Sunday, October 15, 2017

SERIAL CINTA & MISTERI: Campur Tangan Allah








Genre: Misteri, Romance







Bagian pertama: Bloody Rose
Bagian kedua: Makhluk-Makhluk Banua Toru
Bagian ketiga: Tuhan Berencana, Manusia Berencana Pula
Bagian keempat: Bayangan Sosok Masa Depan
Bagian kelima: Serangan & Gangguan
Bagian keenam: Black Star
Bagian ketujuh: Ketika Roh-ku Bermain-main
Bagian kedelapan: Santet & Jampi-Jampi
Bagian kesembilan: 
Hunter
Bagian kesepuluh: Mimpi & Penglihatan
Bagian kesebelas: Porsea
Bagian kedua belas: Rekayasa Dunia, Realita Buatan
Bagian ketiga belas: Fasik (1)
Bagian keempat belas: Fasik (2)
Bagian kelima belas: Pengalihan Isu
Bagian keenam belas: Van Weiderveld (1)
Bagian ketujuh belas: Efek Samping
Bagian kedelapan belas: Van Weiderveld (2)
Bagian kesembilan belas: Manipulasi (1)
Bagian kedua puluh: Manipulasi (2)

Bagian kedua puluh satu: Manipulasi (3)
Bagian kedua puluh dua: Serangan Mimpi Buruk
Bagian kedua puluh tiga: Van Weiderveld (3)
Bagian kedua puluh empat: Van Weiderveld (4)

Bagian kedua puluh lima: Trik Jaman Baheula
Bagian kedua puluh enam: Napas Allah
Bagian kedua puluh tujuh: Tuduhan & Penyesatan
Bagian kedua puluh delapan: Permainan Alam Lain (1)
Bagian kedua puluh sembilan: Permainan Alam Lain (2)
Bagian ketiga puluh: Permainan Alam Lain (3)
Bagian ketiga puluh satu: Permainan Alam Lain (4)
Bagian ketiga puluh dua: Para Pengganggu Alam Semesta
Bagian ketiga puluh tiga: Half-Blood (Berdarah Campuran)

Seperti Sudah Diatur Allah







** Cerita ini pun terinspirasi dan aku dedikasikan untukmu, Shania **






@ Rumah Dias.  Kaget aku lihat ada lukisan sultan-sultan Yogyakarta di rumah Dias. Katanya sih, ayahnya, Constantinus Sukomudanto (suami dari Ibu Ari Maria), diberikan lukisan tersebut oleh Yayasan Guntur Madu yang berhubungan cukup erat dengan pihak keraton Yogyakarta. Secara gratis. 










Menyaksikan bayi laki-lakinya yang sangat ditunggui oleh suami tercintainya itu berada dalam kondisi sangat mengkhawatirkan, sang ibu begitu meringis dan pilu. Baru saja berusia berusia yang kedua, namun si bayi sudah berulangkali masuk ruang intensive care unit (ICU). Karena itulah, tak sedikit yang mengira mungkin saja si bayi bakal cacat. Namun di lubuk hati sang ibunda selalu terngiang mimpinya beberapa hari sebelum si jabang bayi lahir.

Kala itu, sang ibu bermimpi melihat ada seekor monyet kecil yang hinggap di atas perutnya. Lalu, si monyet itu berkeliaran seenaknya di dalam bangsal tersebut. Sang ibu kewalahan untuk menjinakannya. Sampai akhirnya sosok bersayap yang menenteng pedang, datang. Si monyet kecil tunduk dan akhirnya memilih hinggap di salah satu bahu sang sosok bersayap tersebut.

Oleh sang sosok itu, sang ibu diperingatkan bahwa kelak anak tersebut akan membawa satu rencana agung Sang Allah. Kelak dia akan mirip seperti tokoh legendaris bernama Sun Go Kong. Liar, cukup nakal, tapi Allah selalu berada di pihaknya--yang memegangi erat-erat tulang ekornya. Ketika si anak jatuh, Allah itu pula yang membangkitkannya, menaikan semangatnya, menolongnya, melindunginya, hingga menjagainya. Menurut Allah, si anak boleh berbuat apa saja asalkan tak boleh terlalu bersentuhan dengan segala hal bersifat sekulerisme dan kenikmatam duniawi. Bolehlah dia jatuh, bolehlah dia nakal, selama di masih berada di jalur yang sudah ditetapkan Allah untuknya. Hal itulah yang terus menerus menjadi pegangan sang ibu.

"Kelak, salah satu keturunanmu akan melahirkan anak itu," ujar sang sosok bersayap kepada Sylvie dalam sebuah mimpi di siang bolong.

Sylvie tak membantah, hanya mengangguk-angguk dan mengamati jalannya peristiwa.

"Kelak pula, keturunanmu itu akan berhubungan dengan sosok-sosok legendaris yang telah ditunggu-tunggu oleh segenap penduduk Bumi. Dia yang berdarah ningrat, namun eksistensinya sering dilecehkan dan kurang dianggap. Seiring berjalannya, dia akan menarik banyak musuh yang terus menerus menghalang-halangi; memberikan cobaan yang melebihi batas. Dia juga akan berhubungan erat dengan kedatangan Sang Pencipta ke dalam dunia yang fana ini."







Lukisan Pangeran Mangkunegara I. 








Bersambung.....

No comments:

Post a Comment

Pembaca yang baik adalah yang sudi mau meninggalkan komentar. ^_^
Nice reader is the one who will leave lot of words in the comment box. ^_^