Sunday, December 4, 2016

SERIAL FAN FICT: Balada Pria, Wanita, dan Seorang Misterius






Terinspirasi dari lagu-lagu yang dinyanyikan Phil Collins, yang menjadi soundtrack "Tarzan"




[Pria]
Pengiring: "Stranger Like Me".
Hei kamu, yah kamu yang lagi di sana. Apa pun yang kamu tengah kerjakan, aku mau melakukan sesuatu untuk kamu. Aku mau menolong kamu dalam tiap kesusahan kamu. Kamu hanya tunjukan saja, beritahukan padaku. Sebab kamu itu berarti segalanya untuk aku. Aku ini bukan apa-apa dan siapa-siapa tanpa kamu.



Bahkan aku bisa memandang ke sana, belajar banyak hal, hingga memahami seluruhnya, itu semua karena kamu. Aku merasa kamu dan aku begitu dekat sekali. Walau nyatanya jarak sangat memisahkan kita. Tapi karena kamu, aku malah bisa melihat aku sebagai pribadi yang seutuhnya. Aku juga jadi tahu bahwa ada sesuatu yang lebih besar dari hidupku yang serba kecil ini.

Hei kamu, seseorang yang aku amat cintai, aku mau tahu lebih banyak lagi. Maukah kamu menunjukannya lagi? Yah itu soal orang-orang asing, sesuatu asing, yang sebelumnya aku tidak pernah tahu sebelumnya. Ayo tunjukan semuanya padaku. Ceritakan padaku. Ajari aku. Aku ingin tahu seluruh yang asing tersebut. Kurasa, hanya kamulah yang tahu segalanya. Kamu kan luar biasa cerdas, selain cantik tentu saja.

Oh Sayang, tiap gestur, tiap mimik, tiap gerak-gerikmu, maupun tiap tuturmu, oh tidak, sesuatu ini belum pernah aku rasakan sebelumnya. Apa namanya? Aku sendiri pun bingung menyebutnya. Kenapa juga aku harus mengalaminya? Namun satu yang kutahu, aku perlu berada di samping kamu selamanya. Aku merasa tenang berada di dekatmu melebihi ayah dan ibuku.

Segala emosi ini, kamulah pemicunya. Kamu juga yang mendorongku untuk mengenali banyak hal di di dunia yang luas ini. Melebih pepohonan yang dahannya menjulur hingga awan, karena kamu, aku bisa memandang cakrawala masa depanku. Jadi, kumohon, ikutlah bersamaku.

Aku mau mengajakmu masuk ke duniaku, atau duniamu, atau bersama-sama masuk ke dunia-dunia yang lainnya, di mana hanya ada kecantikan dunia (sama seperti parasmu) yang melebihi mimpi-mimpi kita. Aku harap kamu mau. Kalau kamu mau, katakan dan pegang kedua tanganku. Kita berdua pergi bersama-sama menuju segala dunia yang aku mau tahu.





[Pihak Ketiga]
Pengiring: "Son of Man".
Sebuah kekuatan untuk menjadi kuat. Sebuah kebijaksanaan untuk menjadi lebih bijak dan berhati-hati dalam melakoni hidup. Percayalah juga, Anakku, segala hal dalam hidupmu, itu semua akan datang tepat pada waktunya, walau banyak yang menghalanginya. Kamu akan mendapatkan apa yang kamu butuhkan dan inginkan.

Hai, Anak-ku, Sang Anak Cucu Adam, percayalah, dalam sebuah petualangan yang kamu jalani, selalu akan ada jawaban untuk tiap kegelisahan hatimu. Meskipun kamu harus mendaki bukit, menyelami lautan, berjalan di gurun, maupun meraih sebuah tepi agar tak tenggelam. Cobalah juga kamu lihat ke cakrawala di ujung sana. Bebaskan jiwamu. Kelak, percayalah padaku, di cakrawala sana, kamu akan berdiri sembari membusungkan dada. Seluruh makhluk bumi akan memandang kamu sebagai seorang pria,... seorang satria.

Mungkin kamu berpikir bahwa tak ada seorang pun yang bisa memandu jalanmu. Keluargamu pun tak mempercayaimu. Kamu seolah-olah berjalan sendirian. Bahkan seseorang yang kamu cintai itu mendadak menusuk kamu dari belakang. Tak seorang pun yang bisa memegang kedua tangan, lalu menuntunmu perlahan demi perlahan. Namun dengan keyakinan dan segala pengertian, aku yakin kamu akan menjelma menjadi seorang bocah menjadi pemuda. Seorang laki-laki menjadi seorang pria. Atau mungkin kelak kamu akan menjadi seorang satria yang kehadirannya sudah ditunggu dunia selama berabad-abad. Kemudian banyak musuh berniat untuk membunuhmu dengan beragam cara.

Dalam memahami sesuatu, kamu pasti akan bisa mengajar. Dan, dalam mengajari seseorang, kamu akan mendapatkan pemahaman. Dari kedua hal itu, aku percaya, kamu akan menemukan tempatmu di samping mereka yang kamu sayangi. Oh, bahkan segala hal yang kamu hasratkan, seluruh penglihatan dan mimpimu, itu semua sudah menggambarkan banyak hal. Masa depanmu--milikmu seluruhnya. Walaupun masa depan itu tak selalu seindah pelangi. Kelak kamu akan lihat, perlahan demi perlahan, musuh-musuhmu akan lebih berani lagi. Akan banyak sahabat dan keluargamu yang berbalik menikammu. Mungkin perempuan itu--yang kamu sayangi--akan selalu mendukungmu secara emosional. Tapi satu hal pasti, belajarlah untuk melalui segalanya sendiri saja.

Memang kamu akan melewati segala ujian bersama pasanganmu, sahabat-sahabatmu, rekan-rekanmu, maupun keluarga besarmu. Namun perlu kamu ingat, segalanya berada di tanganmu. Putuskan segala sesuatunya sendiri. Jangan pernah mengandalkan siapa pun. Itu jauh lebih baik.

Hai, engkau, Sang Satria. Pandanglah langit. Bebaskan jiwamu. Suatu hari kamu akan berjalan dengan kebanggaan sebagai anak cucu Adam.





[Wanita]
Pengiring: "You'll be in My Heart".
Hey kamu, ayo dong, berhenti menangis. Kamu itu laki-laki. Laki-laki pantang untuk menangis. Kalau kamu menangis, nanti saat aku menangis, pada pundak siapa aku harus bersandar?

Tapi tak apa. Mungkin tak apa-apa seorang laki-laki menangis. Kita berdua bisa menangis sama-sama, lalu berpelukan mesra. Suatu pemandangan langka yah? Katakan saja segala permasalahan. Curahkan seluruh isi hatimu. Maka aku akan memegang erat-erat tanganmu. Aku selalu ada untuk kamu.

Memang kenapa kalau seorang perempuan yang melindungi laki-lakinya? Bukankah, kata mereka, di balik kesuksesan pria, ada seorang wanita hebat? Aku ingin menjadi wanita hebat itu, untuk kamu. Mengawasi gerak-gerikmu seperti ibu kandungmu dulu. Juga, untuk menjagaimu dan menasehatimu ini-itu. Aku ini bagaikan pengganti ibu kandungmu. 

Dalam satu pandangan kecil, kamu itu terlihat kuat untukku. Namun aku salah. Kamu ternyata rapuh sama sepertiku, yang nyatanya jauh lebih tangguh. Bukannya sombong, yah tapi karena akulah, kamu pasti merasa aman, nyaman, dan hangat. Walau aku pun merasakan hal sama. Mungkin inilah kekuatan dari memberi, terutama memberi pada seseorang yang aku sangat cintai. Itulah juga yang membuat garis penghubung antara kamu dan aku tak akan pernah hancur.

Maka dari itu, kamu jangan cengeng lagi. Ada aku untuk kamu. Kapan pun kamu akan selalu ada di hati dan pikiranku. Tak masalah orang mau bilang apa, selamanya akan begitu.

Kenapa juga mereka tak kunjung mengerti? Kenapa juga mereka mempermasalahkannya? Apa aku dan kamu pernah mengganggu mereka? Kupikir-pikir, mereka hanya tidak mempercayai apa yang mereka tak dapat jelaskan. Mereka bahkan tak tahu bahwa kita ini berbeda namun satu sebetulnya di relung hati paling dalam. Kamu akan selalu di hati dan pikiranku. Terserah mereka mau berkata apa.

Sejak sekarang dan selamanya, kumohon, walau buat aku juga sih, yuk mari jangan dengarkan mereka. Karena, kukira, mereka hanya melakukan apa yang mereka tahu saja. Biarkan saja seperti itu. Sekarang lebih baik kita harus saling berpegangan. Pada waktunya, mereka akan sadar juga.

Yah, saat takdir memanggil aku dan kamu, kita berdua harus kuat. Walau kita harus sering berpisah, kamu harus kuat loh. Tidak boleh cengeng. Tunjukan kalau kamu itu kuat padaku--dan pada mereka yang mengolok-olokmu selama ini.

...

Karena kamu selalu di hatiku. Percayalah padaku. Aku sangat mencintaimu. Lalu, aku pasti akan ada di sana. Bahkan selamanya aku akan selalu bersama kamu. Tidak akan ada yang bisa menghalangi lagi, termasuk dari kedua orangtua kita. Selamanya akan begitu.


No comments:

Post a Comment

Pembaca yang baik adalah yang sudi mau meninggalkan komentar. ^_^
Nice reader is the one who will leave lot of words in the comment box. ^_^