Friday, October 6, 2017

SERIAL CINTA & MISTERI: Half-Blood (Berdarah Campuran)







Genre: Misteri, Romance







Bagian pertama: Bloody Rose
Bagian kedua: Makhluk-Makhluk Banua Toru
Bagian ketiga: Tuhan Berencana, Manusia Berencana Pula
Bagian keempat: Bayangan Sosok Masa Depan
Bagian kelima: Serangan & Gangguan
Bagian keenam: Black Star
Bagian ketujuh: Ketika Roh-ku Bermain-main
Bagian kedelapan: Santet & Jampi-Jampi
Bagian kesembilan: 
Hunter
Bagian kesepuluh: Mimpi & Penglihatan
Bagian kesebelas: Porsea
Bagian kedua belas: Rekayasa Dunia, Realita Buatan
Bagian ketiga belas: Fasik (1)
Bagian keempat belas: Fasik (2)
Bagian kelima belas: Pengalihan Isu
Bagian keenam belas: Van Weiderveld (1)
Bagian ketujuh belas: Efek Samping
Bagian kedelapan belas: Van Weiderveld (2)
Bagian kesembilan belas: Manipulasi (1)
Bagian kedua puluh: Manipulasi (2)

Bagian kedua puluh satu: Manipulasi (3)
Bagian kedua puluh dua: Serangan Mimpi Buruk
Bagian kedua puluh tiga: Van Weiderveld (3)
Bagian kedua puluh empat: Van Weiderveld (4)

Bagian kedua puluh lima: Trik Jaman Baheula
Bagian kedua puluh enam: Napas Allah
Bagian kedua puluh tujuh: Tuduhan & Penyesatan
Bagian kedua puluh delapan: Permainan Alam Lain (1)
Bagian kedua puluh sembilan: Permainan Alam Lain (2)
Bagian ketiga puluh: Permainan Alam Lain (3)
Bagian ketiga puluh satu: Permainan Alam Lain (4)
Bagian ketiga puluh dua: Para Pengganggu Alam Semesta







** Cerita ini pun terinspirasi dan aku dedikasikan untukmu, Shania **






Dias yang waktu kecil wajahnya bikin aku kaget banget. Campuran Eropa sama Oriental-nya kerasa banget. 😮 | Latar: Rumah Eyang Dias yang ada di Tanjung Priok. Kristoforus 'Dias' Bramandias ini anaknya Bu Ari Maria, yang bekerja sebagai sekretaris SCTV.









Maruap tidak asli dan murni berdarah Batak. Dari ibunya, ia ada sedikit berdarah Melayu dan China. Dari ayahnya, lewat Bang Togar, ia diberitahukan bahwa dirinya memiliki keterkaitan historis dengan Timur Tengah, khususnya Yahudi. Itulah kenapa wajahnya selalu gampang ditumbuhi jenggot, kumis, dan cambang. Khas para pemuda dari padang pasir. Cara bicaranya pun lebih mirip orang Melayu daripada Batak. Walau kulitnya agak sedikit gelap khas para pemuda Batak umumnya.

Sementara Sylvie memiliki beberapa darah ras Eropa. Ia berdarah Jerman, Perancis, Denmark, Italia, Spanyol, Inggris, Yunani, maupun Turki. Buktinya terlihat dari rambut pirang, mata hijau, dan kulit yang tak terlalu putih (sebab kulit yang sangat putih merupakan khas orang-orang Jerman-Belanda).

Oleh sosok bersayap itu, Maruap diberitahukan bahwa kelak di Bumi nanti orang-orang pilihan itu memiliki darah campuran. Semuanya. Tidak ada yang berdarah murni suku atau ras tertentu. Sang penentunya--atau yang disebut satria piningit--kelak memiliki banyak darah dalam raganya. Seperti darah orang Keraton, Eropa, maupun seperti Maruap, Batak. Keturunan Maruap dan Sylvie kelak akan lahir satu-dua orang yang akan menjadi si terpilih, yang akan menyiapkan jalan untuk Dia. Dari garis ke bawah, kelak akan semakin multikultural keturunannya.

"Itu sudah menjadi kehendak Allah, Maruap," ujar sosok bersayap itu tegas. "Kelak seluruh manusia Bumi akan seperti itu. Akan semakin heterogen, lalu kelak homogen dengan sendirinya, kemudian perlahan akan mengerucut ke satu akar. Akar itu bernama Timur Tengah, Sang Tanah Terjanji, Palestina. Bahasa kelak akan menjadi satu. Perlahan satu persatu bahasa akan menjadi punah, karena ditinggalkan para pembicara aslinya. Sekarang saja, di benua yang ada di seberang kamu, beberapa bahasa sudah mulai ditinggalkan. Dunia akan dibawa ke arah sana dengan sendirinya. Dan, tak ada satu pun manusia bisa menolaknya. Ini kehendak Allah; bukan kemauan alam semesta."

Maruap hanya bergeming, tak berani mendebat. Baginya, sang sosok memiliki kharisma luar biasa yang sulit dipatahkan tiap opini dan perkataannya.

"Jangan bingung, jangan takut, jangan ragu. Hanya simpan saja itu kelak dalam hati dan pikiranmu. Biarkan waktu yang akan menjawab."

Lalu sosok bersayap itu menunjukannya satu ayat dari kitab suci.


Matius 12: 42
"Pada waktu penghakiman, ratu dari Selatan itu akan bangkit bersama angkatan ini dan ia akan menghukumnya juga. Sebab ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengar hikmat Salomo, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Salomo!"


"Sesungguhnya yang dimaksud dalam ayat tersebut mengacu pada suatu legenda yang hidup di tanah seberang. Sebuah tanah yang lebih makmur dari tanah Sumatera yang kau diami sekarang ini. Oleh karena itulah, di sana memiliki banyak kerajaan yang tak akan ada habis-habisnya, bahkan walau kelak di kepulauan nan penuh gunung berapi terbentuk suatu negara yang akan menggantikan peran dari kerajaan-kerajaan tersebut."

"Berarti kelak orang-orang Belanda itu tidak akan ada lagi di tanah Sumatera?" tanya Maruap yang seantusias warga pribumi lainnya saat diberitahukan mereka akan dibebaskan dari belenggu penjajahan.

Sang sosok mengangguk. "Bahkan kelak kepulauan ini akan ganti ditindas oleh sekumpulan orang bertubuh mini, berkulit kuning langsat, dan bermata bagaikan bulan sabit. Dari bangsa itulah, kepulauan ini berubah menjadi sebuah republik. Perang akan terus menerus mewarnai hari-hari negara itu sampai ratu adil dan satria piningitnya muncul ke hadapan masyarakat luas."

"Apa yang aku katakan memang terdengar seperti sebuah dongeng. Namun  bukankah kehendak Allah memang seperti sebuah pepesan kosong untuk yang tidak mempercayainya?"





Bersambung.....