Wednesday, January 18, 2017

Dark Organization - Part One





Ada sebuah organisasi. Organisasi itu lumayan besar, yang bersembunyi dalam kegelapan, yang sudah berusia sudah sangat lama (konon muncul sejak jaman renaissance). Mereka biang dari segala kejadian yang ada di dunia ini. Yah salah satunya itu kasus pemboman. Mereka juga turut andil dalam beberapa peristiwa kriminalitas. Cara kerja mereka sangat rapi sekali. Tak terdeteksi sama sekali. Nyaris tak meninggalkan jejak untuk tiap kejahatan mereka. Ada yang bilang orang-orang 'mereka' telah dan sedang menyusup ke mana-mana, salah satunya di bagian keamanan masyarakat. Cara perekrutan anggota itu juga berjalan sangat rahasia. Entah tersembunyi dalam bayang-bayang malam, entah berkedok dalam perkumpulan biasa. 

Konon, organisasi ini memiliki uang yang sangat banyak sekali. Tidak ada yang tahu dari manakah pusaran uang tersebut. Beberapa agen penyelidikan berusaha menyelidiki. Mungkin saja mereka punya percetakan uang sendiri. Yang tak jarang dari agen tersebut yang cukup kewalahan. Sebab yang dihadapi memang wakil dari iblis. Mereka sangat lihai memainkan wajah kedua mereka. Di depan khalayak, mereka memasang tampang domba putih nan polos. Di belakangnya, mereka otak di balik beberapa kejahatan, mulai dari skala kecil sampai skala raksasa. Mereka itu jadi mirip elang raksasa yang berdiri tegap di ujung piramida. 

Diam-diam pula, mereka suka mengadakan pertemuan sangat rahasia. Apa yang dibicarakan, tak ada yang tahu. Hanya sesama anggota yang tahu. Ada desas-desus bahwa pertemuan itu berada di tempat dan waktu yang sangat rahasia. Mungkin berada di balik bayangan tiap manusia. Mungkin pula dress code nya itu serba hitam, seperti warna gagak hitam, yang konon merupakan lambang dari kematian.  Ada juga yang berkata, nama lain mereka itu brotherhood of snakeWell, tak jarang yang menyelidiki soal mereka itu berakhir tragis. Mereka akan memburu orang-orang itu sampai ditemukan mayatnya. Wah, kalau boleh tahu, cara kerja mereka sangat mengerikan. Apalagi mereka suka mengadakan ritual-ritual khusus nan menyeramkan. Luarnya, memang tak kelihatan. Dalamnya, sangat sadis. Tak berperikemanusiaan. Mereka sangat menyukai gaya hidup kemewahan pula; serba hedonisme dan gaya hidup malam. 

Kesukaan mereka yang lain ialah menyelidiki. Terutama menyelidiki soal penciptaan alam semesta, juga soal Sang Pencipta sendiri. Mereka sangat sering melakukan sesuatu dalam usaha menyamai Sang Pencipta. Rekayasa genetik adalah mainan terfavorit. Kloning salah satu lainnya. Program bayi tabung marak di mana-mana adalah salah satu kebanggaan mereka. Sebab mereka sangat bangga bisa memaksa sebagian umat manusia untuk melaksanakan program bayi tabung. Dalihnya, to illuminate everything and everyone. 

Di balik itu semua, walau tak suka rahasia besar nan kotornya ketahuan, organisasi itu sangat narsis. Mereka sangat suka menonjolkan diri. Doyan menyisipkan beberapa rahasia mereka dalam banyak hal. Entah itu film, lagu, merek, buku, hingga sesuatu yang sangat familiar sekarang ini: internet (mungkin itu juga salah satu cara mereka untuk menjaring dan merekrut pengikut). Bahkan ponsel pun, hati-hati saja, bisa ada salah satu kuping mereka. All-seeing eye. Sudah banyak yang tahu, namun yang mengetahui itu lebih banyak bungkam. Tak berkutik, sebab orang-orang itu tahu bahwa yang dilawannya itu pasukan iblis. Mau mengumpulkan bukti juga susahnya minta ampun. Namanya juga musang berbulu domba. Yah walaupun simbol-simbol soal keberadaan mereka itu sudah banyak beredar dari beberapa abad lalu malah. Yang terkenal itu segitiga hitam. 

Ketakutan terbesar mereka: mereka sangat takut dengan hari kiamat atau hari penghakiman--saat di mana Sang Pencipta turun langsung ke dunia. Sebisa mungkin mereka selalu berusaha mengadakan counter attack. Orang-orang yang tahu soal kapan hari itu tiba, langsung dicari dan diburu. Bukan apa-apa. Karena dikiranya organisasi itu, Sang Pencipta itu bisa mereka tandingi dan lawan. Sama seperti a fallen angel yang berusaha merebut takhta maha agung nan kudus. Tapi Sang Pencipta kan tak dapat dilawan.