Thursday, March 30, 2017

Berani Berbicaralah!








Jika jaman sekarang, bangsa yang terkenal akan kejujuran dan keterbukaannya  (yang disertai hikmah dan kebijaksanaan yang mendasari kejujuran dan keterbukaan tersebut) itu ialah bangsa Jepang,--sehingga wajar jika ilmu pengetahuan dan kebebasan berpikir serta berpendapat tumbuh subur di sana melebihi sang negara adidaya-maka jaman dahulu sekali, sebelum Yesus Kristus lahir (Isa Almasih atau Yeshua), suku-suku seperti itu tumbuh subur dan berkembang di daerah Timur Tengah, khususnya di dataran yang kita kenal sebagai Arab Saudi. Tak heran ilmu pengetahuan kali pertama muncul dari sana. Banyak filsuf terlahir di sana. Sering terjadi penyelidikan akan sesuatu di sana juga. Salah satunya, ilmu perbintangan yang kemudian sering dipraktekan di daerah-daerah tetangganya,--khususnya Kerajaan Babilonia dan Media-Persia, yang lalu menyebar hingga Afrika, Yunani, bahkan Romawi.

Masyarakat di daerah itu sangat terbuka dan blak-blakan dalam menyampaikan isi pikirannya (tentunya karena didorong oleh dorongan hati nurani mereka yang tiap orang tentu berbeda-beda), sehingga wajarlah jika sering terjadi perang di daerah tersebut. Kebanyakan perang di sana muncul karena perseteruan kata-kata dan perbedaan pikiran yang saling dicetuskan tanpa ragu, takut dan kompromi (yang seringkali terjadi karena tidak didasari oleh hikmah dan kebijaksanaan). Mereka berani memperbincangkan beberapa hal yang mungkin sekarang (agak) dianggap tabu. Itulah juga kenapa muncul peribahasa/pepatah di daerah tersebut yang berbunyi seperti ini: 

"Membuka mulutmu hanya jika kamu mau mengatakannya itu jauh lebih baik daripada hanya menutup mulutmu dan berdiam diri terus menerus."