Sunday, November 5, 2017

SERIAL CINTA & MISTERI: 6 Orders 6 Freimaurers 6 Ordos







Genre: Misteri, Romance







Bagian pertama: Bloody Rose
Bagian kedua: Makhluk-Makhluk Banua Toru
Bagian ketiga: Tuhan Berencana, Manusia Berencana Pula
Bagian keempat: Bayangan Sosok Masa Depan
Bagian kelima: Serangan & Gangguan
Bagian keenam: Black Star
Bagian ketujuh: Ketika Roh-ku Bermain-main
Bagian kedelapan: Santet & Jampi-Jampi
Bagian kesembilan: 
Hunter
Bagian kesepuluh: Mimpi & Penglihatan
Bagian kesebelas: Porsea
Bagian kedua belas: Rekayasa Dunia, Realita Buatan
Bagian ketiga belas: Fasik (1)
Bagian keempat belas: Fasik (2)
Bagian kelima belas: Pengalihan Isu
Bagian keenam belas: Van Weiderveld (1)
Bagian ketujuh belas: Efek Samping
Bagian kedelapan belas: Van Weiderveld (2)
Bagian kesembilan belas: Manipulasi (1)
Bagian kedua puluh: Manipulasi (2)

Bagian kedua puluh satu: Manipulasi (3)
Bagian kedua puluh dua: Serangan Mimpi Buruk
Bagian kedua puluh tiga: Van Weiderveld (3)
Bagian kedua puluh empat: Van Weiderveld (4)

Bagian kedua puluh lima: Trik Jaman Baheula
Bagian kedua puluh enam: Napas Allah
Bagian kedua puluh tujuh: Tuduhan & Penyesatan
Bagian kedua puluh delapan: Permainan Alam Lain (1)
Bagian kedua puluh sembilan: Permainan Alam Lain (2)
Bagian ketiga puluh: Permainan Alam Lain (3)
Bagian ketiga puluh satu: Permainan Alam Lain (4)
Bagian ketiga puluh dua: Para Pengganggu Alam Semesta
Bagian ketiga puluh tiga: Half-Blood (Berdarah Campuran)
Bagian ketiga puluh empat: Campur Tangan Allah
Bagian ketiga puluh lima: Van Weiderveld (5)
Bagian ketiga puluh tujuh: Novena & Rosario
Bagian ketiga puluh delapan: Ilusi Optik
Bagian ketiga puluh sembilan: Exorcism
Bagian keempat puluh: Asaji
Bagian keempat puluh satu: Doa dan/atau Mantra

Seperti Sudah Diatur Allah







** Cerita ini pun terinspirasi dan aku dedikasikan untukmu, Shania **






Tak hanya di Indonesia, beberapa negara juga memiliki slogan yang bernada dan bertujuan mirip dengan yang ini. Hmm... naluri detektifku muncul kembali. 😎











Wahyu 6:9-17
Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang kelima, aku melihat di bawah mezbah jiwa-jiwa mereka yang telah dibunuh oleh karena firman Allah dan oleh karena kesaksian yang mereka miliki. Dan mereka berseru dengan suara nyaring, katanya: "Berapa lamakah lagi, ya Penguasa yang kudus dan benar, Engkau tidak menghakimi dan tidak membalaskan darah kami kepada mereka yang diam di bumi?"
Dan kepada mereka masing-masing diberikan sehelai jubah putih, dan kepada mereka dikatakan, bahwa mereka harus beristirahat sedikit waktu lagi hingga genap jumlah kawan-kawan pelayan dan saudara-saudara mereka, yang akan dibunuh sama seperti mereka. Maka aku melihat, ketika Anak Domba itu membuka meterai yang keenam, sesungguhnya terjadilah gempa bumi yang dahsyat dan matahari menjadi hitam bagaikan karung rambut dan bulan menjadi merah seluruhnya bagaikan darah. Dan bintang-bintang di langit berjatuhan ke atas bumi bagaikan pohon ara menggugurkan buah-buahnya yang mentah, apabila ia digoncang angin yang kencang. Maka menyusutlah langit bagaikan gulungan kitab yang digulung dan tergeserlah gunung-gunung dan pulau-pulau dari tempatnya. Dan raja-raja di bumi dan pembesar-pembesar serta perwira-perwira, dan orang-orang kaya serta orang-orang berkuasa, dan semua budak serta orang merdeka bersembunyi ke dalam gua-gua dan celah-celah batu karang di gunung. Dan mereka berkata kepada gunung-gunung dan kepada batu-batu karang itu: "Runtuhlah menimpa kami dan sembunyikanlah kami terhadap Dia, yang duduk di atas takhta dan terhadap murka Anak Domba itu." Sebab sudah tiba hari besar murka mereka dan siapakah yang dapat bertahan?

*****

Sosok bersayap itu langsung menunjukan satu nats dari kitab suci. Ini sebuah kitab yang dituliskan oleh seorang rasul kesayangan Tuhan di sebuah pulau kecil bernama Patmos (kini pulau ini menjadi bagian dari negara Yunani). Nats ini, menurut beberapa orang, merupakan suatu nubuatan tentang kedatangan messiah yang kedua kali. Beberapa kelompok menganggapnya imam mahdi. Karena, konon Dia-lah imam agung yang terakhir yang akan menghakimi umat manusia kelak. Tidak ada yang tahu waktu itu kapan terjadi. Yang terjadi, beberapa orang coba menerka-nerka kedatangan-Nya, yang mana merupakan saat Bumi mencapai batas akhir (baca: kiamat).

"Sesungguhnya, segala nubuatan tentang waktu itu tidak hanya berdasarkan kitab Wahyu itu saja, Maruap," ujar sosok itu menjelaskan. "Segala nubuatan tentang hari itu--momen itu--tersembunyi di banyak cerita legenda dan mitos. Apa yang terkesan bercanda di mata manusia, dianggap serius oleh Allah. Itulah mengapa Yesus atau Isa mengambil contoh seorang anak kecil. Dan, banyak ilmuwan bawah tanah (underground scientist) sudah mengetahui hal itu sejak lama. Tak sedikit dari mereka yang berusaha mencocokkan segala legenda, mitos, dongeng, kisah agama, serta kisah-kisah dari segelintir keyakinan tertentu hanya untuk menebak secara pasti kapan saat itu tiba. Kitab yang kamu baca barusan, tak banyak yang bisa tahu makna sesungguhnya apa; namun sering dijadikan kunci pula untuk membuka banyak misteri. Waktu pastinya pula tak akan ada yang pernah mengetahui. Beberapa orang yang sering ditampakan mimpi dan penglihatan diburu dan diistimewakan, yang hanya untuk bisa menebak waktunya."

Maruap bingung mengapa sosok itu berkata seperti itu. Apa hubungannya dengan bayangan masa depan yang dilihatnya. Ada sesosok pemuda berusia dua puluhan yang tengah tidur. Di tengah-tengah dirinya tidur, bulu kuduknya merinding. Itu tepat saat detak-detik gerhana matahari akan terjadi. Begitu jarum pendek menunjuk angka enam, kehebohan terjadi di lingkungan di mana pemuda itu tinggal. Beberapa pemimpin keagamaan berteriak-teriak minta maaf selama hampir tiga puluh menit. Mereka bagaikan menyaksikan sesuatu maha dahsyat di angkasa. Memang itu benar. Terjadi sesuatu di langit. Ada bayangan sosok misterius di langit, yang tengah murka. Pada saat itu terjadi, di beberapa daerah lainnya mengalami gempa bumi cukup dahsyat.

Lalu hubungannya apa, pikir Maruap.

Sosok itu tahu dan berkata, "Sabar, Maruap. Yang jelas, kejadian yang kamu lihat barusan, memang sedikit dari beberapa pertanda bahwa segala nubuatan dari banyak sumber akan tergenapi  sampai mesias atau imam mahdi itu datang. Yang lalu, keluarga dari kekasihmu itu merupakan yang seringkali terus memburu dan menghalangi agar segala nubuatan itu terjadi. Mereka takut dampaknya, mereka takut terhadap Sang Pencipta, mereka pula ingin menciptakan satu dunia dan hegemoni baru. Konon, sudah sejak lama sekali, beberapa kelompok   menyiapkan rencana untuk menandingi kuasa Sang Pencipta. Satu persatu keahlian Sang Pencipta telah mereka tiru. Menciptakan cuaca, membaca isi doa, serta menciptakan makhluk, itulah beberapa dari keahlian Sang Pencipta yang mereka telah tiru. Mereka ingin seluruh umat manusia berada dalam kendali mereka."

"Lantas, hubungannya denganku, Sylvie, dan kejadian barusan itu apa?" Maruap semakin mengerutkan kening.

"Kalian berdua itu istimewa, Maruap." tegas sosok bersayap itu. "Dari cara kalian bertemu dan berkenalan, tampak sekali ada rancangan Sang Pencipta. Mereka tak begitu suka. Selain itu, kalian berdua hobi membicarakan tentang alam dan dimensi tersebut secara intens. Makin tidak sukalah mereka. Mereka yang aku maksud itu mereka yang dahulu aku pernah ceritakan. Mereka sangat berhubungan erat dengan keluarga Van Weiderverld serta Porsea. Lalu, si pemuda itu sangat berhubungan erat dengan kamu dan Sylvie. Itu semua berhubungan pula dengan saat-saat kedatangan-Nya. Sesungguhnya segala sesuatu itu ada sebab dan alasannya. Mereka semua saling berkaitan."






Baca juga: FreerthOrganisasi TerlarangDark OrganizationTemplar





Mereka bersembunyi dalam kegelapan dunia.







Bersambung.....