Monday, November 21, 2016

SERIAL FAN FICT: Menanti Serigala-ku






* Berdasarkan lagu "Ookami to Pride" yang dinyanyikan oleh Yuria Kizaki, mantan member SKE48





Rok mini putihku terhembus oleh angin yang kencang. Kencang sekali. Hampir saja. Bersyukur kedua tanganku sigap. Kalau tidak, mas-mas di warung itu sudah menjadikanku bahan tontonan. Mereka bisa seenaknya mengamat-amati celana dalamku. Mungkin mereka akan berkata dalam pikiran mereka, "Neng, pahanya... muluuuuussss..."

Brengsek! Tapi bukankah tiap lelaki seperti itu? Mereka kaum brengsek. Sama seperti kamu yah, Will? Di sini aku menungguimu sangat lama.  Aku terlalu menyukai kamu. Itulah sebabnya, aku masih setia menungguimu dalam keheningan dan kehiruk-pikukan ini.

Will... kamu tahu? Menunggu itu sangat menyakitkan. Meskipun begitu, diabaikan olehmu yang sangat kucintai itu lebih menyakitkan. Kamu terlalu mengabaikanku sangat lama. Sibuk dengan segala tetek bengek kamu itu. Kata kamu, "Ini impianku yang begitu lama, Mia. Kamu harus tahu, ini sangat penting buat aku." Sebegitu pentingkah segala impianmu daripada aku yang terus menerus memanggil namamu? Terus-terusan kamu berpura-pura tak mendengar, bahkan tak memperhatikan dan mempedulikanku. Rasanya kamu telah melepas panah di dalam hatiku, yang membuatku dadaku terasa nyeri sekali. Tak ada obat mana pun yang bisa mengobatinya.

Juga, aku ingin kamu berhenti menganggapku seperti seorang anak kecil. Kamu selalu begitu, Will. Selalu menganggapku anak kecil yang tak tahu apa-apa hanya karena kamu lebih tua dari aku. Jadi karena kamu hidup lebih lama dari aku, katamu, kamu lebih berpengalaman yah? Rumus dari negara mana tuh? Profesor mana yang mengajarkan itu padamu? Bisakah sekali ini saja kamu memperlakukanku selayaknya usiaku yang ketujuh belas? Aku ingin kamu menganggapku sebagai seorang gadis muda yang tengah beranjak dewasa. Bisakah? Maukah?

Namun sebenarnya kamu itu sangat menggoda. Selain menyebalkan (sudah membuatku menungguimu terlalu lama di sini dengana segala ejekan di mana-mana), sikapmu itu terlalu baik. Entah kenapa sang serigala-ku, yaitu kamu, ini begitu penakut. Kamu sangat pengecut. Bahkan saat kamu berjumpa dengan aku di mal, kamu sekonyong-konyong menundukan kepala dan bersemu merah. Apa karena aku bersama Mama? Takutkah kamu dengan Mama aku? Padahal Mama ingin melihat langsung karaktermu seperti apa. Kamu malah bersikap tidak seharusnya. Malunya kamu, pengecutnya kamu,... sudah membuat aku malu semalu-malunya.

Kamu itu juga sangat menggoda dengan sikapmu yang terlalu baik. Bahkan di depan domba sekali pun--yang paling pengecut--kamu tidak berani menyerang. Kamu terlalu penakut. Makanya, aku tak akan pernah memberikanmu ciuman. Karena aku juga memiliki harga diri. Ciumanku hanya akan kuberikan jika kamu mau menunjukan keberanianmu yang paling berani. Ayo dong, keluar dari cangkang rasa malu dan takutmu yang berlebihan itu!

Memiliki hubungan romance denganmu itu rasanya bagai menaiki wahana merry-go-round. Itu juga yang menyebabkan jarak di antara kita berdua tak akan menjadi dekat. Dengan mata tertutup, aku memperlihatkan keningku. Aku pun menunggu dirimu. Lalu dalam 30 detik, aku merasa tidak sabar. Gerakanmu sangat lambat. Memang aku pernah mendengar ada laki-laki yang menjadi serigala. Kamu salah satunya. Tapi kamu serigala paling pengecut dan lamban pula. Aku jadi tidak sabaran, tahu?!

Gerakanmu begitu lambat. Kamu di mana saja selama ini? Itulah yang membuatku seperti menyerah saja. Aku tak mau diledeki banyak orang hanya karena memacari seorang bayangan hitam sepertimu. Walau demikian, meskipun tiba-tiba dimakan olehmu, aku tidak peduli. Aku ingin menjadi orang yang istemewa di hati kamu, Will; yang berbeda dengan gadis yang lainnya. Jangan bilang kalau aku ini terlihat seperti adik kecil di mata kamu. Aku memang jauh lebih muda dari kamu. Tapi aku tak mau dianggap adik kecil kamu yang terus menerus dianggap tidak tahu apa-apa.

Will... aku harap kamu mau bertingkah dengan benar. Namun tetap kamu itu sangat menggoda. Menggodaiku dengan sikapmu yang terlalu baik. Juga sangat menggodaiku karena sang serigala-ku yang begitu penakut. Kamulah serigala paling pengecut, yang bahkan takut membunuh seekor kecoa sekalipun. Kalau kamu mau ciumanku, tunjukan, dong, keberanianmu. Ayo! Di sini, aku yang juga memiliki harga diri, akan memberikanmu ciuman istimewa. Aku janji, Willy, My Most-Coward Wolfie!



* Credit to: Kazelyrics Team, sebagai tim penerjemah lagu ini. 


No comments:

Post a Comment

Pembaca yang baik adalah yang sudi mau meninggalkan komentar. ^_^
Nice reader is the one who will leave lot of words in the comment box. ^_^