Tuesday, October 31, 2017

SERIAL CINTA & MISTERI: Doa dan/atau Mantra








Genre: Misteri, Romance







Bagian pertama: Bloody Rose
Bagian kedua: Makhluk-Makhluk Banua Toru
Bagian ketiga: Tuhan Berencana, Manusia Berencana Pula
Bagian keempat: Bayangan Sosok Masa Depan
Bagian kelima: Serangan & Gangguan
Bagian keenam: Black Star
Bagian ketujuh: Ketika Roh-ku Bermain-main
Bagian kedelapan: Santet & Jampi-Jampi
Bagian kesembilan: 
Hunter
Bagian kesepuluh: Mimpi & Penglihatan
Bagian kesebelas: Porsea
Bagian kedua belas: Rekayasa Dunia, Realita Buatan
Bagian ketiga belas: Fasik (1)
Bagian keempat belas: Fasik (2)
Bagian kelima belas: Pengalihan Isu
Bagian keenam belas: Van Weiderveld (1)
Bagian ketujuh belas: Efek Samping
Bagian kedelapan belas: Van Weiderveld (2)
Bagian kesembilan belas: Manipulasi (1)
Bagian kedua puluh: Manipulasi (2)

Bagian kedua puluh satu: Manipulasi (3)
Bagian kedua puluh dua: Serangan Mimpi Buruk
Bagian kedua puluh tiga: Van Weiderveld (3)
Bagian kedua puluh empat: Van Weiderveld (4)

Bagian kedua puluh lima: Trik Jaman Baheula
Bagian kedua puluh enam: Napas Allah
Bagian kedua puluh tujuh: Tuduhan & Penyesatan
Bagian kedua puluh delapan: Permainan Alam Lain (1)
Bagian kedua puluh sembilan: Permainan Alam Lain (2)
Bagian ketiga puluh: Permainan Alam Lain (3)
Bagian ketiga puluh satu: Permainan Alam Lain (4)
Bagian ketiga puluh dua: Para Pengganggu Alam Semesta
Bagian ketiga puluh tiga: Half-Blood (Berdarah Campuran)
Bagian ketiga puluh empat: Campur Tangan Allah
Bagian ketiga puluh lima: Van Weiderveld (5)
Bagian ketiga puluh tujuh: Novena & Rosario
Bagian ketiga puluh delapan: Ilusi Optik
Bagian ketiga puluh sembilan: Exorcism
Bagian keempat puluh: Asaji

Seperti Sudah Diatur Allah







** Cerita ini pun terinspirasi dan aku dedikasikan untukmu, Shania **


~sebuah kesaksian iman dari Kristoforus Bramandias
















Maruap bingung--yang juga ketakutan. Mengapa setelah ditampakan beberapa kejadian di masa depan, dirinya makin gelisah. Makin gelisah pula. Bahkan, dirinya mendadak jadi takut berdoa (sebab ada yang bilang, percuma orang seperti dia berdoa. Doa itu hanya untuk orang-orang tertentu saja. Dan, Maruap tak terpilih). Sepertinya ketakutannya semakin menjadi-jadi. Apalagi setelah rumah pamannya kedatangan binatang-binatang misterius. Sebetulnya, binatang-binatang itu hanya hewan biasa. Yang membuat Maruap takut itu kemunculannya serta rumor di balik itu semua. Di sekitar Maruap, telah kedatangan kaki seribu dan kecoa. Pernah begitu Maruap bangun, di bawah tempat tidurnya, sudah tergeletak kecoa mati. Bahkan Maruap pernah kedatangan tikus gaib yang suka bertelepati ke pikirannya hanya untuk membuat Maruap semakin takut bukan kepalang.

Pada suatu malam, sosok bersayap itu datang lagi. Kali ini sosok bersayap itu memberikan sebuah kitab suci yang di dalamnya sudah terbuka sebuah kisah menarik.

Lukas 18:9-14
Dan kepada beberapa orang yang menganggap dirinya benar dan memandang rendah semua orang lain, Yesus mengatakan perumpamaan ini:
"Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa; yang seorang adalah Farisi dan yang lain pemungut cukai. Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini; aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku. Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini. Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan."


"Mengertikah kamu mengapa aku menunjukan kamu kisah perumpamaan tersebut?" tanya sosok bersayap itu setelah mendapati Maruap selesai membaca yang dibaca pemuda Batak itu secara lantang.

Maruap menggeleng. 

"Sesungguhnya, tiap orang memang diberikan hak oleh Allah untuk mengajukan doa dan permohonan. Bahkan, Yesus Kristus pernah bersabda, 'Mintalah, maka kepadamu akan diberi,'. Setiap manusia boleh meminta apapun kepada Sang Pencipta. Dan, Allah sesungguhnya tidak membatasi doa dan permohonan apapun yang diajukan kepada-Nya. Bahkan Dia juga tidak mempermasalahkan dosa dan kesalahan seseorang saat orang itu mengajukan doa dan permohonan. Bagi Allah, antara dosa dan doa itu dua hal yang berbeda. Buktinya bisa dilihat sendiri dari bagaimana cara Yesus menyampaikan perumpamaan tentang pemungut cukai dan orang Farisi yang keduanya sedang mengajukan permohonan kepada Allah. Jika memang benar Allah membatasi dan Allah memperhatikan pula dosa saat seseorang berdoa, Yesus tidak akan pernah menyampaikan perumpamaan tersebut."

Maruap mengangguk-angguk takzim.

"Jadi, sebaiknya jangan kamu perhatikan dengan serius kata-kata orang itu tentang bagaimana kamu berdoa, isi doa kamu, dan bagaimana latar belakang serta dosa yang sudah kamu buat. Mereka semua telah berdusta terhadap kamu, Maruap. Mereka ingin kamu terus menerus hidup dalam rasa takut dan khawatir yang berlebihan; terlebih mengkhawatirkan kekasihmu, Sylvie."

"Ja-ja-jadi," jawab Maruap gugup setengah mati. Terlihat sekali intimidasi beberapa orang, baik dari alam sadar maupun alam bawah sadar, begitu menguasai tubuh, jiwa, roh, dan pikiran Maruap. "mereka semua bohong tentang aku percuma doa sebab doaku diintip banyak orang? Mereka juga bohong saat bilang doaku tidak akan pernah dikabulkan oleh Allah karena latar belakang keluargaku serta dosa dan kesalahanku sebelum lahir baru?"

"Kekuatan orang beriman itu berada pada doa, Maruap." Sosok itu mengangguk untuk membenarkan. "Sesungguhnya pada saat seseorang mengajukan doa dan permohonan kepada-Nya, yang dilihat Allah bukan dari dosa dan kesalahan. Bagi Allah, itu dua hal berbeda antara doa dan dosa. Allah lebih memperhatikan niat dan perjuangan seseorang dalam mengajukan doa permohonan. Itulah mengapa Yesus menyampaikan perumpamaan seperti itu. Agar tiap orang yang merasa sangat berdosa dan tidak layak, mereka tidak pernah takut untuk menghadap Allah dalam doa dan permohonan. Itu berlaku juga untuk kamu, yang mana kamu datang dari keluarga yang bahkan lebih buruk daripada pemungut cukai tersebut. Tentang doanya, Allah percaya bahwa kelak orang yang bersangkutan akan datang sendiri  untuk menyadari segala dosa dan kesalahannya, lalu segera minta ampun."

Maruap kembali mengangguk-angguk, yang mana dirinya sangat serius sekali dalam menanggapi kata-kata sosok bersayap tersebut. Perlahan ada sesuatu dari sosok bersayap itu yang membuat segala ketakutan dan kekhawatiran Maruap perlahan sirna. 

"Kamu tidak boleh lagi takut, Maruap. Entah pada saat kamu berdoa, berjalan-jalan di sekitar, hingga tengah bersosialisasi dan berkomunikasi dengan sesamamu manusia." saran sosok bersayap dengan nada yang sangat teduh. "Satu lagi, tentang doamu yang dilihat dan diintip tersebut, itu mungkin berhubungan dengan kemunculan makhluk-makhluk misterius seperti kaki seribu, kecoa, tikus yang bisa berbahasa manusia, hingga beberapa begu (baca: setan) yang coba mencekik lehermu saat tidur. Itu pertanda ada yang tengah bermain ilmu hitam di sekitarmu. Ada yang tengah mencoba menyerangmu secara gaib dan supranatural. Satu-satunya cara untuk melawannya ialah dengan doa. Pernahkah kamu coba dengan sungguh-sungguh berdoa agar segala serangan dan gangguan secara mistik itu berbalik kepada si pengirim?"

Maruap menggeleng.

"Cobalah," ujar sosok bersayap yang di telinga Maruap seperti tengah memberikan perintah. "Doakan juga keluargamu agar makin dekat dengan Sang Pencipta, selain benar-benar berada di pihakmu, tak sekadar mempercayaimu, namun mereka juga bisa melindungi, membelai, dan memberikan pertolongan kepadamu, terlebih secara roh atau batin."

"Oh begitu," begitu balas Maruap mulai terasa lega batinnya. 

"Mungkin bagi manusia, saking banyaknya kejadian aneh dan kesukaran yang dialami, mereka merasa itu tak mungkin. Namun, bagi Allah, segala sesuatunya mungkin bisa terjadi. Segala perkara dapat ditanggung oleh Allah juga. Sebab Allah-lah yang memberikan kekuatan kepada tiap manusia yang berdoa dan memohon. Segala perkara pasti dapat diselesaikan Allah secara gemilang, apalagi perkara dunia mistis, gaib, maupun supranatural. Tak ada satu pun kuasa yang sanggup melawan kebesaran dari kuasa Allah yang maha suci dan maha tinggi (dalam bahasa Arab, subhana wata'ala, atau disingkat  SWT)."

"Lalu, biar kamu semakin percaya dan tidak takut secara berlebihan lagi, aku akan menceritakan kepadamu suatu kisah di suatu daerah. Kisah ini masih hidup di masa depan."

Kemudian, mata Maruap sekonyong-konyong terpejam sendiri.

*****

Di sebuah kota satelit yang ada di sebuah negara, hiduplah seorang pemuda bertubuh besar. Kira-kira tingginya itu sekitar 177 cm. Pemuda ini sangat lelah sehabis sibuk berkutat dengan kuliah dan skripsinya. Oleh karena itu, begitu pulang kuliah dan sampai di rumah, dirinya langsung merebahkan diri di atas tempat tidurnya yang berlogo klub sepakbola favoritnya.

Lama nian pemuda itu tidur siang. Hingga mendadak dirinya terbangun. Sontak di hadapan pemuda itu muncul bayangan hologram berupa naga raksasa yang sangat besar. Tampak naga itu hendak menerkamnya bulat-bulat. Karena pemuda itu masih hidup sebagai manusia, dirinya sangat ketakutan. Dirinya hampir saja berteriak hingga sesosok wanita berjubah biru muda dan berkerudung putih menenangkan si pemuda. Si pemuda itu lalu diminta berdoa agar naga raksasa itu segera hilang.

Awalnya pemuda itu tak percaya. Dirinya masih terus menerus diselimuti ketakutan. Namun makin lama pemuda itu makin tergerak untuk menundukan kepala dan melipat tangan. Dirinya meminta kepada Allah agar sosok naga raksasa itu segera dihilangkan dari dalam kamar tidurnya. Doa itu terus dikidungkan sembari sesekali melirik patung Yesus yang tengah disalibkan. Ada mungkin sekitar seratus kali pemuda itu memanjatkan permohonan kepada Allah agar sosok naga raksasa itu dihilangkan. Sebab sosok naga raksasa membuat seluruh rumahnya bergetar-getar dahsyat seperti digoncang gempa bumi saja. Adik perempuan si pemuda ketakutan sampai terkencing-kencing.

Lalu, keajaiban terjadi. Mendadak sosok naga raksasa itu meraung kesakitan selain menatap sangat galak. Tiap naga itu mau mendekati pemuda tersebut, naga itu makin kesakitan. Naga itu baru benar-benar pergi saat si pemuda berteriak sekencang-kencangnya, yang dilakukan untuk mengusir naga itu jauh-jauh dari kamar dan rumahnya. Kedamaian kembali mendatangi rumah si pemuda.

Esoknya, tersiar kabar bahwa ada seorang tua yang mati mendadak. Konon, jantung si bapak tua berhenti mendadak. Usut demi usut, lewat informasi dari mbok pijit langganan keluarganya, pemuda itu mengetahui bahwa bapak tua itulah yang ternyata mengirimkan naga raksasa ke dalam kamar dan rumah si pemuda tersebut. Tersiar kabar pula tentang kesaktian si pemuda. Padahal si pemuda hanyalah seorang pemuda biasa yang gemar membaca kitab suci dan tulisan-tulisan spiritual, yang sehari-harinya hidupnya selalu mengandalkan Allah. Pemuda itu tidak pernah takut dan malu untuk berdoa di manapun dan kapanpun dirinya berada. Imannya kepada kuasa dan penyelenggaraan ilahi sangat luar biasa tinggi; bahkan lebih tinggi dari kebanyakan manusia lainnya, khususnya para pemuda yang sebaya dirinya (sampai-sampai dirinya suka dianggap aneh dan dijuluki yang macam-macam, yang salah satunya nabi). Hanya seperti itulah pemuda tersebut. Sungguh segala isu dan hasutan itu sangat keterlaluan dalam memperlakukan pemuda yang juga memiliki idealisme-idealisme yang di atas rata-rata.












Bersambung.....