Thursday, April 13, 2017

Satria & Supernova Bagian Kedua



Kelanjutan dari sini: Satria & Supernova Bagian Pertama


"Seolah-olah tengah menyapu bersih aura-aura jahat, begitulah yang terjadi saat hujan turun selama sepuluh hari berturut-turut ke depan." ujar Narator drama "Kamen Rider Black" episode terakhir.


Supernova ialah suatu fenomena alam di mana ada dua buah matahari yang meledak bersamaan di rasi bintang Sagitarius.


Kalau menggunakan kacamata ilmuwan, itu hanya fenomena alam biasa. Namun kalau ditelaah baik-baik, bahkan tak sedikit pula ilmuwan yang merasa, pada saat fenomena supernova itu, sesuatu agung tengah terjadi,--sesuatu yang berasal dari Sang Pencipta langsung. Ada rumor yang mengatakan bahwa Sang Pencipta tengah menyiapkan sesuatu pada saat fenomena supernova tengah berlangsung tersebut. Sesuatu yang akan mempersiapkan kedatangan-Nya. Untuk sebagian orang, untuk mempersiapkan hari kiamat (hari di mana dunia akan berakhir).

Bahkan saat terjadi gerhana matahari pada tanggal 9 Maret 2016 tersebut, memang telah terjadi sesuatu. Memang sesuatu itu tak bisa dilihat secara mata fisik; harus menggunakan mata batin. 

Tapi itulah manusia. Mereka semakin pintar. Beberapa kejadian alam tidak dianggap sebagai sesuatu (teguran/peringatan) dari Sang Pencipta. Mereka bilang, "Hanya peristiwa alam biasa," Berbeda saat ilmu pengetahuan belum merajalela. Pada jaman sebelum masehi, ada mitos yang mengatakan bahwa hujan merupakan saat Sang Pencipta tengah membersihkan dunia dari aura-aura jahat. Bukankah itu sejalan dengan peristiwa air bah? Allah menciptakan air bah memang dengan tujuan untuk membersihkan dunia (Kejadian 7: 1-24). Bahkan saat Yosua dan pasukannya tengah melawan bangsa Kanaan, secara ajaib, matahari berhenti berputar selama pertempuran. 


Yosua 10:12
"Lalu Yosua berbicara kepada TUHAN pada hari TUHAN menyerahkan orang Amori itu kepada orang Israel; ia berkata di hadapan orang Israel: "Matahari, berhentilah di atas Gibeon dan engkau, bulan, di atas lembah Ayalon!"