Wednesday, January 4, 2017

Satria, Sang Pangeran Matahari yang Sudah Ditunggu Kemunculannya Setelah Sekian Lama



Kouta Kasuraba, Kamen Rider Gaim Sang Overlord yang sudah dicari sekian lama, tengah bertarung melawan linymph bernama Demushu.




Dunia ini sudah sekian lama terlalu mengandalkan usahanya sendiri. Tiap manusia berusaha mendapatkan kekuatan dengan usaha sendiri. Kepongahan makin menjadi-jadi. Yang kuat menindas yang lemah. Yang kuat menguasai yang lemah. 

Di tengah kondisi seperti itulah, muncullah seorang pemuda. Memang dari lahir, dirinya sudah menunjukan bahwa dirinya bukan orang biasa. Ibunya sudah diperingatkan soal siapa dirinya yang sesungguhnya. Dalam dirinya, ada sebuah jiwa seorang 'ruler'. Mungkin itulah sebabnya beberapa temannya menganggap dirinya itu memiliki pride yang cukup tinggi. Bisa jadi pula pride itu lahir dari darah biru yang dimilikinya. 

Musuh-musuhnya pun sama. Mereka menganggap dirinya ancaman. Hanya sesekali baik, yang ternyata hanya pura-pura, yang kemudian pasti menikamnya dari belakang. Berkali-kali musuhnya menyerang dan mengganggu, sudah jelas siapa yang akan menegakan kepala dan tertawa lebar. Sudah pasti pemuda itu. 

Walau memiliki pride yang cukup tinggi, sesungguhnya pemuda itu memiliki welas asih yang cukup tinggi. Dia tak tega menyaksikan orang lain tertindas. Apalagi jika yang tertindas itu keluarganya, saudara, kerabatnya, sahabatnya, hingga perempuan yang sangat dia cintai. Dia juga tak searogan itu. Dia selalu memaksakan dirinya rendah diri dan rendah hati. Beribu kali orang lain menyebutnya dia aneh, abnormal, dan gila, dia tak peduli. Dia selalu memaksakan dirinya terlihat 'normal' senormal-normalnya (Walau apa sebetulnya definisi normal itu? Menjadi sama semuanya manusia itu? Meskipun Sang Pencipta tiap manusia itu dengan keunikannya masing-masing?). Sungguh seorang satria--yang selalu ingin terlihat normal, biasa saja, apa adanya, membumi, merakyat, dan sangat manusia di tengah jiwa seorang 'ruler' dalam dirinya.!

Sungguh seorang ksatria. Seorang ksatria yang berpikir begitu tangkas. Apa yang ia pikir harus dilakukan, haruslah ia lakukan tanpa berpikir panjang dan lama. Dia tak tahan untuk hanya duduk diam, padahal memiliki kekuatan lebih (dari Sang Pencipta), terlebih jika ada yang tersakiti dan tertindas. 

Well, tak seperti beberapa orang yang mendapatkan kekuatan karena usaha sendiri, pemuda itu--menjelang usia dewasa--dalam suatu mimpi, Sang Pemimpi memberikan banyak padanya kekuatan tak tertandingi. Apa yang orang lain miliki dan kuasai karena usaha lewat puasa, semedi- dan meditasi, dia hanya mendapatkan itu semua dari Sang Pencipta. Tak banyak manusia di muka Bumi ini bisa sering bercakap-cakap dengan Sang Pencipta sesering dia, seperti tengah mengobrol dengan temannya di sebuah warteg. Itulah kenapa banyak orang yang iri dan mencemburuinya. Banyak yang tak suka, lalu menyebutnya monster gila nan tak berperasaan dan berperikemanusiaan. 

Selain itu, pemuda itu juga terlalu banyak mengetahui rahasia. Dia sudah tahu untuk apa beberapa orang mengumpulkan kekuatan sedemikian besarnya. Tanpa sepengetahuan kebanyakan umat manusia, ada sekelompok orang tengah merencanakan segala sesuatu yang gila dan jahat dalam suatu konspirasi. Telah sekian lama banyak ilmuwan melakukan riset terhadap penciptaan, asal usul Tuhan, dan berkali-kali menciptakan kekuatan untuk menyamai Tuhan. Ibadah beberapa orang, dia sudah lama tahu, tidaklah sempurna. Mereka tidak benar-benar menyembah Sang Pencipta. Usaha sendiri lebih diutamakan daripada berserah. Seperti itulah dunia sekarang yang pemuda itu tangkap. Bahkan jauh lebih mengerikan lagi. Sebab beberapa orang mencoba untuk menciptakan sesuatu artifisial dari yang sudah Sang Pencipta ciptakan. Ambil contoh: pintu dimensi, gerbang maut, hingga star gate

Kemunculan sudah sekian lama dinantikan oleh sebagian orang. Namun ada juga sebagian lainnya yang membenci eksistensinya, khususnya jika pemuda tampil sebagai ruler sesungguhnya untuk mempersiapkan lord of the lord (god of the god, king of the king) yang hendak datang untuk ke kali kedua ke dunia. Banyak yang tak suka, sebab ketika saatnya tiba, segala misteri akan harus dibukakan. Kebusukan harus dibiarkan menguap-uap ke mana-mana. Manusia-manusia jahat harus dibiarkan telanjang dan dipermalukan. 

Saat itu tiba, hanya akan ada dua kerajaan. Kerajaan 1000 tahun (yang dipimpin oleh Iblis dan pasukannya) dan kerajaan di mana ada pemuda satria itu bertakhta. Tiap manusia harus memilih untuk mau mengikuti siapa. Sebagaimana banyak kitab sudah menubuatkan, perang adalah sesuatu yang amat sulit terelakan. Segalanya harus terjadi,--entah itu perang, bencana alam, maupun penyakit. Segala sesuatunya demi lord of the lord datang ke dunia. Segalanya juga akan menjadi terang; lebih terang dari efek buah terlarang dari sebuah taman kudus. 

Terdengar seperti sebuah fantasi, imajinasi,  delusional, pikiran gila, serta mengkhayal-khayal? Namun bukankah tiap nabi dan para pembuat nubuatan mengalami nasib seperti itu? Dicerca dan dianggap remeh karena menyampaikan kabar bahagia; karena menyampaikan kebenaran sejati?



Kouta Kasuraba tengah berdebat dengan Kaito Kumon soal apa itu kekuatan. 






Sumber gambar: drama tokusatsu "Kamen Rider Gaim"

No comments:

Post a Comment

Pembaca yang baik adalah yang sudi mau meninggalkan komentar. ^_^
Nice reader is the one who will leave lot of words in the comment box. ^_^