Sunday, November 13, 2016

Gelombang di Sekitar Kita [Bagian 1]



Tak banyak yang tahu, simbol-simbol yang ada dalam animasi tempo dulu berjudul "Digimon Adventure 1" itu sesungguhnya simbol beberapa gelombang yang ada, yang sudah lazim dikenal di beberapa golongan tertentu begitu lama sekali. 
Pada dasarnya, selain berupa roh yang menempel pada fisik, manusia bekerja dengan mengandalkan gelombang (roh pun bergerak dengan mengandalkan gelombang yang banyak berkeliaran di sekitar). Gelombang pikiran, tentu saja. Gelombang itulah yang mendorong seorang manusia dalam melakukan aktivitasnya seperti makan, berjalan, berlari, hingga berpikir.



Berpikir juga suatu aktivitas. Sederhana saja jawabannya. Saat seorang pelajar atau mahasiswa tengah mempelajari beberapa bab materi ujian, otaknya bekerja. Dari otak yang bekerja, jika dipacu terus menerus, akan menyebabkan fisik orang itu lelah. Apalagi pusat dari semua gelombang yang menggerakan manusia, yah dari otak.

"Sudah, kalau capek belajar, istirahatkan dulu otaknya," Pernah dengar, kan, kata-kata itu keluar dari ayah atau ibu kita? Itu ada alasannya. Karena penggerak manusia itu berasal dari otak. Otak lelah, fisik pun ikutan lelah. Cara untuk memperlemah seseorang itu hanya satu: lumpuhkan otak atau pikirannya. Maka fisik mereka pun ikutan jadi lelah. 

Beberapa aksi anarkis yang ada, sebetulnya dipicu karena permainan gelombang otak. Jangan pikir orang-orang tersebut mau berbuat anarkis (apalagi secara terorganisir) semau mereka sendiri. Tidak, tidak seperti itu. Ada yang menggerakan mereka dengan cara melumpuhkan pikiran mereka. Pikiran mereka dibuat lumpuh, lalu dicuci (baca: brain wash).

Pikiran juga sumber segala kejahatan. Pikiran itu pada dasarnya rapuh. Untuk beberapa orang tertentu, mereka bisa melumpuhkan pikiran sesamanya, yang kemudian diarahkan untuk mengikuti kehendak mereka. Kebanyakan pelaku pemerkosaan bekerja dengan cara seperti itu (dengan gombalan, dengan iming-iming materi). Tapi itu yang kelas terinya. Yang kelas kakapnya, biasanya melakukannya dengan jalan yang sangat halus, sukar terdeteksi, dan tujuannya biasanya jangka panjang-- yang mungkin lebih dahsyat lagi. Ambil contoh, seorang X mempengaruhi pikiran banyak orang agar bisa naik tahta; merebut kekuasaan dengan jalan yang terlihat legal.

Untuk orang-orang tertentu, cara mereka mempengaruhi pikiran orang tidak serta merta dari jalan hasutan, rayuan, gombalan, gertakan, apalagi iming-iming. Mereka tidak akan seperti itu. Bagi mereka, cara-cara seperti itu hanya akan membuat diri mereka terlihat kotor di depan khalayak. Mereka lebih melakukannya dengan mempermainkan gelombang pikiran.

Ada dua gelombang utama yang dapat mempengaruhi pikiran manusia. Yang pertama, gelombang alfa. Gelombang ini mudah terlihat bagi awam. Mudah terdeteksi pula. Pernahkah telinga kalian menangkap bunyi-bunyian aneh nan tak logis; yah itu seperti bunyi ngung? Itulah gelombang alfa. Jika kalian berada di satu tempat, semisalnya di sebuah studio, lalu kalian mencium bau aneh seperti bau dupa atau mawar, yang setelah kalian cek, memang tidak ada dan sungguh terasa aneh, itu artinya di sekitar kalian ada yang tengah mengirimkan gelombang alfa. Yah, bau-bauan juga bentuk lain dari gelombang. Tak hanya suara atau kilatan cahaya saja yang berupa gelombang.

Berikutnya, gelombang beta. Gelombang beta itu lebih sulit terlihat daripada gelombang alfa. Memang yang namanya gelombang itu tak bisa dilihat oleh mata telanjang. Namun, maksudnya itu, gelombang beta itu sulit terdeteksi. Sebab biasanya gelombang beta itu tersamarkan dalam bentuk lain. Entah itu dalam bentuk lagu, backmasking sebuah lagu, homili singkat, dakwah, khotbah, pidato, seruan di jam-jam tertentu, maupun mantra.

"Bukankah mantra itu hanya ada di dunia khayalan; di cerita-cerita fiksi?" Pasti banyak yang berkata seperti itu. Tapi itu keliru. Cerita fiksi saja bersumber dari kisah nyata. Apalagi mantra, yang sebetulnya hanya sekadar permainan kata (maupun huruf) yang bertujuan untuk mempengaruhi--juga mempermainkan--gelombang pikiran seseorang. Dengan intensi benar, permainan kata berubah menjadi doa mujarab. Bahkan doa-doa khusus pun sebuah mantra. Sebab jika dirangkai dengan teknik yang benar, kata-kata itu bisa memiliki energi sendiri untuk mempengaruhi gelombang pikiran. Tak heran ada yang berkata, "Hati-hati dengan yang kamu ucapkan,"

Kalau kalian mendadak berpikir atau berbuat yang tak biasanya; di luar kebiasaan kalian pula, hati-hati saja. Mungkin saja ada yang mengirimkan gelombang alfa dan beta kepada kalian. Terutama jika kalian suka pusing-pusing sendiri. Maksudnya, kepala kalian suka terasa berat. Itu antara ada yang tengah mengirimkan gelombang pada kalian, sesuatu dalam diri kalian tengah bergejolak (baca: alam bawah sadar), atau kalian tengah pusing memikirkan sesuatu. Bahkan sakit kepala pun terjadi karena permainan gelombang. Itulah sebabnya cara terampuh untuk menyembuhkan sakit kepala itu adalah dengan mendengarkan musik terapi. Tentunya yang tidak disertai gelombang alfa atau beta. 

Efek dari gelombang alfa dan beta itu juga berupa keluhan sakit kepala. Itu yang paling sering. Efek selanjutnya berujung dari perubahan pikiran, emosi, sikap, dan perilaku. Yang itu biasanya bisa terlihat dengan bantuan orang-orang terdekat kalian. Jarang ada yang langsung menyadarinya sendiri. Kalau terlambat, kalian bisa saja terlibat dalam aksi-aksi yang tak hanya merugikan kalian, namun orang terdekat kalian. Seperti kalian terlibat tawuran, penipuan, maupun yang lebih parahnya, terorisme, demonstrasi huru-hara, serta vandalisme.

Juga, perwujudan gelombang tak hanya berupa suara dan bau. Gelombang itu bisa ditangkap oleh panca indra. Gelombang bisa pula dalam bentuk mimpi dan penglihatan. Hanya saja, walau bisa ditangkap panca indra, butuh kepekaan tinggi untuk bisa menangkap gelombang, khususnya gelombang alfa dan beta. Hanya orang-orang tertentu pula yang bisa menciptakan gelombang alfa dan beta.

Satu yang saya ketahui, untuk menutupi tulisan ini (yang dibuat untuk mereka yang dalam masa pencarian, tapi kesulitan menemukan bahannya. Wajar saja. Untuk hal satu ini, kebanyakan yang memahami itu cenderung enggan bersaksi. Mereka lebih suka menutup diri dan menghindar) untuk bisa terkirimkan sempurna,--gelombang alfa dan beta maksudnya--pelakunya harus berada di dekat korban di radius beberapa meter atau kilometer. Kecuali jika pelakunya sudah lama sekali menguasai soal gelombang ini. 



No comments:

Post a Comment

Pembaca yang baik adalah yang sudi mau meninggalkan komentar. ^_^
Nice reader is the one who will leave lot of words in the comment box. ^_^