Thursday, December 15, 2016

Jumat Tanggal 13



Sumber: Mangacan



Kenapa Jumat Tanggal 13 disebut hari sial? Itu ada alasannya. Salah satunya karena saat itulah sejumlah pasukan templar diburu, lalu dihukum mati, yang perintahnya berasal dari Vatican. Mereka, para templar itu, diduga melakukan bidah dalam ajaran Katolik (atau Nasrani, Kristiani).  Banyak di antara mereka itu melakukan praktek sihir dan okultisme.




Jangan salah pula, yang namanya sihir itu bukan sekadar dongeng. Jaman dulu sekali, sebelum ilmu pengetahuan sangat mewabah seperti sekarang ini, sihir dipraktekan dari segala kalangan usia. Dari anak kecil hingga lansia.

Bahkan Akitab mencatat bahwa praktek sihir dan okultisme sudah dipraktekan sejak jaman Kejadian. Salah satunya saat Nimrod berkuasa. 

Nimrod sendiri adalah orang yang pertama kali berkuasa di bumi dan seorang pemburu yang gagah perkasa (Kejadian 10:8-9) Namun sayang, Nimrod adalah seorang yang dikuasai iblis, sehingga karirnya begitu cepat menanjak hingga ke puncak pemerintahan dunia. Kemudian Nimrod mendirikan sebuah kota, kota yang besar, bernama BABEL. Kota ini dibangun dengan sistem penyembahan iblis. Iblis sebagai pemimpin utamanya, baik secara politik maupun agama. Ini adalah ambisi lama iblis untuk duduk di takhta Allah dan disembah oleh seluruh ciptaan Allah. Iblis melalui Nimrod mendirikan sebuah menara tinggi "hingga ke langit" yang dinamai menara Babel (Kej 11:4). Di puncak menara Babel inilah akhirnya cita-cita iblis untuk bertakhta di "tempat tinggi" dan disembah oleh seluruh ciptaan Allah. Meskipun pola penyembahannya meniru pola penyembahan di surga, namun penyembahan di menara Babel adalah pola penyembahan okultisme yang begitu jahat dimata Allah. Di sinilah dimulai penyembahan iblis, praktek okultisme, ramal/nujum, sihir, dan astrologi mulai dibuat, yang berlanjut pada praktek pengorbanan bayi kepada dewa Molokh (Imamat 18:21) yang merupakan nama lain dari Nimrod. Kejahatan Babel begitu besar dihadapan Allah, manusia saat itu bersatu (unity), namun dalam hal okultisme, sehingga Allah turun ke dunia untuk melihat apa yang terjadi (Kej 11:5). Dan untuk menghentikan apa yang terjadi di Babel akhirnya Allah mengacaubalaukan kesatuan bahasa mereka. Setelah bahasa mereka kacau, sebagian besar penduduk Babel akhirnya tercerai-berai ke segala pelosok dunia menurut bahasa mereka masing-masing, sebagian lagi tetap tinggal dan membangun kerajaan Sinear. 

Sejak saat itu, pembangungan Babel terhenti. Kotanya ditinggalkan dan sebagian penduduknya mencari tempat baru untuk mulai membangun kota/kerajaan mereka masing-masing. Namun demikian, sekalipun mereka meninggalkan kota Babel, tapi mereka tidak meninggalkan praktek okultisme Babel. Kemanapun mereka pergi dan mendirikan kota/kerajaan maka dapat dipastikan praktek-praktek sihir dan okultisme Babel menjadi sistem agama mereka. Sekalipun Allah menghendaki sistem dan agama Babel berhenti namun tidak demikian dengan iblis, ia bersumpah bahwa ia akan membangun kembali Babel dan mewujudkan cita-citanya untuk bertakhta atas seluruh dunia dan disembah oleh semua manusia yang ada di dunia. Iblis terus mewariskan sistem penyembahan berhala Babel dimanapun manusia tinggal untuk kemudian dihidupkan kembali di akhir jaman, yaitu yang dalam kitab Wahyu disebut sebagai "Babel Besar." 

Tahun demi tahun, iblis membangun kembali "kota Babel", ia menggunakan semua cara dan bidang untuk mewujudkan cita-citanya itu. Iblis membangun kembali Babel Hari-hari ini kita sedang hidup di akhir dari akhir jaman, iblis sudah mencapai sentuhan akhir dalam membangun "kota Babel" yang pembangunannya sempat terhenti dulu. Seluruh dunia sedang dibawa iblis untuk menjadi Babel terakhir sebelum ia dilemparkan ke dalam neraka untuk selama-lamanya (Wahyu 20:10), iblis tahu waktunya sudah dekat. Babel kedua ini akan disebut "Babel Besar" atau yang kita kenal selama ini sebagai "Tatanan Dunia Baru" dimana daerah kekuasaannya akan mencakup SELURUH DUNIA dan seluruh umat manusia. Dunia akan menjadi satu dimana iblis, melalui Antikris, akan menjadi pemimpinnya dan kemudian menuntut disembah. Banyak bidang di dunia ini yang digunakan iblis untuk membangun Babel Besar, seperti telah kita bahas sebelumnya, iblis menggunakan politik, bidang keuangan, agama, musik hingga dunia film untuk mengkondisikan manusia menuju Babel Besar. 

Kita balik ke soal Nimrod (yang sekali lagi terimakasih untuk Tirza lewat blog Kabar Baik-nya)

Saat Nimrod berkuasa, ia memperistri seorang wanita bernama Semiramis, yang juga merupakan ibu kandungnya sendiri. Konon, inses merupakan suatu tradisi di Timur Tengah untuk menjaga keaslian darahnya. Bisa dibilang pula, Lucius Malfoy yang sangat bangga dengan darah penyihir asli dalam tubuhnya, terinspirasi dari kisah nyata.  Pun, dengan soal horcrux atau hallow, di mana Tom Riddle alias Voldemort membagi-bagikan beberapa jiwa ke beberapa benda, salah satunya jidat Harry Potter. Itu pun, konon pernah terjadi di dunia ini. Beberapa orang demi hidup abadi rela membagi jiwanya ke beberapa benda tertentu. Salah satunya, cara pemumian di Mesir. 

Kemudian, selain sangat cantik, Semiramis juga merupakan penyembah setan tingkat tinggi. Saat Nimrod mati, para pengikut setia Nimrod sangat terpukul. Melihat kesetiaan mereka terhadap Nimrod, Semiramis mengambil kesempatan ini untuk berkuasa. Lalu Semiramis mengarang cerita bahwa sekalipun Nimrod telah mati, saat ini Nimrod telah menjadi dewa yaitu dewa Baal (yang artinya Tuan atau suami) dewa tertinggi. Jadi, jika Nimrod suaminya telah menjadi dewa, maka tentu saja Semiramis kini menjadi istri dewa, lalu Semiramis menamai dirinya sebagai "ratu surga" (Yeremia 7:18) atau Asytoret (Habakuk 2:13). 

Kemudian saat Semiramis hamil, ia mengatakan bahwa anak yang dikandungnya adalah titisan Nimrod. Saat anak itu lahir, Semiramis memberinya nama Tamus/Tammuz (Yehezkiel 8:14-15) yang artinya : "anak yang setia dan benar", "tunas kehidupan" dan "anak yang lahir dari seorang perawan." Akhirnya Semiramis dan Tamus menjadi dewa sesembahan tertinggi, yaitu penyembahan dewi Asytoret dan dewa Tamus atau yang dikenal saat inisebagai penyembahan "ibu-anak" atau "dewi ibu" (mother goddess) yang digambarkan sebagai seorang sedang menggendong anak kecil. Sang anak disembah karena merupakan titisan dari dewa tertinggi yang akan menyelamatkan umat manusia, sedangkan sang ibu disembah karena ia telah melahirkan/ibu dari sang juruselamat. Saat penduduk Babel terserak, penyembahan "ibu-anak" ini menyebar ke seluruh dunia, termasuk Mesir. 

Mesir adalah negara yang paling mewarisi segala penyembahan berhala Babel. Di Mesir, Nimrod/Baal dikenal sebagai dewa Ra (dewa matahari); Semiramis/Asytoret dikenal sebagai Isis; dan sang anak/Tamus dikenal sebagai Osiris/Horus. Mesir menjadi pusat penyembahan Baal yaitu Ra, sang dewa matahari, yang sebenarnya adalah Lucifer/iblis. Isis Sebagian dari penduduk Babel itu pindah ke daerah sungai Nil, dan mereka membuat kerajaan Mesir. Di kerajaan ini, praktek okultisme Babel diteruskan dengan "sangat baik" bahkan lebih lagi. Rakyat Mesir membangun piramida-piramida, kuil-kuil, oblelisk dan patung-patung yang didirikan untuk penyembahan matahari/dewa matahari. Saat bangsa Israel diperbudak di Mesir untuk waktu 430 tahun, bangsa Israel sangat terkontaminasi dengan praktek penyembahan berhala orang-orang Mesir. Saat mereka keluar dari Mesir, tetap saja sebagian orang Israel memegang teguh praktek penyembahan berhala Mesir/Babel. Seperti dapat kita lihat dalam Alkitab bahwa wanita-wanita Israel menangisi dewa Tamus (Yehezkiel 8:14); 70 tua-tua Israel menyembah dewa-dewa dan gambar-gambar binatang menjijikkan (Yehezkiel 8:10-12); praktek penyembahan matahari (Yehezkiel 8:16); penyembahan Baal dan Asytoret (Habakuk 2:13); pendirian dan tugu-tugu penyembahan matahari/Obelisk (I Raja-Raja 14:23) padahal jelas-jelas Allah memerintahkan mereka untuk menghancurkannya (Keluaran 23:24). Thamus and Theuth Bukan hanya Israel, penyembahan berhala Mesir/Babel menjalar hampir ke seluruh peradaban manusia. Saat kekaisaran Romawi menguasai dunia (termasuk tanah Israel), mereka juga ternyata mewarisi penyembahan berhala Mesir/Babel. Mereka mengenal Nimrod sebagai Jupiter (Yunani= Zeus, Kisah Rasul 14:12-13). Sedangkan Semiramis sebagai Venus (Yunani= Artemis, Kisah Rasul 19:24) dan Tamus sebagai Attis. 

Setelah kekaisaran Romawi menghilang, penyembahan berhala Mesir/Babel tetap melekat pada wilayah-wilayah bekas kekaisaran Romawi yang kita kenal sekarang sebagai Eropa. Bahkan beberapa negara Eropa yang sebelum invasi Romawi, sudah lama mempraktekan sihir dan okultisme. Lagi-lagi, salah satu komik terinspirasi dari kisah nyata. Salah satunya, komik Asterix, yang memang terinspirasi dari kisah nyata. Bukan isapan jempol pula, negara-negara Skandinavia, setelah Revolusi Industri, masih hidup dalam dunia perklenikan, yang sedikit mirip dengan yang terjadi di Indonesia. 

Malah tokoh yang mungkin kita anggap fiksi, Sinterklas, memang betul-betul ada. Namun beliau tidak lahir di Lapland, Finlandia. Beliau lahir dan besar di Eropa Timur. Nama aslinya Santo Nicholas. Karena kebaikannya (dalam hal suka berbagi), masyarakat Eropa mengultuskannya. Walaupun demikian, itu cenderung berlebihan. Beberapa orang malah mendewakannya, lalu kisah asli Santo Nicholas bercampur dengan persoalan sihir dan okultisme. Itulah kenapa Vatican sempat mencoret nama Santo Nicholas, agar masyarakat Nasrani tidak terus menerus jatuh ke dalam okultisme dan sihir. Tetap saja, sebagian orang Eropa yang berimigrasi ke benua Eropa (salah satunya, lewat ekspedisi Mayflower), kembali menghidupkan Santo Nicholas dalam wujud Santa Claus. Tak hanya soal santa claus, beberapa legenda dan mitologi Eropa dihidupkan kembali. Contohnya, Jack lewat Halloween-nya. 

Sekarang pun, dunia ini tak lepas dari praktek sihir dan okultisme. Walaupun prakteknya itu tak segamblang jaman dulu. Beberapa orang sukses menyamarkannya lewat teknologi dan ilmu pengetahuan. Tak hanya terjadi di Asia dan Afrika saja. seluruh negara di planet Bumi ini masih mempraktekan sihir dan okultisme. Malah teknologi dan ilmu pengetahuan tertinggi didasari oleh sihir dan okultisme, yang berujung bukan pada penyembahan ke Sang Pencipta. 

Itulah sebabnya kenapa Jumat Tanggal 13 disebut hari sial. Di hari itu, sejumlah besar templar dihabisi karena telah melakukan bidah. Mungkin karena trauma berlebihan,  lewat para pengikut mereka yang masih tersisa, kisah aslinya dipelintirkan. Alhasil, muncullah kepercayaan soal Jumat Tanggal 13 itu hari sial. 


No comments:

Post a Comment

Pembaca yang baik adalah yang sudi mau meninggalkan komentar. ^_^
Nice reader is the one who will leave lot of words in the comment box. ^_^