Monday, September 18, 2017

SERIAL CINTA & MISTERI: Permainan Alam Lain (2)







Genre: Misteri, Romance







Bagian pertama: Bloody Rose
Bagian kedua: Makhluk-Makhluk Banua Toru
Bagian ketiga: Tuhan Berencana, Manusia Berencana Pula
Bagian keempat: Bayangan Sosok Masa Depan
Bagian kelima: Serangan & Gangguan
Bagian keenam: Black Star
Bagian ketujuh: Ketika Roh-ku Bermain-main
Bagian kedelapan: Santet & Jampi-Jampi
Bagian kesembilan: 
Hunter
Bagian kesepuluh: Mimpi & Penglihatan
Bagian kesebelas: Porsea
Bagian kedua belas: Rekayasa Dunia, Realita Buatan
Bagian ketiga belas: Fasik (1)
Bagian keempat belas: Fasik (2)
Bagian kelima belas: Pengalihan Isu
Bagian keenam belas: Van Weiderveld (1)
Bagian ketujuh belas: Efek Samping
Bagian kedelapan belas: Van Weiderveld (2)
Bagian kesembilan belas: Manipulasi (1)
Bagian kedua puluh: Manipulasi (2)

Bagian kedua puluh satu: Manipulasi (3)
Bagian kedua puluh dua: Serangan Mimpi Buruk
Bagian kedua puluh tiga: Van Weiderveld (3)
Bagian kedua puluh empat: Van Weiderveld (4)

Bagian kedua puluh lima: Trik Jaman Baheula
Bagian kedua puluh enam: Napas Allah
Bagian kedua puluh tujuh: Tuduhan & Penyesatan
Bagian kedua puluh delapan: Permainan Alam Lain (1)






** Cerita ini pun terinspirasi dan aku dedikasikan untukmu, Shania **






Sumber: Kamen Rider Gaim.








Sylvie kaget. Sosok perempuan ini siapakah? Wajahnya sangat mirip sekali dengan dirinya. Kerutannya, lekak-lekuknya, lesung pipitnya, bahkan hingga ke tiap tahi lalatnya, segalanya sangat mirip. Rambutnya pun sama-sama pirang. Yang membedakan ialah pakaiannya. Perempuan ini berpakaian ala perempuan-perempuan jaman Romawi kuno. Agak mirip dengan pakaian Bunda Maria. Selain itu, secara aura, perempuan ini sangt berbeda. Sangat bijaksana. Tidak mirip bahwa perempuan ini manusia juga. Mirip malaikat--atau setidaknya dewi-dewi dari kahyangan.

"Ka-kamu si-siapa?" tanya Sylvie gugup.

Sosok perempuan itu perlahan mendekati dirinya. "Aku ialah dirimu. Dirimu di masa lalu dan masa depan."

"Ma-maksudnya?"

Sosok itu mengangguk. "Iya, seperti itulah. Mungkin agak membingungkan untuk dipahami oleh manusia. Tapi memang seperti itulah. Aku dan kamu adalah satu. Akulah yang sebenarnya menuntun kamu ke arah Maruap."

Sylvie masih terbengong-bengong. Dirinya masih bingung dengan tiap kata-kata sosok tersebut. Apa maksudnya? Mungkinkah manusia itu mempunyai sosok lain selain dirinya?

"Mungkin, Sylvie. Kekasih kamu juga. Dirinya memiliki sosok seorang ksatria di dalam raganya. Tak hanya kalian berdua saja, namun ada beberapa pasangan seperti kalian. Kamu dan dia juga sebetulnya memiliki roh lain yang sebetulnya roh sebenarnya kalian berdua. Kamu memiliki aku, kekasih kamu memiliki sosok ksatria tersebut. Kalian dan pasangan-pasangan lain kelak memegang misi tertentu. Misi ini sangat mulia, Sylvie. Saking mulianya, kalian akan dibenci oleh satu alam semesta. Jangankan nanti, sekarang pun kamu sudah mendapati tanda-tandanya. Kamu dan kekasih kamu terus diburu dan diganggu, itu sudah menjadi tanda utamanya. Akan terus menerus seperti itu sampai DIA datang."

"DIA?" Entah mengapa Sylvie menangkap bahwa kata 'dia' itu diperkuat pengucapannya. Sepertinya secara alam bawah sadar, Sylvie sudah mengetahui.

"Iya, DIA. DIA yang nama-Nya selalu kamu  sebut beberapa kali dalam doa dan pembacaan kitab suci kamu itu."

Sylvie makin bingung jadinya, tapi juga makin antusias. Apa yang dialaminya ini terjadi secara roh. Untuk yang belum sadar sepenuhnya, apa yang dialaminya sering disebut sebagai mimpi; atau parahnya delusi atau halusinasi. Karena memang mimpi seorang manusia pun sebetulnya saat di mana roh tiap manusia bermain-main saat tidur. Saat itulah pula, alam bawah sadar tiap manusia bekerja. Sang Pencipta dan para malaikat-Nya sering mendatangi seseorang pada saat manusia bermimpi. Untuk yang sudah sadar sepenuhnya, mereka mungkin tidak akan menyebutnya sebagai mimpi. Bingung? Sebab segala hal menyangkut alam roh atau alam bawah sadar memang termasuk ilmu pengetahuan tingkat tinggi sekali. Tak banyak yang mengetahui apalagi mengerti. Kesalahpahaman selalu terjadi. Isu dan hasutan selalu bermunculan. Manusia makin menyukai yang namanya kebohongan. Demi hal-hal yang sifatnya duniawi, manusia berani menyisihkan kebenaran, keadilan, simpati, empati, dan segala yang mulia demi mengagungkan nama Sang Pencipta. Agar hidupnya aman, nyaman, tenang, dan sejahtera, seolah tak mengenal Sang Pencipta, seseorang bernegosiasi pada yang kuat dan berkuasa di alam roh bagaikan mendapatkan perintah dari Sang Pencipta sendiri. Selalu seperti itu dan pada akhirnya kebenaran sejati makin tersisihkan. Kecerdasan dinomorsatukan, belas kasih di nomorduakan. Manusia mulai menghamba dan menuhankan sesamanya, baik secara roh maupun secara fisik. Sesamanya tega disingkirkan demi tujuan dan kepentingan tertentu (Inilah yang dinamakan distora game).

"Aku ke sini hanya untuk menyampaikan takdir Sang Pencipta untuk kamu dan pasangan kamu. Cobaan dan ujian akan terus menerus kalian temui sampai DIA tiba. Bersabarlah. Jangan biarkan diri kalian jatuh."

Sebelum pergi, sosok perempuan itu menceritakan sesuatu ke Sylvie. Beginilah kisahnya.

(Baca: Surat Sang Pembuka Jalan)

Jaman dahulu kala sekali, surga itu sudah dihuni oleh manusia. Yah manusia, bukan malaikat saja, apalagi Sang Pencipta. Andai saja mereka yang pernah mati suri itu berani, bisa lain ceritanya. Namun mereka juga dilarang. Kata Sang Pencipta, "Belum saatnya," Harus menunggu ribuan utusan-Nya turun dulu. Salah satu dari para utusannya ialah Sylvie dan Maruap. Sisanya, masih banyak pasangan seperti mereka berdua yang diberikan misi oleh Sang Pencipta sebagai pembuka jalan bagi kedatangan-Nya.

Hal seperti ini memang terdengar seperti dongeng.  Sulit menemukan referensinya di banyak kitab. Namun bukankah dongeng, legenda, dan aneka mitologi kelak akan terbukti kebenarannya demi kedatangan-Nya? Banyak kebenaran yang tersembunyi di dalam dongeng, legenda, dan mitologi. Hanya yang memiliki iman luar biasa tinggi dan sangat teruji yang tahu kebenaran di balik dongeng, legenda, dan mitologi--yang kelak akan mengerucut ke satu dari segala sumbernya, yaitu DIA. 

Para utusan itu seperti Sylvie dan Maruap. Mereka manusia biasa dan normal secara fisik. Namun di alam roh, ketahuanlah kalau mereka spesial dan tengah mengemban misi khusus dari Sang Pencipta. Mereka inilah juga yang kelak akan mengajari tiap umat manusia apa itu cinta sejati dan kasih yang sesungguhnya. Karena tiap perkataan dan tindak-tanduknya, entah secara roh maupun fisik, mereka dibenci. Musuh-musuh mereka selalu berusaha menghalangi jalan mereka. Mereka berwujud sama seperti kalian, para manusia. Di surga sana, mereka memiliki sayap dan sinar khusus. Hanya saja sayap dan sinar itu dilenyapkan. Yah bisa dibilang mereka semua aslinya malaikat dan bidadari. Tak banyak yang tahu bahwa ada yang namanya bidadari, dan bidadari itu merupakan pasangan dari malaikat sendiri. Dari situlah muncul istilah soulmate. Roh mereka turun dan mengambil rupa seorang manusia, meniru cara DIA di awal masehi di sebuah kota kecil di Palestina.

Jika pada saatnya tiba, lewat sebuah peristiwa mahadahsyat di alam semesta, dunia perlahan-lahan berubah. Kaum hawa makin terus meminta persamaan hak, yah parahnya minta diijinkan untuk bisa berhubungan asmara dengan sesamanya. Kaum adam yang salah didik pun meminta yang sama. Teknologi untuk mengkamuflasekan jenis kelamin mulai diteliti. Dua bangsa tengah gencar-gencarnya memamerkan kecerdasan orang-orangnya, mulai dari pembuatan senjata hingga sampai antarariksa. Padahal seharusnya dunia lain di luar Bumi itu tak boleh diketahui. Sang Pencipta sangat menjaga sekali rahasia itu. Itu termasuk rahasia perut Bumi. Itulah efek dari buah yang dulu dimakan Adam dan Hawa. Kecerdasan manusia akan mencapai batasnya. Sampai mereka berani meneliti soal Sang Pencipta sendiri. Harusnya juga abad pertengahan itu tak boleh ada. Sebab apanya yang pencerahan, yang ada manusia semakin menjauh dari Sang Pencipta, lalu berusaha menjadi Sang Pencipta itu sendiri. 

Lewat abad itu, ada banyak ilmu pengetahuan baru bermunculan dan seharusnya itu tak boleh ada. Seperti bedah mayat manusia yang makin menjadi-jadi. Karena praktek pembedahan itulah, kloning muncul. Kloning itu awal dari niat manusia menyerupai Sang Pencipta sendiri. Mulanya dari domba, yang berujung pada manusia. Kemudian hal itu mulai merambah saat ada sekelompok orang mengetahui soal rahasia itu. Rahasia alam roh, yang  mana ada yang menyebutnya alam batin, alam mimpi,  maupun alam bawah sadar. Oleh karena itulah, kejahatan makin merajalela. Kebohongan, dusta, dan penipuan merebak di mana-mana. Makin banyak orang yang bisa berbohong dengan amat lihai sekali. Untuk itulah tujuannya. Tujuan dari Sang Pencipta menurunkan banyak utusan-Nya untuk menyambut DIA. Sekaligus pula menahan agar manusia tak semakin mengoyak tabir yang seharusnya masih tertutupi itu. Pun Sang Pencipta tak ingin manusia dihukum seperti para malaikat yang jatuh beratus ribu tahun silam. Sang Pencipta ingin mereka sadar.





Bersambung.....