjing liar) hingga saat si pemuda sempat tak sadarkan diri. Napas si pemuda seperti berhenti saja dan dirinya sempat melihat bagaimana menyeramkannya alam baka tersebut. Itu bermula saat sore harinya si pemuda dengan kalap dan khilaf menenggak dua tablet obat sakit kepala dalam kurun waktu dua jam. Itu hal fatal yang si pemuda itu seperti tak sengaja melakukannya. Sebab awalnya dirinya hanya menenggak satu tablet. Karena tak kunjung tertidur dan masih terus pusing hebat, dirinya harus menelan satu tablet sekali lagi. Temannya bilang, "Ada yang kirim gelombang berarti ke arah lu." Apapun itu, setelah sempat melihat alam baka sebentar, si pemuda wajib bersyukur bahwa dirinya masih diberikan kesempatan hidup. Allah telah menyelamatkannya dari para setan yang sudah siap memangsanya. Begitu bangun, dirinya tergerak untuk keluar rumah. Banyak yang ganjil di luar rumahnya. Mulai dari satpam mengikutinya (aneh saja mengapa begitu kebetulan sekali bertemu dengannya) hingga suara seruling bernada menakutkan tersebut. Ada beberapa anjing liar yang seperti coba beringsut kepada dirinya. Mungkin ingin memberitahukan sesuatu padanya bahwa ada beberapa orang di komplek tersebut yang ingin coba membunuhnya malam itu.

Itu beberapa kali kejadian aneh yang telah dialami si pemuda. Sebetulnya masih banyak yang lainnya. Saking banyaknya, si pemuda sampai jadi malas untuk menghitungnya. Pernah dalam tidurnya si pemuda dicekik sampai tak bisa bernapas. Atau saat bangun-bangun di lengannya ada beberapa cakaran misterius (yang rasanya tak mungkin dirinya yang mencakar). Atau, bagaimana pula dengan bau-bauan misterius yang beberapa di antaranya sempat membuat dirinya sulit bernapas. Itu semua terus dirahasiakannya bahkan dari keluarga intinya sendiri. Si pemuda takut ayahnya tak akan percaya atau kakak nomor duanya mengiranya telah mengarang-ngarang cerita. Bagaimanapun itu semua memang aneh dan tak logis saja. Bisa-bisa dirinya diejek yang bukan-bukan. 






Atap rumah di mana aku terjatuh secara gaib dan misterius nan supranatural. Waktu itu, di bawahnya ada mobil Honda CRV. 







"Begitulah, Maruap," ujar sosok bersayap setelah selesai menunjukan bayangan peristiwa tersebut. 

"Sakti sekali si pemuda!" decak Maruap.

"Kelak, salah satu dari keturunanmu akann melahirkan pemuda tersebut. Pemuda itu kelak akan berjumpa dengan beberapa yang terpilih lainnya dengan campur tangan Allah." kata si sosok yang lalu memberikan kepada Maruap sebuah buku yang di dalamnya terdapat kejadian yang hampir mirip dengan yang sudah diperlihatkan oleh sosok bersayap yang telah lama dikenal sebagai penyembuh sejati tersebut.


1 Raja-raja 18:16-46 Lalu pergilah Obaja menemui Ahab dan memberitahukan hal itu kepadanya. Kemudian Ahab pergi menemui Elia. Segera sesudah Ahab melihat Elia, ia berkata kepadanya: "Engkaukah itu, yang mencelakakan Israel?" Jawab Elia kepadanya: "Bukan aku yang mencelakakan Israel, melainkan engkau ini dan kaum keluargamu, sebab kamu telah meninggalkan perintah-perintah TUHAN dan engkau ini telah mengikuti para Baal. Sebab itu, suruhlah mengumpulkan seluruh Israel ke gunung Karmel, juga nabi-nabi Baal yang empat ratus lima puluh orang itu dan nabi-nabi Asyera yang empat ratus itu, yang mendapat makan dari meja istana Izebel." Ahab mengirim orang ke seluruh Israel dan mengumpulkan nabi-nabi itu ke gunung Karmel. Lalu Elia mendekati seluruh rakyat itu dan berkata: "Berapa lama lagi kamu berlaku timpang dan bercabang hati? Kalau TUHAN itu Allah, ikutilah Dia, dan kalau Baal, ikutilah dia." Tetapi rakyat itu tidak menjawabnya sepatah kata pun.Lalu Elia berkata kepada rakyat itu: "Hanya aku seorang diri yang tinggal sebagai nabi TUHAN, padahal nabi-nabi Baal itu ada empat ratus lima puluh orang banyaknya. Namun, baiklah diberikan kepada kami dua ekor lembu jantan; biarlah mereka memilih seekor lembu, memotong-motongnya, menaruhnya ke atas kayu api, tetapi mereka tidak boleh menaruh api. Aku pun akan mengolah lembu yang seekor lagi, meletakkannya ke atas kayu api dan juga tidak akan menaruh api. Kemudian biarlah kamu memanggil nama allahmu dan aku pun akan memanggil nama TUHAN. Maka allah yang menjawab dengan api, dialah Allah!" Seluruh rakyat menyahut, katanya: "Baiklah demikian!" Kemudian Elia berkata kepada nabi-nabi Baal itu: "Pilihlah seekor lembu dan olahlah itu dahulu, karena kamu ini banyak. Sesudah itu panggillah nama allahmu, tetapi kamu tidak boleh menaruh api."Mereka mengambil lembu yang diberikan kepada mereka, mengolahnya dan memanggil nama Baal dari pagi sampai tengah hari, katanya: "Ya Baal, jawablah kami!" Tetapi tidak ada suara, tidak ada yang menjawab. Sementara itu mereka berjingkat-jingkat di sekeliling mezbah yang dibuat mereka itu. Pada waktu tengah hari Elia mulai mengejek mereka, katanya: "Panggillah lebih keras, bukankah dia allah? Mungkin ia merenung, mungkin ada urusannya, mungkin ia bepergian; barangkali ia tidur, dan belum terjaga."Maka mereka memanggil lebih keras serta menoreh-noreh dirinya dengan pedang dan tombak, seperti kebiasaan mereka, sehingga darah bercucuran dari tubuh mereka.Sesudah lewat tengah hari, mereka kerasukan sampai waktu mempersembahkan korban petang, tetapi tidak ada suara, tidak ada yang menjawab, tidak ada tanda perhatian.Kata Elia kepada seluruh rakyat itu: "Datanglah dekat kepadaku!" Maka mendekatlah seluruh rakyat itu kepadanya. Lalu ia memperbaiki mezbah TUHAN yang telah diruntuhkan itu. Kemudian Elia mengambil dua belas batu, menurut jumlah suku keturunan Yakub. — Kepada Yakub ini telah datang firman TUHAN: "Engkau akan bernama Israel." —  Ia mendirikan batu-batu itu menjadi mezbah demi nama TUHAN dan membuat suatu parit sekeliling mezbah itu yang dapat memuat dua sukat benih. Ia menyusun kayu api, memotong lembu itu dan menaruh potongan-potongannya di atas kayu api itu. Sesudah itu ia berkata: "Penuhilah empat buyung dengan air, dan tuangkan ke atas korban bakaran dan ke atas kayu api itu!" Kemudian katanya: "Buatlah begitu untuk kedua kalinya!" Dan mereka berbuat begitu untuk kedua kalinya. Kemudian katanya: "Buatlah begitu untuk ketiga kalinya!" Dan mereka berbuat begitu untuk ketiga kalinya,sehingga air mengalir sekeliling mezbah itu; bahkan parit itu pun penuh dengan air. Kemudian pada waktu mempersembahkan korban petang, tampillah nabi Elia dan berkata: "Ya TUHAN, Allah Abraham, Ishak dan Israel, pada hari ini biarlah diketahui orang, bahwa Engkaulah Allah di tengah-tengah Israel dan bahwa aku ini hamba-Mu dan bahwa atas firman-Mulah aku melakukan segala perkara ini.Jawablah aku, ya TUHAN, jawablah aku, supaya bangsa ini mengetahui, bahwa Engkaulah Allah, ya TUHAN, dan Engkaulah yang membuat hati mereka tobat kembali." Lalu turunlah api TUHAN menyambar habis korban bakaran, kayu api, batu dan tanah itu, bahkan air yang dalam parit itu habis dijilatnya.Ketika seluruh rakyat melihat kejadian itu, sujudlah mereka serta berkata: "TUHAN, Dialah Allah! TUHAN, Dialah Allah!" Kata Elia kepada mereka: "Tangkaplah nabi-nabi Baal itu, seorang pun dari mereka tidak boleh luput." Setelah ditangkap, Elia membawa mereka ke sungai Kison dan menyembelih mereka di sana.Kemudian berkatalah Elia kepada Ahab: "Pergilah, makanlah dan minumlah, sebab bunyi derau hujan sudah kedengaran."Lalu Ahab pergi untuk makan dan minum. Tetapi Elia naik ke puncak gunung Karmel, lalu ia membungkuk ke tanah, dengan mukanya di antara kedua lututnya. Setelah itu ia berkata kepada bujangnya: "Naiklah ke atas, lihatlah ke arah laut." Bujang itu naik ke atas, ia melihat dan berkata: "Tidak ada apa-apa." Kata Elia: "Pergilah sekali lagi." Demikianlah sampai tujuh kali. Pada ketujuh kalinya berkatalah bujang itu: "Wah, awan kecil sebesar telapak tangan timbul dari laut." Lalu kata Elia: "Pergilah, katakan kepada Ahab: Pasang keretamu dan turunlah, jangan sampai engkau terhalang oleh hujan." Maka dalam sekejap mata langit menjadi kelam oleh awan badai, lalu turunlah hujan yang lebat. Ahab naik kereta lalu pergi ke Yizreel.Tetapi kuasa TUHAN berlaku atas Elia. Ia mengikat pinggangnya dan berlari mendahului Ahab sampai ke jalan yang menuju Yizreel. 


"Sungguh kisah itu betapa miripnya dengan kejadian yang telah dialami oleh si pemuda." Maruap bersaksi. Well, si pemuda pernah beberapa kali menantang orang-orang kompleknya dan menang karena pertolongan Allah. 






Saat ada anak kucing mendadak bisa masuk ke dalam kamarku secara gaib. Padahal nggak buka pintu lebar dan lubang ventilasinya lumayan sempit untuk dimasuki oleh anak kucing. Eh tahu-tahu sudah berada di atas lemari gantung. 







Bersambung.....
Terilhami dari kisah nyata. Terhidayahkan dari Allah langsung.