Monday, August 28, 2017

SERIAL CINTA & MISTERI: Van Weiderveld (4)







Genre: Misteri, Romance







Bagian pertama: Bloody Rose
Bagian kedua: Makhluk-Makhluk Banua Toru
Bagian ketiga: Tuhan Berencana, Manusia Berencana Pula
Bagian keempat: Bayangan Sosok Masa Depan
Bagian kelima: Serangan & Gangguan
Bagian keenam: Black Star
Bagian ketujuh: Ketika Roh-ku Bermain-main
Bagian kedelapan: Santet & Jampi-Jampi
Bagian kesembilan: 
Hunter
Bagian kesepuluh: Mimpi & Penglihatan
Bagian kesebelas: Porsea
Bagian kedua belas: Rekayasa Dunia, Realita Buatan
Bagian ketiga belas: Fasik (1)
Bagian keempat belas: Fasik (2)
Bagian kelima belas: Pengalihan Isu
Bagian keenam belas: Van Weiderveld (1)
Bagian ketujuh belas: Efek Samping
Bagian kedelapan belas: Van Weiderveld (2)
Bagian kesembilan belas: Manipulasi (1)
Bagian kedua puluh: Manipulasi (2)

Bagian kedua puluh satu: Manipulasi (3)
Bagian kedua puluh dua: Serangan Mimpi Buruk
Bagian kedua puluh tiga: Van Weiderveld (3)





** Cerita ini pun terinspirasi dan aku dedikasikan untukmu, Shania **














Selepas tak bekerja di keluarga Van Weiderveld, Li Beng Beng memilih untuk menekuni suatu keahlian yang diwarisi secara turun temurun dalam keluarga besarnya--keluarga Li. Li Beng Beng mulai karirnya sebagai seorang sin she (atau tabib, kalau kalian lebih senang menyebutnya seperti itu) dan membuka klinik pengobatan tradisional yang ke depannya sangat terkenal di pesisir timur Sumatera.

Tak ayal, Li Beng Beng bisa mengobati segala masalah yang tengah dihadapi Sylvie. Lewat pengobatan akupunktur, Sylvie akhirnya bisa tidur tenang tanpa harus diganggu dari alam lain. Asal ditusukan ke titik-titik yang benar, selain bisa memperbaiki organ tubuh yang rusak, akupunktur bisa melancarkan aliran darah yang terhambat karena kacaunya aura dalam tubuh (dalam kasus Maruap ini, aura tubuhnya berantakan karena serangan gelombang). Bahkan, akupunktur--konon--bisa menjadi semacam blokir terhadap segala serangan supranatural. "Itu jika dilakukan dengan cara yang tepat."

"Apa yang sudah kamu alami, segala mimpi buruk itu, juga kepala kamu yang sering pusing mendadak--beserta suara-suara misterius yang kamu dengar tersebut, itu semua berasal alam bawah sadar. Pusatnya di sini,--" Li Beng Beng lalu menunjuk titik di dahinya, antara kedua alis mata. "Manusia sering mengalami sakit kepala, yang umumnya berasal dari otak kanan. Tak banyak yang mau menceritakan jiga bahwa datangnya itu dari alam lain atau kalian bisa menyebutnya, alam kebatinan. Teknik akupunktur ini lumayan mujarab untuk meredakan gangguan dari alam lain, walau yang lebih tepat lagi, kalian datanglah ke Sang Pencipta."

Sylvie dan kedua temannya mengangguk-angguk. Mereka sangat bersyukur telah mendapatkan pengetahuan seperti itu. Tak banyak orang yang mau membagikannya langsung dan secara cuma-cuma. Hal-hal seperti itu umumnya bukanlah sesuatu yang mudah disebarluaskan dengan menggunakan mulut. Ingat, dunia bukanlah tempat aman untuk membicarakan beberapa topik.

Lewat Li Beng Beng pula, Sylvie dan kedua temannya jadi tahu bahwa ada beberapa penyakit (yang salah satunya sakit kepala) yang konon pemicunya dari alam roh, alam lain, alam batin, atau alam supranatural. Tak heran, penyakit-penyakit itu sukar dicari obatnya. Obatnya selain lebih banyak ditemukan di alam, yah seseorang harus lebih mendekatkan ke Sang Pencipta sendiri. Relaksasi pikiran adalah salah satu lainnya.

Lalu, setelah diobati lewat akupunktur, juga setelah lebih giat dalam mendekatkan diri ke Sang Pencipta dengan baik dan benar, perlahan-lahan Sylvie mulai merasakan ketenangan jiwa dan batin. Segala serangan dan gangguan mulai jarang sekali dialami gadis kelahiran Amsterdam tersebut. Dia perlahan mulai bisa tidur nyenyak tanpa adanya mimpi buruk sama sekali.

*****

Di sudut-sudut gelap dalam sebuah rumah mewah milik Van Weiderveld, terdapat sebuah obrolan amat rahasia. Terkadang ada banyak hening dalam obrolan mereka. Namun tiap masing-masing dari mereka seolah tahu makna dari tiap mimik, gestur, dan gerak-gerik.

Yang ada dalam rapat maha rahasia itu ialah beberapa pemimpin gereja dan pejabat pemerintahan. Sisanya dari anggota-anggota keluarga Van Weiderveld. Jangan heran, klan Van Weiderveld itu salah satu klan yang sangat disegani dan mendapatkan banyak respek, entah di Belanda, Eropa, maupun Hindia Belanda. Bakat diplomasi Robert sungguh di atas rata-rata. Belum lagi kelihaian Matteo dan Harrys dalam mempengaruhi seseorang.

Sementara yang mereka obrolkan kali ini, selain soal Sylvie yang masih belum mau pulang (yang menyusul tentang Maruap dan keluarganya), rapat itu banyak membicarakan tentang hal-hal bersifat religius. Konon, aksi-aksi misionaris seperti ini dipicu oleh rapat-rapat maha rahasia seperti ini. Ada yang bilang, konspirasi dan persekongkolan tak bisa lepas dari aksi-aksi penyebaran injil. Walau itu sebetulnya hanya segelintir. Masih banyak yang menyebarkan kabar baik Allah tanpa niat terselubung, apalagi sampai dihubungkan dengan teori konspirasi dan persekongkolan.

Tak hanya itu saja, beberapa peristiwa penting dalam sejarah Hindia Belanda tak bisa lepas dari teori konspirasi dan persekongkolan. Konon, ada organisasi-organisasi yang mendalangi sejumlah peristiwa. Sejumlah perang antikolonialisme, katanya, ada yang memprakarsai. Salah satu yang menjadi bahan perdebatan sampai sekarang ialah tentang peristiwa Supersemar dan peristiwa revolusi oleh sejumlah angkatan darat di Lubang Buaya.

Nah, keluarga Van Weiderveld sangat sering diikutsertakan dalam rapat-rapat maha rahasia untuk mendalangi beberapa peristiwa. Memang satu persatu anggota keluarganya jarang sekali tercatat dalam sejarah. Namun tidak tercatat dalam sejarah bukan berarti kisah mereka itu fiktif atau dongeng belaka yang sukar dipegang dengan tangan. Ada banyak dalang-dalang dari aksi-aksi invicible hands yang tak tercatat dalam sejarah selain yang dilakukan oleh keluarga Van Weiderveld, yang pendapatnya sering didengar oleh tiap pejabat pemerintahan Hindia Belanda--bahkan hingga tingkat Eropa.

Beginilah obrolannya.

"Apa tidak sebaiknya jika kita menggunakan minyak zaitun saja? Bukankah minyak urapan itu asalnya dari minyak zaitun yang sangat banyak khasiatnya? Lalu, minyak itu kita sebarkan dengan cara menarik biaya setinggi mungkin?"

Salah satu menggeleng. "Tidak, itu bukan ide bagus. Kita yang merugi nantinya. Apalagi waktu pengirimannya bisa hampir setahun. Biayanya sangat tinggi."

Yang lain mengangguk. "Benar. Lebih baik kita pakai cara itu saja. Toh mereka tak bisa membedakan mana yang asli, mana yang palsu. Yang penting untuk mereka itu mukjizatnya. Tak peduli mereka itu asal kuasanya dari mana."

Yang lainnya menyanggah. "Namun kelak suatu saat orang-orang akan curiga. Nama jadi jelek. Dan, kita juga yang jadi korban."

Kemudian, rapat terbelah dan mulailah debat kusir. Padahal yang mereka ributkan itu hubungan manusia dengan Allah. Mengapakah harus diadakan konspirasi dan persekongkolan? Beberapa malah mengerjakan pekerjaan Tuhan yang mengakunya wakil Tuhan di dunia. Tidak tuluskah mereka melayani sesama demi memuliakan Allah?

******

Walau kondisi fisik dan mentalnya sudah menunjukan tanda-tanda positif, segala serangan dan gangguan itu masih menerpa Sylvie. Sesekali Sylvie masih bermimpi buruk. Itu juga karena Sylvie berdoa dahulu sebelum tidur. Meskipun saat doa berdoa, Sylvie masih merasakan adanya serangan berupa gelombang alfa dan beta ke arah dirinya yang amat dahsyat.

Sylvie bingung. Sebetulnya salahnya di mana? Hubungannya dengan Maruap? Dia kabur dari rumah? Atau sebetulnya ada alasan lainkah yang belum terurai di pikirannya? Apa jangan-jangan Pak Pendeta Simon benar? Ah mungkin saja Li Beng Beng tahu sesuatu. Bukankah mantan pelayan pribadinya itu kenal dekat dengan Pak Pendeta Simon? Bahkan Sylvie sudah mulai merasa Li Beng Beng itu seperti reinkarnasi dari Simon Westenbroek.

Begitu mengerjap, Sylvie lalu keluar kamar dan mencari Li Beng Beng. Namun hingga seluruh ruangan ia geledah, Li Beng Beng tak ia temukan. Malah kedua temannya, tumben saja, tak ada di sekitarnya. Aneh sekali, pikir Sylvie.

Ah, mungkin mereka semua pergi ke gereja, batin Sylvie. Lalu sebelum pergi, Sylvie bergegas mandi dan berpakaian. Semoga saja Li Beng Beng ada di gereja. Kalau kenal dengan Pak Pendeta Simon, ada kemungkinan Li Beng Beng itu jemaat geeja tersebut. Apalagi dari obrolan selama ini, terlihat sekali Li Beng Beng cukup mengenal dengan sangat baik ajaran Kristus.





Bersambung.....

No comments:

Post a Comment

Pembaca yang baik adalah yang sudi mau meninggalkan komentar. ^_^
Nice reader is the one who will leave lot of words in the comment box. ^_^