Saturday, September 23, 2017

SERIAL CINTA & MISTERI: Para Pengganggu Alam Semesta







Genre: Misteri, Romance







Bagian pertama: Bloody Rose
Bagian kedua: Makhluk-Makhluk Banua Toru
Bagian ketiga: Tuhan Berencana, Manusia Berencana Pula
Bagian keempat: Bayangan Sosok Masa Depan
Bagian kelima: Serangan & Gangguan
Bagian keenam: Black Star
Bagian ketujuh: Ketika Roh-ku Bermain-main
Bagian kedelapan: Santet & Jampi-Jampi
Bagian kesembilan: 
Hunter
Bagian kesepuluh: Mimpi & Penglihatan
Bagian kesebelas: Porsea
Bagian kedua belas: Rekayasa Dunia, Realita Buatan
Bagian ketiga belas: Fasik (1)
Bagian keempat belas: Fasik (2)
Bagian kelima belas: Pengalihan Isu
Bagian keenam belas: Van Weiderveld (1)
Bagian ketujuh belas: Efek Samping
Bagian kedelapan belas: Van Weiderveld (2)
Bagian kesembilan belas: Manipulasi (1)
Bagian kedua puluh: Manipulasi (2)

Bagian kedua puluh satu: Manipulasi (3)
Bagian kedua puluh dua: Serangan Mimpi Buruk
Bagian kedua puluh tiga: Van Weiderveld (3)
Bagian kedua puluh empat: Van Weiderveld (4)

Bagian kedua puluh lima: Trik Jaman Baheula
Bagian kedua puluh enam: Napas Allah
Bagian kedua puluh tujuh: Tuduhan & Penyesatan
Bagian kedua puluh delapan: Permainan Alam Lain (1)
Bagian kedua puluh sembilan: Permainan Alam Lain (2)
Bagian ketiga puluh: Permainan Alam Lain (3)
Bagian ketiga puluh satu: Permainan Alam Lain (4)






** Cerita ini pun terinspirasi dan aku dedikasikan untukmu, Shania **





Sumber: Kamen Rider W episode 15.









(Baca: Kiddo Says: Hey, Kalian, Para Penulis!)


"Tak setiap orang dapat menuangkan isi pikiran dan otaknya ke dalam sebuah bentuk tulisan. Apalagi jika dikaruniai satu talenta untuk bisa mempengaruhi (baik sadar maupun tidak) orang lain lewat tulisan-tulisannya. Beberapa tahun setelah Yesus Kristus (atau Isa Almasih) disalibkan, ada beberapa orang yang memiliki karunia luar biasa lewat talenta menulisnya. Rasul Paulus, contohnya. Belum lagi masih ada Rasul Yohanes yang diasingkan di Pulau Patmos, lalu mendapatkan aneka mimpi dan penglihatan tentang akhir jaman. Masih ada pula Thomas Aquinas, Niccolo Macchiavelli, dan beberapa cendekia-cendekia dengan kecerdasan luar biasa.

Konon, banyak yang bilang pula, penulis merupakan salah satu profesi tertua di dunia. Kitab Kejadian (Genesis) merupakan suatu bentuk kumpulan tulisan tertua di dunia. Konon pula, Musa merupakan penulis paling awal. Sudah bukan rahasia umum lagi, Musa disebut sebagai penulis kitab Kejadian yang dianggap sebagai kunci utama untuk mengetahui rahasia alam semesta. Bahkan banyak pengetahuan sebetulnya menjadikan kitab tersebut sebagai rujukan utamanya. 

Di luar itu semua, kamu harus bangga, Maruap. Kelak salah satu dari keturunanmu akan ada yang menjadi penulis. Tulisan-tulisannya sangat bisa mempengaruhi alam bawah sadar dan pikiran tiap umat manusia. Hanya lewat tulisan, dia bisa menggerakan seseorang untuk mengikuti kehendaknya, yang di balik itu tersembunyi rencana agung Sang Pencipta."

Setelah diberikan kesempatan memuaskan rasa rindu dengan Sylvie oleh Allah, sosok bersayap itu membawa Maruap ke tempat sepi. Tempat itu tak memiliki warna apapun selain putih polos. Di sanalah, sosok bersayap itu memberitahukan bahwa kelak salah satu dari keturunannya kelak akan menjadi seorang penulis besar, yang sebetulnya kemunculannya sudah ditunggu-tunggu sejak peristiwa Yesus Kristus naik ke surga. Karena itulah, orang itu akan sangat dibenci dan diburu. Beberapa kelompok malah ingin mengajaknya bergabung agar segala idealismenya tertahan. 

Saat itu, kelak tak banyak yang mengetahui, karena hanya hidup sebagai mitos, kelak akan muncul seorang penulis yang bertugas mempersiapkan kedatangan-Nya. Penulis ini tahu rahasia di balik segala kisah fiksi, dongeng, fantasi, mitologi, maupun legenda. Lewat tulisan-tulisannya, kelak banyak penulis lainnya mengikutinya. Salah satunya dengan mengubah paradigma mereka soal dunia fiksi dan dunia tulis menulis. Lewat segala buah pikirannya, dunia ini diubahnya. Tiap apapun yang dipikirkan dan dituliskannya, akan terpampang di mana-mana. Suka-tidak suka, mau-tidak mau, tiap terkena efek dari tulisan-tulisan orang itu, tiap orang akan serasa terhipnotis untuk--setidaknya--membenarkan; yang lalu mengikuti tanpa paksaan. Orang itu sanggup mempengaruhi sesamanya untuk berubah dari kebiasaan jeleknya. Namun oleh beberapa orang, orang itu disebut sebagai pengganggu. Ada yang menyebutnya sebagai titisan setan, padahal itu karunia dari Allah langsung. Orang itu dalam waktu cukup lama memang sering disalahpahami, entah karena perbuatannya, entah pula karena segala buah pikirannya. 

Maruap hanya mengangguk-angguk saja mendengarkan ceramah sosok bersayap tersebut di suatu tempat yang ada di alam roh. Walau masih ragu, biarlah hal itu disimpan dalam sanubari Maruap. Kelak waktu yang akan menjawab. Lagipula sebagian yang dikatakan oleh sosok bersayap itu juga benar. Sudah lama Maruap mengetahui bahwa profesi penulis itu bukanlah profesi gampangan. Menulis itu tidaklah mudah. Maruap saja butuh waktu dua jam lebih untuk menuliskan surat cinta pada Sylvie. Dari segala rumor yang Maruap dengar, hanya lewat tulisan, seseorang bisa menggapai popularitas, uang, hingga mencari dukungan. Pernah Maruap dengar pula, ada satu-dua penulis yang sangat disegani hanya karena tulisan-tulisannya yang sangat berpengaruh. 

Bagai mengetahui pikiran Maruap, sosok bersayap itu berkata, "Tak hanya itu, pernah dalam suatu masa dan kawasan, penulis dianggap sebagai profesi cukup berbahaya. Orang itu akan dicurigai dan diawasi habis-habisan begitu diketahui kegiatan sehari-harinya hanya menulis. Bahkan didekati oleh tokoh-tokoh penting agar dari tulisan-tulisan orang itu bisa disisipkan propaganda-propaganda tertentu. Menggerakan beratus ribu orang untuk mau menuruti titah sang raja lewat tulisan-tulisan beberapa penulis yang telah direkrut."

"Yah, aku juga pernah mendengarnya, Tuan," ujar Maruap yang masih sambil mengangguk-anggukan kepalanya. "Lantas, kapankah itu akan terjadi, Tuan? Maksudku, saat dari keturunanku itu lahir seorang penulis agung."

"Itu sebaiknya tetap menjadi rahasia ilahi. Kamu hanya cukup menunggu. Bukankah dari dulu setiap orang yang ketahuan sering mendapatkan pesan ilahi, selalu diburu?" jawab sosok bersayap itu dengan nada yang sangat bijaksana. "Pada saatnya tiba, berkat tulisan-tulisan orang tersebut, banyak bermunculan pengetahuan-pengetahuan baru. Yang tadinya tabu, beberapa topik tidak akan takut lagi diperbincangkan secara alam sadar. Karena itulah juga, orang itu makin dibenci. Kebencian itu sempat dirinya tertekan, yang merembet kepada keluarganya, pasangannya, dan keluarga pasangannya."

*****


Suatu kali, Sylvie berjalan-jalan ke suatu desa yang tak jauh dari tempat persembunyiannya. Tentu saja bersama seseorang. Karena dirinya tengah dan masih dicari. Segala serangan dan gangguan itu masih dirinya dapatkan. Ia pergi ke sana bersama Karina Singh, Gouw Ai Thien, dan pelayan kesayangannya, Li Beng Beng. Walau karena Li Beng-Beng itulah, Sylvie jadi terpaksa keluar rumah di saat-saat berbahayanya.

Desa itu lebih kecil. Jauh lebih kecil desa itu daripada desa Maruap malah. Di desa itu pula, yang terletak hampir di pesisir, Sylvie mengunjungi seorang kenalanaku berjumpa dengan seorang kenalan dari Li Beng-Beng. Orang itu seorang tabib juga. Namanya Ma Houw Chin. Ma Houw Chin ini memiliki cucu pula (yang orangtuanya meninggal dalam sebuah perang antara pribumi dan orang Belanda). Pada saat Sylvie dan lainnya ke sana, sang cucu sedang membaca kitab suci, yang salah satunya tentang saat Filipus menjumpai sida-sida dari Ethiopia. Cucunya itu sangat cerdas. Sylvie (yang dibantu Li Beng Beng menerjemahkan) sangat kewalahan jntuk menjawabnya. Salah satunya saat cucu perempuan itu mengatakan, "Mengapa caranya nabi itu menyampaikan tentang orang itu harus dengan perumpamaan? Kenapa dia tidak langsung menyampaikan nubuatan (baca: ramalan) itu langsung? Bilang saja bakal ada juruselamat atau mesias yang akan datang. Begitu lebih gampang, bukan? Bagiku, itu sebuah dongeng sebelum tidur saja."

Banyak yang sangat tertohok. Mereka juga  bingung harus menjawabnya dengan apa. Sebelum akhirnya, lama terdiam dalam hening, Sylvie sekonyong-konyong berceloteh panjang lebar seperti ada yang menggerakan raganya tanpa bisa ia cegah.

"Cara menyampaikan nubuatan memang harus seperti itu, Dik. Kalau langsung, ada kalanya yang menerima itu bisa menyangkal, bisa juga jadi pongah--lalu jadi seorang pemalas. Siapa juga yang tidak seperti itu kalau sudah diramalkan bakal kaya raya dan punya permaisuri yang cantik jelita. Jalan itu jauh lebih baik. Dan, bukankah kalau disampaikan dengan jalan seperti itu, banyak yang akan terus mengingatnya hingga terwujud--bahkan beratus tahun setelah terwujud? Seperti ramalan Jayabaya atau Nostradamus misalnya. Nabi-nabi itu pun dikenal karena tulisan-tulisan nubuatan mereka yang seperti dongeng sebelum tidur, kan? Kalau disampaikan secara langsung, mungkin akan terlupakan. Orang cenderung melupakan yang denotasi daripada yang konotasi. Juga, dengan dibalut dalam kemasan seperti itu, bukankah itu jauh lebih melindungi si pembuat nubuatan? Apa jadinya kalau si pembuat nubuatan menuliskan secara blak-blakan kalau seorang pemimpin negara akan dipenggal seminggu kemudian? Atau tentang negara yang didiaminya itu bakal mengalami krisis moneter? Tentunya dia akan dimusuhi atau malah direncanakan untuk dibunuh. Kalau terwujud pun, kasihan si pembuat nubuatan yang akan kebanjiran tekanan akibat banyaknya orderan minta diramal."

Tak hanya si cucu perempuan, Ma Houw Chin, Li Beng Beng, Gouw Ai Thien, dan Karina Singh sangat kaget dan begitu terkesima. Seperti bukan Sylvie saja yang tengah berbicara. 





Bersambung......