Thursday, March 9, 2017

Hey, Kalian, Para Penulis!




2 Timotius 3:16 

"Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran."







Tak setiap orang dapat menuangkan isi pikiran dan otaknya ke dalam sebuah  bentuk tulisan. Apalagi jika dikaruniai satu talenta untuk bisa mempengaruhi (baik sadar maupun tidak) orang lain lewat tulisan-tulisannya. Beberapa tahun setelah Yesus Kristus (atau Isa Almasih) disalibkan, ada beberapa orang yang memiliki karunia luar biasa lewat talenta menulisnya. Rasul Paulus, contohnya. Belum lagi masih ada Rasul Yohanes yang diasingkan di Pulau Patmos, lalu mendapatkan aneka mimpi dan penglihatan tentang akhir jaman. Masih ada pula Thomas Aquinas, Niccolo Macchiavelli,  dan beberapa cendekia-cendekia dengan kecerdasan luar biasa. 

Juga, tak setiap penulis memilki kesadaran tinggi untuk mencerdaskan sesamanya lewat segala tulisannya. Banyak penulis yang takut; yang masih setengah-setengah dalam menuangkan ide pikirannya. Beberapa di antara mereka lebih memilih untuk menulis dengan tujuan hiburan. Yah, hanya untuk menyenangkan mata batin dan mata fisik para pembacanya. Tulisan-tulisan seperti itu, maaf saja, kosong (di mata Sang Pencipta). Bahkan Sang Pencipta sama sekali tak memandang beberapa penulis yang memiliki agenda dan misi-misi tertentu di luar kehendak-Nya. Banyak dari antara penulis-penulis jaman sekarang yang disewa untuk melakukan teknik cuci otak ke beberapa manusia, yang sudah ditugaskan oleh sekelompok orang tertentu.

Hey, Engkau, Para Penulis! Itu talenta. Tak setiap orang dianugerahi kemampuan untuk menuangkan ide pikiran,--pesan ilahi--ke dalam wujud tulisan. Buatlah tulisan tidak hanya sekadar menghibur para pembaca, namun juga ada isinya. Cerdaskan mata tiap orang yang membaca tulisan-tulisan kalian. Tulislah sesuatu yang kalian rasa harus kalian tulis; bukan semata untuk memuaskan keinginan daging sesama kalian. Kalianlah yang harus menyampaikan ke banyak orang sejumlah pengetahuan tertentu. Apa yang sudah diberikan Tuhan Allah, kelak suatu saat harus kalian kembalikan. Ingat, kalian hanya meminjamnya. Jangan biarkan pula jiwa dan raga kalian tergadaikan oleh karena uang, materi, maupun popularitas!

Talenta menulis kalian (juga talenta-talenta lainnya) itu sebetulnya sebuah titipan yang penuh dengan tanggung jawab moral dari Sang Pencipta. Sehingga, dalam kalian menulis, hasil akhirnya haruslah seperti ini,...

...tulisan-tulisan kalian haruslah dapat membuat yang tidak tahu menjadi tahu. Juga, dapat menegur sesama (walau sesama kalian menganggap kalian menggurui atau munafik). 

Itu saja dulu. Masalah tulisan kalian bisa menginspirasi sesama, bisa mendatangkan materi dan popularitas, biarkan Sang Pencipta yang mencukupkan kehidupan dan kebutuhan kalian. Teruslah fokus menulis, lalu buang segala kekhawatiran kalian yang sekiranya mengganggu kalian menulis.

Tulisan-tulisan kalian haruslah memiliki dua unsur sekaligus: mengajar dan mendidik. Jaga idealisme kalian, lalu kembangkan agar buah-buahnya bisa mengajar dan mendidik sesama manusia. Jangan takut dibenci dan dikucilkan karena segala tulisan kalian. Justru Sang Pencipta ingin agar pesan-pesan-Nya tersampaikan lewat segala tulisan kalian. Ingat pula, selalu ada pesan ilahi dalam tiap tulisan, walau sekecil apa pun itu. Maka dari itu, jangan disalahgunakan. Sebab kelak Sang Pencipta akan meminta pertanggungjawaban kalian. 





No comments:

Post a Comment

Pembaca yang baik adalah yang sudi mau meninggalkan komentar. ^_^
Nice reader is the one who will leave lot of words in the comment box. ^_^