Tuesday, November 14, 2017

SERIAL CINTA & MISTERI: Hades







Genre: Misteri, Romance







Bagian pertama: Bloody Rose
Bagian kedua: Makhluk-Makhluk Banua Toru
Bagian ketiga: Tuhan Berencana, Manusia Berencana Pula
Bagian keempat: Bayangan Sosok Masa Depan
Bagian kelima: Serangan & Gangguan
Bagian keenam: Black Star
Bagian ketujuh: Ketika Roh-ku Bermain-main
Bagian kedelapan: Santet & Jampi-Jampi
Bagian kesembilan: 
Hunter
Bagian kesepuluh: Mimpi & Penglihatan
Bagian kesebelas: Porsea
Bagian kedua belas: Rekayasa Dunia, Realita Buatan
Bagian ketiga belas: Fasik (1)
Bagian keempat belas: Fasik (2)
Bagian kelima belas: Pengalihan Isu
Bagian keenam belas: Van Weiderveld (1)
Bagian ketujuh belas: Efek Samping
Bagian kedelapan belas: Van Weiderveld (2)
Bagian kesembilan belas: Manipulasi (1)
Bagian kedua puluh: Manipulasi (2)

Bagian kedua puluh satu: Manipulasi (3)
Bagian kedua puluh dua: Serangan Mimpi Buruk
Bagian kedua puluh tiga: Van Weiderveld (3)
Bagian kedua puluh empat: Van Weiderveld (4)

Bagian kedua puluh lima: Trik Jaman Baheula
Bagian kedua puluh enam: Napas Allah
Bagian kedua puluh tujuh: Tuduhan & Penyesatan
Bagian kedua puluh delapan: Permainan Alam Lain (1)
Bagian kedua puluh sembilan: Permainan Alam Lain (2)
Bagian ketiga puluh: Permainan Alam Lain (3)
Bagian ketiga puluh satu: Permainan Alam Lain (4)
Bagian ketiga puluh dua: Para Pengganggu Alam Semesta
Bagian ketiga puluh tiga: Half-Blood (Berdarah Campuran)
Bagian ketiga puluh empat: Campur Tangan Allah
Bagian ketiga puluh lima: Van Weiderveld (5)
Bagian ketiga puluh tujuh: Novena & Rosario
Bagian ketiga puluh delapan: Ilusi Optik
Bagian ketiga puluh sembilan: Exorcism
Bagian keempat puluh: Asaji
Bagian keempat puluh satu: Doa dan/atau Mantra
Bagian keempat puluh dua: 6 Orders 6 Freimaurers 6 Ordos
Bagian keempat puluh tiga: Horcrux (Horrible Crucifix) 
Bagian keempat puluh empat: Noblesse Oblige

Seperti Sudah Diatur Allah







** Cerita ini pun terinspirasi dan aku dedikasikan untukmu, Shania **






Penampakan supermoon yang agak mirip dengan penampakan Planet X yang keberadaannya selalu disembunyikan oleh NASA mati-matian. Planet itu terletak di rasi bintang Orion.












Jakarta, Era 2000

Ana semakin merapatkan dirinya ke tubuh kekasihnya, Jean. Perempuan berdarah Amerika itu lalu berbisik, "Jean, kamu lihat pemuda barusan?"

Jean mengangguk. 

"Aku seperti bisa melihat ada sesosok gadis belia nan cantik di tubuh pemuda itu. Ke mana-mana gadis remaja itu selalu menempel si pemuda. Dan, si pemuda itu seperti tak terganggu." 

"Seperti kamu, kan, yang ke mana-mana selalu mengekoriku, Ana?!" sindir Jean nyengir. 

Ana langsung mencubit lengan Jean. "Apa-apaan kamu ini! Aku serius!" 

"Aku hanya bercanda, Ana," ujar Jean masih nyengir.

Ingin rasanya Ana marah, namun sukar. Semenjak datang ke Indonesia beberapa tahun lalu, Jean perlahan berubah. Pacarnya itu jadi lebih periang dan hobi bercanda. Pendiamnya masih sama. Namun kalau didesak, Jean bisa sebawel ibu-ibu di negara republik ini jika tengah berbelanja sayur-mayur di penjual sayur yang sering Ana temukan di komplek perumahan. Apa mungkin karena perjumpaan Jean dengan pemuda Indonesia bertubuh besar itu? Siapa namanya? Kalau tak salah Kristo. Jean sering menyebut-nyebut nama pemuda itu. 

Omong-omong, pacarnya dan pemuda bernama Kristo itu siapa sebenarnya? Mengapa tiap keduanya berada dalam satu lokasi yang sama, Ana sering merasakan aura dahsyat yang seolah dari Allah saja?

Ana makin khawatir setelah menyaksikan sendiri bahwa semenjak berada di Jakarta, hidup kekasihnya semakin sering bersentuhan dengan bahaya. Seperti yang terjadi tempo hari saat Jean dan rekan-rekan di satu tim khusus akhirnya berhasil melumpuhkan seseorang yang konon kelak menjadi dajjal (yang kemudian akan dibawa ke Roma).

*****

Kisah ini terjadi di bawah tanah. Terjadinya di sebuah ruangan maha rahasia yang berada di sebuah bangunan yang berlokasi di kawasan Jakarta Selatan. Di sana, beberapa orang tampak bersorak-sorai. Sebab, mereka berhasil menangkap seseorang yang konon dianggap cukup berbahaya. Konon, pria berdarah Iran-Arab Saudi ini bagian dari kelompok-kelompok tertentu. Pria itu salah satu otak dari beberapa peristiwa penting seperti terorisme dan radikalisme. 

Pemuda bernama Jean itu langsung mendatangi si pria yang bertinggi badan sekitar 169 cm. Jean agak kesal dengan pria ini. Dirinya juga sedikit kalut. Pria ini jelas bukan pria sembarangan, pikir Jean.

Si pria tertawa kesetanan. Katanya, "Hey, Orang Perancis sialan!"

Jean kaget. Bisa juga pria bernama Ahmed ini berbahasa Perancis. Ia kira Ahmed ini hanya mengerti bahasa Arab, Inggris, dan Persia saja. 

"Kamu dan temanmu bisa saja berhasil meringkusku. Namun orang-orang kami tidak akan pernah tinggal diam. Salah satu pemimpin kami yang bernama Cipta itu bahkan tengah merencanakan sesuatu yang lebih hebat lagi daripada yang barusan. Mata batinku bisa saja dibutakan oleh pemuda bernama Kristo itu. Yang namanya Kristo itu bisa saja melumpuhkanku dengan pedangnya yang ia sebut excalibur itu dalam perang batin beberapa hari yang lalu. Namun aku dan orang-orangku tidak akan tinggal diam begitu saja. You got it, Frankie?" gertak Ahmed. Frankie diambil dari kata Frank, asal muasal dari bangsa Perancis.

"I will never get afraid to you and your people, Demon Worshipper!" gertak balik Jean dengan seringai yang lumayan tajam.

*****

Jakarta, Masih Era 2000

Begitu Akira terbangun dari tidurnya, tergeraklah hatinya untuk membaca kitab suci. Tanpa perencanaan yang matang sebelumnya, juga bukan dari buku renungan, dirinya langsung saja membaca nats 1 Raja-raja 21. Itu tentang kisah Raja Ahab dan Nabot; serta tentang bagaimana Raja Ahab ditegur keras oleh Nabi Elia yang lebih muda dan rendah dari sang raja Israel tersebut. 

1 Raja-raja 21:1-29
Sesudah itu terjadilah hal yang berikut. Nabot, orang Yizreel, mempunyai kebun anggur di Yizreel, di samping istana Ahab, raja Samaria. 
Berkatalah Ahab kepada Nabot: "Berikanlah kepadaku kebun anggurmu itu, supaya kujadikan kebun sayur, sebab letaknya dekat rumahku. Aku akan memberikan kepadamu kebun anggur yang lebih baik dari pada itu sebagai gantinya, atau jikalau engkau lebih suka, aku akan membayar harganya kepadamu dengan uang."  
Jawab Nabot kepada Ahab: "Kiranya TUHAN menghindarkan aku dari pada memberikan milik pusaka nenek moyangku kepadamu!"  
Lalu masuklah Ahab ke dalam istananya dengan kesal hati dan gusar karena perkataan yang dikatakan Nabot, orang Yizreel itu, kepadanya: "Tidak akan kuberikan kepadamu milik pusaka nenek moyangku." Maka berbaringlah ia di tempat tidurnya dan menelungkupkan mukanya dan tidak mau makan. 
Lalu datanglah Izebel, isterinya, dan berkata kepadanya: "Apa sebabnya hatimu kesal, sehingga engkau tidak makan?" 
Lalu jawabnya kepadanya: "Sebab aku telah berkata kepada Nabot, orang Yizreel itu: Berikanlah kepadaku kebun anggurmu dengan bayaran uang atau jika engkau lebih suka, aku akan memberikan kebun anggur kepadamu sebagai gantinya. Tetapi sahutnya: Tidak akan kuberikan kepadamu kebun anggurku itu."  
Kata Izebel, isterinya, kepadanya: "Bukankah engkau sekarang yang memegang kuasa raja atas Israel? Bangunlah, makanlah dan biarlah hatimu gembira! Aku akan memberikan kepadamu kebun anggur Nabot, orang Yizreel itu." 
Kemudian ia menulis surat atas nama Ahab, memeteraikannya dengan meterai raja, lalu mengirim surat itu kepada tua-tua dan pemuka-pemuka yang diam sekota dengan Nabot. Dalam surat itu ditulisnya demikian: "Maklumkanlah puasa dan suruhlah Nabot duduk paling depan di antara rakyat. Suruh jugalah dua orang dursila duduk menghadapinya, dan mereka harus naik saksi terhadap dia, dengan mengatakan: Engkau telah mengutuk Allah dan raja. Sesudah itu bawalah dia ke luar dan lemparilah dia dengan batu sampai mati."
Orang-orang sekotanya, yakni tua-tua dan pemuka-pemuka, yang diam di kotanya itu, melakukan seperti yang diperintahkan Izebel kepada mereka, seperti yang tertulis dalam surat yang dikirimkannya kepada mereka.  Mereka memaklumkan puasa dan menyuruh Nabot duduk paling depan di antara rakyat. Kemudian datanglah dua orang, yakni orang-orang dursila itu, lalu duduk menghadapi Nabot. Orang-orang dursila itu naik saksi terhadap Nabot di depan rakyat, katanya: "Nabot telah mengutuk Allah dan raja." Sesudah itu mereka membawa dia ke luar kota, lalu melempari dia dengan batu sampai mati.  Setelah itu mereka menyuruh orang kepada Izebel mengatakan: "Nabot sudah dilempari sampai mati."  
Segera sesudah Izebel mendengar, bahwa Nabot sudah dilempari sampai mati, berkatalah Izebel kepada Ahab: "Bangunlah, ambillah kebun anggur Nabot, orang Yizreel itu, menjadi milikmu, karena Nabot yang menolak memberikannya kepadamu dengan bayaran uang, sudah tidak hidup lagi; ia sudah mati."  
Segera sesudah Ahab mendengar, bahwa Nabot sudah mati, ia bangun dan pergi ke kebun anggur Nabot, orang Yizreel itu, untuk mengambil kebun itu menjadi miliknya. 
Tetapi datanglah firman TUHAN kepada Elia, orang Tisbe itu, bunyinya:  "Bangunlah, pergilah menemui Ahab, raja Israel yang di Samaria. Ia telah pergi ke kebun anggur Nabot untuk mengambil kebun itu menjadi miliknya. Katakanlah kepadanya, demikian: Beginilah firman TUHAN: Engkau telah membunuh serta merampas juga! Katakan pula kepadanya: Beginilah firman TUHAN: Di tempat anjing telah menjilat darah Nabot, di situ jugalah anjing akan menjilat darahmu."  
Kata Ahab kepada Elia: "Sekarang engkau mendapat aku, hai musuhku?" Jawabnya: "Memang sekarang aku mendapat engkau, karena engkau sudah memperbudak diri dengan melakukan apa yang jahat di mata TUHAN. Sesungguhnya, Aku akan mendatangkan malapetaka kepadamu, Aku akan menyapu engkau dan melenyapkan setiap orang laki-laki dari keluarga Ahab, baik yang tinggi maupun yang rendah kedudukannya di Israel. Dan Aku akan memperlakukan keluargamu sama seperti keluarga Yerobeam bin Nebat dan seperti keluarga Baesa bin Ahia, oleh karena engkau menimbulkan sakit hati-Ku, dan oleh karena engkau mengakibatkan orang Israel berbuat dosa. Juga mengenai Izebel TUHAN telah berfirman: Anjing akan memakan Izebel di tembok luar Yizreel.  Siapa dari keluarga Ahab yang mati di kota akan dimakan anjing dan yang mati di padang akan dimakan burung di udara." 
Sesungguhnya tidak pernah ada orang seperti Ahab yang memperbudak diri dengan melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, karena ia telah dibujuk oleh Izebel, isterinya.  Bahkan ia telah berlaku sangat keji dengan mengikuti berhala-berhala, tepat seperti yang dilakukan oleh orang Amori yang telah dihalau TUHAN dari depan orang Israel.  Segera sesudah Ahab mendengar perkataan itu, ia mengoyakkan pakaiannya, mengenakan kain kabung pada tubuhnya dan berpuasa. Bahkan ia tidur dengan memakai kain kabung, dan berjalan dengan langkah lamban. 
Lalu datanglah firman TUHAN kepada Elia, orang Tisbe itu:  "Sudahkah kaulihat, bahwa Ahab merendahkan diri di hadapan-Ku? Oleh karena ia telah merendahkan diri di hadapan-Ku, maka Aku tidak akan mendatangkan malapetaka dalam zamannya; barulah dalam zaman anaknya Aku akan mendatangkan malapetaka atas keluarganya." 

Selesai membaca, samar-samar Akira seperti mendengar suara Sylvie, perempuan bule yang menggodanya sampai membuat Zafira cemburu dan kesal setengah mati.  Ujar Sylvie Van Huis, "Kamu jangan takut sama bos dan rekan-rekanmu di majalah itu. Kalau memang salah, kamu tegur dan lawan. Kamu tenang saja. Tuhan pasti menyertaimu dan pacarmu. Keadilan Tuhan pasti juga akan datang."





Tanggal 9 Maret 2016, telah terjadi gerhana matahari yang sempat menghebohkan masyarakat Indonesia.







Tapanuli, Era 1700-1800

Keluaran 14:1-31 
Berfirmanlah TUHAN kepada Musa, demikian: "Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka balik kembali dan berkemah di depan Pi-Hahirot, antara Migdol dan laut; tepat di depan Baal-Zefon berkemahlah kamu, di tepi laut. Maka Firaun akan berkata tentang orang Israel: Mereka telah sesat di negeri ini, padang gurun telah mengurung mereka. Aku akan mengeraskan hati Firaun, sehingga ia mengejar mereka. Dan terhadap Firaun dan seluruh pasukannya Aku akan menyatakan kemuliaan-Ku, sehingga orang Mesir mengetahui, bahwa Akulah TUHAN." 
Lalu mereka berbuat demikian. Ketika diberitahukan kepada raja Mesir, bahwa bangsa itu telah lari, maka berubahlah hati Firaun dan pegawai-pegawainya terhadap bangsa itu, dan berkatalah mereka: "Apakah yang telah kita perbuat ini, bahwa kita membiarkan orang Israel pergi dari perbudakan kita?" Kemudian ia memasang keretanya dan membawa rakyatnya serta. Ia membawa enam ratus kereta yang terpilih, ya, segala kereta Mesir, masing-masing lengkap dengan perwiranya. Demikianlah TUHAN mengeraskan hati Firaun, raja Mesir itu, sehingga ia mengejar orang Israel. Tetapi orang Israel berjalan terus dipimpin oleh tangan yang dinaikkan.
Adapun orang Mesir, segala kuda dan kereta Firaun, orang-orang berkuda dan pasukannya, mengejar mereka dan mencapai mereka pada waktu mereka berkemah di tepi laut, dekat Pi-Hahirot di depan Baal-Zefon. Ketika Firaun telah dekat, orang Israel menoleh, maka tampaklah orang Mesir bergerak menyusul mereka. Lalu sangat ketakutanlah orang Israel dan mereka berseru-seru kepada TUHAN, dan mereka berkata kepada Musa: "Apakah karena tidak ada kuburan di Mesir, maka engkau membawa kami untuk mati di padang gurun ini? Apakah yang kauperbuat ini terhadap kami dengan membawa kami keluar dari Mesir? Bukankah ini telah kami katakan kepadamu di Mesir: Janganlah mengganggu kami dan biarlah kami bekerja pada orang Mesir. Sebab lebih baik bagi kami untuk bekerja pada orang Mesir dari pada mati di padang gurun ini."  
Tetapi berkatalah Musa kepada bangsa itu: "Janganlah takut, berdirilah tetap dan lihatlah keselamatan dari TUHAN, yang akan diberikan-Nya hari ini kepadamu; sebab orang Mesir yang kamu lihat hari ini, tidak akan kamu lihat lagi untuk selama-lamanya. TUHAN akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja."  
Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Mengapakah engkau berseru-seru demikian kepada-Ku? Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka berangkat. Dan engkau, angkatlah tongkatmu dan ulurkanlah tanganmu ke atas laut dan belahlah airnya, sehingga orang Israel akan berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering. Tetapi sungguh Aku akan mengeraskan hati orang Mesir, sehingga mereka menyusul orang Israel, dan terhadap Firaun dan seluruh pasukannya, keretanya dan orangnya yang berkuda, Aku akan menyatakan kemuliaan-Ku. Maka orang Mesir akan mengetahui, bahwa Akulah TUHAN, apabila Aku memperlihatkan kemuliaan-Ku terhadap Firaun, keretanya dan orangnya yang berkuda."  
Kemudian bergeraklah Malaikat Allah, yang tadinya berjalan di depan tentara Israel, lalu berjalan di belakang mereka; dan tiang awan itu bergerak dari depan mereka, lalu berdiri di belakang mereka. Demikianlah tiang itu berdiri di antara tentara orang Mesir dan tentara orang Israel; dan oleh karena awan itu menimbulkan kegelapan, maka malam itu lewat, sehingga yang satu tidak dapat mendekati yang lain, semalam-malaman itu. Lalu Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, dan semalam-malaman itu TUHAN menguakkan air laut dengan perantaraan angin timur yang keras, membuat laut itu menjadi tanah kering; maka terbelahlah air itu.
Demikianlah orang Israel berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering; sedang di kiri dan di kanan mereka air itu sebagai tembok bagi mereka. Orang Mesir mengejar dan menyusul mereka — segala kuda Firaun, keretanya dan orangnya yang berkuda — sampai ke tengah-tengah laut. Dan pada waktu jaga pagi, TUHAN yang di dalam tiang api dan awan itu memandang kepada tentara orang Mesir, lalu dikacaukan-Nya tentara orang Mesir itu. Ia membuat roda keretanya berjalan miring dan maju dengan berat, sehingga orang Mesir berkata: "Marilah kita lari meninggalkan orang Israel, sebab TUHANlah yang berperang untuk mereka melawan Mesir."
Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Ulurkanlah tanganmu ke atas laut, supaya air berbalik meliputi orang Mesir, meliputi kereta mereka dan orang mereka yang berkuda." 
Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, maka menjelang pagi berbaliklah air laut ke tempatnya, sedang orang Mesir lari menuju air itu; demikianlah TUHAN mencampakkan orang Mesir ke tengah-tengah laut. Berbaliklah segala air itu, lalu menutupi kereta dan orang berkuda dari seluruh pasukan Firaun, yang telah menyusul orang Israel itu ke laut; seorang pun tidak ada yang tinggal dari mereka. 
Tetapi orang Israel berjalan di tempat kering dari tengah-tengah laut, sedang di kiri dan di kanan mereka air itu sebagai tembok bagi mereka. Demikianlah pada hari itu TUHAN menyelamatkan orang Israel dari tangan orang Mesir. Dan orang Israel melihat orang Mesir mati terhantar di pantai laut. 
Ketika dilihat oleh orang Israel, betapa besarnya perbuatan yang dilakukan TUHAN terhadap orang Mesir, maka takutlah bangsa itu kepada TUHAN dan mereka percaya kepada TUHAN dan kepada Musa, hamba-Nya itu. 

Di hari minggu yang sangat berawan, dalam sebuah gedung gereja yang akan memulai ibadah minggunya, duduklah seorang perempuan bernama Sylvie Van Weiderveld dengan mata yang sangat berkaca-kaca. Sebab, hatinya sangat risau dan gundah gulana. Acap kali dirinya memikirkan dan mengkhawatirkan Maruap yang sudah lama tak pernah ditemuinya sejak Ibu Siti meninggal. Hatinya sangat meringis dan meraung membaca kisah bagaimana Allah membebaskan umat Israel dari perbudakan di tanah Mesir. Sylvie sangat berharap ada keajaiban maha dahsyat sehingga dirinya bisa memeluk dan mencium kekasihnya dengan amat mesra kembali.





Bersambung.....
Terilhami dari kisah nyata. Terhidayahkan dari Allah langsung.