Friday, December 30, 2016

Kisah Pria Satria yang Disalahpahami Dunia











Di sebuah kota satelit, ada seorang pria. Belum terlalu tua, juga sudah tak begitu muda lagi. Yang jelas dia bukan seorang remaja lagi walau fisiknya selalu awet muda (sama sekali tak ada kumis, jenggot, dan tanda-tanda berewok di wajahnya). Sejak kecil, dia tumbuh seperti anak-anak lainnya. Apalagi dia datang dari keluarga lumayan berkecukupan. Keluarganya konon berdarah biru; masih ada hubungan lumayan dekat dengan keraton. Orangtuanya cukup saleh. Yang membedakan hanyalah... pria ini sejak kecil selalu ingin tahu yang cukup berlebihan soal hidup. Dia terlalu mau tahu soal asal-usulnya. Bukan secara silsilah, namun dia selalu ingin tahu untuk apa dia berada di Bumi. Yah sama persis dengan kisah Saint Seiya, serial anime yang amat digemarinya. Itulah yang membuat orangtuanya, khususnya Mama-nya kewalahan (padahal kalau saja Sang Mama ingat dengan kata orang tua itu bahwa pria itu bukanlah pria sembarangan. Kemunculannya sudah lama dinantikan oleh segenap penduduk Bumi, bahkan alam semesta).


Selain kewalahan, kedua orangtuanya selalu bingung dengan apa yang dilakukan si pria yang hobi makan sosis dan keju. Di mata mereka, pria itu selalu tak bisa ditebak. Pria itu selalu melakukan apa pun yang terlihat tak berguna di mata orang lain. Namun rupanya di relung hatinya, satu yang pasti, dia selalu tahu bahwa dia harus selalu melakukannya. Itulah penyebabnya kenapa banyak orang sangat membencinya. Apa yang dia lakukan itu bagaikan sebuah teror. Dia selalu menciptakan horor kepada orang-orang yang dia rasa itu cukup berbahaya. Dunia memang tak bisa melihat apa yang dilihat pria yang senang meminum frappe tersebutNamun pria itu yakin orang-orang itu harus segera dilenyapkan demi satu misi rahasia yang ia sangat yakin sekali bahwa itu datangnya dari Sang Pencipta.


Kekuatannya makin menggila saat pujaan hatinya direnggut darinya. Kekasih yang sudah ditakdirkan untuknya itu diambil oleh seorang bajingan. Dipaksa menikah dalam sebuah upacara palsu. Disetubuhi secara paksa. Hamil, keguguran, namun si bajingan itu selalu punya akal untuk membuat pria itu frustrasi. Wanitanya dipaksa untuk mengganti bayi yang keguguran. Seperti itulah kenapa kekuatan si pria makin lama makin menggila saja.

Namun rupanya si bajingan beserta kroni-kroninya tak pernah kenal menyerah. Mereka seperti pasukan berani mati yabg mendapatkan sokongan dari pasukan Iblis. Banyak cara yang dilancarkan mereka untuk membuat si pria yang hobi berdiet lewat menghindari makan nasi dan hanya makan roti itu kewalahan. Menyerah begitu saja. Terutama jika berbicara soal kekasih hatinya. Tapi mereka salah. Pria itu tak menyerah. Dia terus gigih melawan.  Pria itu amat yakin apa yang dilakukannya memang amat benar dan harus dilakukan; juga wanita itu memang wanita takdirnya.

Kini ganti para bajingan dan musuh-musuhnya yang mulai menyerah. Sepertinya mereka hendak mengibarkan bendera putih, tapi gengsi. Bagi mereka, haramlah untuk menyerah pada pria yang dianggap ancaman. Pria itu semenjak kemunculannya beserta segala pertunjukan horornya, memang telah lama dianggap sebagai perusak hegemoni. Seseorang yang dianggap telah mengganggu tatanan yang telah ada. Padahal itu semua salah. Pria yang di kala senggang sering bermeditasi itu bukan ancaman, perusak, pengganggu, atau apalah. Musuh-musuhnyalah yang seperti itu, tanpa pernah disadari publik. Pria itu sukses membuka segala misteri dan kebusukan yang amat rapi disembunyikan (demi mempersiapkan kedatangan si Anak Domba yang dulu harus rela dicabik-cabik daging dan kulitnya).

Kini seperti apakah nasib si pria yang senang ber-jersey klub sepakbola Chelsea dari London Timur.  Yang kudengar, dia berhasil menemukan kebahagiaannya. Semoga saja begitu. Setelah sekian lama sok tegar (padahal sudah bau hancur lebam), kurasa dia berhak bahagia. Mungkin memang dunia telah sekian lama salah memahami segala aksi dan perbuatannya. Bukankah dalam jangka waktu sekian lama, sudah cukup membuktikan bahwa si pria tak salah langkah dan memang Sang Terpilih? 

Semoga saja si bajingan itu menyerah. Kalau tidak, sepandai-pandainya tupai melompat, bukankah akhirnya jatuh juga? Pun dengan rahasia yang ditutup sedemikian rapat, juga pasti akan terendus ke mana-mana. Juga dengan musuh-musuhnya yang lain, yang aku harap menyerah saja. Percuma saja melawan seseorang dengan kekuatan yang hampir menandingi Tuhan itu. Gempa saja bisa diciptakannya. Kalau ia tengah marah, gunung berapi langsung meletupkan emosinya.

Bersabarlah, Satria Piningit kami! Saya dan lainnya menaruh harapan banyak pada anda. Berjuanglah. Bebaskanlah Bumi dari para setan berwujud manusia dengan pedang roh anda! Délivre-nous, Dieu de la--atau tepatnya, utusan Sang Maha Kuasa! Mengamuklah demi sesuatu yang lebih mulia dan ilahi!




Sumber gambar: Kamen Rider Gaim (Thank to all streaming sites who have already uploaded).

No comments:

Post a Comment

Pembaca yang baik adalah yang sudi mau meninggalkan komentar. ^_^
Nice reader is the one who will leave lot of words in the comment box. ^_^