Sunday, December 18, 2016

SERIAL FAN FICT: DenLiner dalam Kenangan - part 2



Kelanjutan dari sini




[Ryoutarou]
Aku senang. Aku sangat bahagia sekali. Bahagiaku ini untuk Kak Airi. Akhirnya ingatan Kak Airi pulih. Kak Airi bisa bersatu dengan tunangannya yang menghilang entah ke mana. Nama tunangannya itu Yuuto Sakurai.



Jujur saja, Yuuto Sakurai versi yang kukenal itu jauh lebih bersahabat daripada Yuuto Sakurai versi muda. Yang versi muda itu menyebalkan. Sok sekali. Egois. Sok mengatur ini dan itu. Luar biasa pemarah. Sangat sulit diajak bekerja sama. 

Sementara yang ini. Inilah Yuuto Sakurai yang kusuka. Jauh lebih bijak. Emosinya sangat terkendali. Juga, dia lebih penyabar dan mau mendengarkan. Kak Airi beruntung memiliki pasangan seperti Yuuto Sakurai.

Omong-omong, aku harus memanggilnya apa? Abangkah? Atau aku bisa memanggil nama pertamanya? Yah seperti dahulu kala saat masih begitu gencarnya membantai banyak Imagin.

DRIIIIIIN!!!

Ponselku berdering. Terburu-buru aku harus meninggalkan upacara pernikahan Kak Airi dan Yuuto Sakurai yang sangat sakral. Padahal tinggal sedikit lagi, kan. Tinggal sedikit lagi masing-masing mengucapkan janji sehidup semati.

Siapa sih yang meneleponku? Pakai dirahasiakan segala nomornya. Dan, entah mengapa jantungku berdebar-debar tak keruan?

"Moshi-moshi,"

"Ryoutarou-kun,"

Ini. Suara. Hana. Kan.

"Ryoutarou? Ohisashiburi. Genki da ne? Masih ingat aku, tidak?"

Jantungku semakin berdetak makin kencang dan cepat. Baru saja beberapa hari lalu, aku terkenang-kenang akan masa-masaku saat berada di DenLiner. Tiba-tiba saja salah satu penghuninya menghubungiku. Tapi kenapa Hana kecil yang menghubungiku? Apa terjadi masalah lagi dengan DenLiner?

Sekonyong-konyong pikiran nakal kembali menyerang. Aku terlalu mengkhawatirkan yang bahkan belum terjadi. Semoga saja firasatku salah.

*****

[Hana]
Kenapa harus terjadi sesuatu lagi dengan DenLiner? Kenapa harus ada beberapa orang yang hobi menciptakan distorsi waktu? Mendadak saja, saat tengah melaju dengan cepatnya, DenLiner harus berhenti. Ada sebuah kereta yang menghadang, entah bagaimana caranya. Lalu, sekumpulan Imagin keluar yang dikomandoi beberapa manusia.

Aku tak menghitung berapa persisnya. Semuanya berlangsung begitu cepat sekali. Mereka semua main merangsek begitu saja. Satu persatu Imagin dikalahkan. Owner, aku, dan Naomi disekap. Untungnya, aku berhasil kabur. Si Bandel Ryuutaros yang menyelamatkannya. Katanya, yang lainnya berhasil kabur. Sayangnya ketahuan. Mereka melawan. Namun musuh kali ini jauh lebih kuat. Satu persatu dari mereka kena tembak, lalu menghilang entah ke jaman mana.

Yah sama sepertiku. Aku pun kena tembak berbarengan dengan Ryuutaros. Aku terdampar kembali ke Tokyo di mana aku kali pertama berjumpa dengan tokuiten lainnya. Dia Ryoutaro Nogami.

Begitu tiba, syukurlah, ponselku masih ada. Langsung saja aku menghubungi Ryoutarou. Aku juga tidak tahu kenapa aku harus menghubunginya. Bukankah tiap Imagin juga menghilang? Pasti Ryoutarou  mengalami kesulitan untuk berubah menjadi Den O. Entahlah, saat ini, yang ada di pikiranku, hanya Ryoutarou. Mungkin saja ada solusi saat kuceritakan masalah ini padanya.

"Moshi-moshi," Ah, yokatta, Ryoutarou cepat mengangkat. Aku tak perlu menunggu lama.  "Ryoutarou-kun,"

"Ryoutarou? OhisashiburiGenki da ne? Masih ingat aku, tidak?" Aku langsung membuka pembicaraan. 

"Ha-hana-san, a-a-ada apa?" tanya Ryoutarou gugup. Kalau aku jadi dia, aku pun akan bereaksi yang sama. 

Ada hening sebelum aku menjawab, "DenLiner diserang lagi, Ryoutarou. Bisa aku temui kamu? Nanti aku jelaskan?"

"Ta-ta-tapi jangan sekarang, Hana-san. Tengah ada pernikahan Kak Airi dan Yuuto Sakurai."

Yuuto dan Airi menikah? Baguslah. Aku turut senang mendengarnya. Rasanya jadi tak enak menyampaikannya di tengah momen gembira ini. 

"Me-memangnya ada apa dengan DenLiner? Kenapa kamu jadi anak kecil lagi? Para Imagin lain, juga Owner,... mereka tak apa-apa kan?"

"Mereka menikah di mana? Biar aku saja yang ke sana. Toh, aku sedang berada di depan Milk Dipper."

"Boleh saja sih," Seperti biasa, Ryoutarou selalu saja seorang yang peragu. "Tapi ada apa? Bisa kamu jelaskan sedikit?"

"Nanti saja. Sekarang, buruan katakan padaku di mana pernikahannya berlangsung?" 

*****

[Ryoutarou]
Tunggu. Ada yang terasa janggal. Ada yang mengganjal di hati ini. Aku merasa terjadi sesuatu dengan DenLiner; juga dengan Hana. Pasti itu.

Juga, mungkin sedikit berisiko jika Hana datang dan berjumpa dengan Kak Airi beserta pasangannya. Bukankah dulu pernah terjadi? Waktu itu Yuuto hampir memperkenalkan diri. Saat itu dirinya masih sebaya denganku. Aliran waktu sedikit kacau. Aku dan para Imagin kerepotan mengatasinya.

Aku takut Hana akan menghilang. Yah, bukankah dulu Yuuto (juga Owner) pernah berkata bahwa seseorang bisa menghilang jika tak ada seorang pun yang mengingatnya. Memang aku masih bisa mengingat Hana. Tapi sampai kapan? Dan, bukankah akan terjadi kekacauan waktu? Aku juga tak mau merusak kebahagiaan Kak Airi. Kak Airi berhak untuk bahagia setelah sekian tahun mengalami amnesia.

Aku bingung.

Sungguh bingung.

Aku benar-benar bingung.

Eh tunggu, apa itu? Bukankah itu Imagin? Ternyata benar dugaanku. DenLiner mengalami masalah lagi. Hana pun pasti sama. Kalau tidak, tidak mungkin ia kembali menjadi anak-anak lagi.

Tapi sepertinya Imagin itu kukenal. Seperti seekor burung. Apa itu Sieg?

SIEG!

"SIEG!" teriakku. Walau tanpa aku berteriak pun, ia pasti akan mendatangiku. Pasti. Lalu, seperti biasa, Imagin ini berkata dengan aura kebijaksanaan yang begitu aneh; juga kata-kata pengantar yang aneh itu.

"Pagi, Ryoutarou," sapa Sieg begitu ramah, namun menyimpan ketakutan. "Sudah siapkah kamu untuk bertempur menjadi Den O lagi? Aku sudah rindu sekali untuk merasukimu lagi."










No comments:

Post a Comment

Pembaca yang baik adalah yang sudi mau meninggalkan komentar. ^_^
Nice reader is the one who will leave lot of words in the comment box. ^_^