Thursday, October 27, 2016

Ratu Adil & Satria Piningit




Ratu Adil akan seperti tokoh dalam salah satu dongeng Hans Christian Andersen, "The Emperor's New Clothes". Berpakaian sederhana, 'telanjang', dan siap kehidupannya jadi bahan tertawaan dan olok-olok. 
Saat Yesus lahir, seorang Mesias yang diramalkan datang untuk bangsa Yahudi, sama sekali tak ada yang menyangka raja agung itu lahir dan besar dari keluarga miskin (Padahal Nabi Yesaya sudah menubuatkan bahwa Mesias lahir dan besar dari keluarga biasa, juga lahir di kota hina). Ayah seorang tukang kayu, ibu seorang ibu rumah tangga. Dia lahir saat kedua orangtuanya hanya berstatus sepasang tunangan. Ibunya--seorang perawan--yang hamil di luar nikah. Yah, hamil tanpa ada seorang pria mana pun yang membuahi. Mungkinkah?



Tak ada yang mustahil bagi Allah. Dulu banyak yang meragukan kisah terbelahnya Laut Merah sebagai sebuah dongeng sebelum tidur. Nyatanya sekelompok ilmuwan Amerika berhasil membuktikan hal tersebut. Tak ada yang tak mungkin pula dari seorang perawan keturunan raja-raja yang hamil di luar nikah, masih perawan, serta tak ada tanda-tanda pembuahan dari laki-laki mana pun sama sekali. 

Begitu pun dengan ratu dari selatan yang akan datang untuk mempersiapkan kedatangan Yesus atau Isa. Sang ratu akan datang mengadakan penghakiman bersama anaknya yang istimewa. Semuanya itu sudah dinubuatkan dalam salah satu injil di mana penulisnya digambarkan sebagai singa yang meraung-raung, sama seperti dengan anak si ratu dari selatan (dari Tanah Terjanji) yang berkarakter seperti seekor singa bersurai emas. 

Ratu Adil dan Satria Piningit, sang pembuka jalan, akan datang untuk mempersiapkan kedatangan-Nya; dan akan menutup usia bumi yang makin menua saja. Mereka memang berdarah biru. Namun keduanya harus tetap diasah dalam hidup yang penuh kesederhanaan dan membaur dengan rakyat jelata. Tak ada yang menyangka sama sekali keduanya sudah hidup dan membaur di antara kita semua--para awam. Mereka hanya menunggu untuk naik takhta. Masyarakat dunia harus mau menuruti mau kedua orang ini yang menginginkan kejujuran, keterbukaan, dan hati nan putih bersih. Yah, mereka menginginkan dunia penuh dengan mereka yang berkarakter merpati untuk menyambut kedatangan-Nya

Terdengar seperti sebuah pemberontakan. "Kok tiba-tiba merangsek masuk?", "Mereka berdua siapa?", "Kok seenaknya mengubah tatanan dunia yang sudah ada?", "Mereka kaum pemberontak dari mana?". Begitulah pertanyaan-pertanyaan yang akan bermunculan. Namun harus seperti itu. Bukan tanpa peringatan pula. Dunia sudah diperingatkan selama berjuta kali lewat ribuan nubuatan. Tapi mereka menganggapnya sebuah pepesan kosong, seperti saat Mesiah lahir. Dan, dunia harus dipaksa berubah sebelum DIA datang dan penghakiman sesungguhnya akan datang sesungguhnya. Sebab tugas mereka berdua memang seperti: melakukan pembersihan sebelum raja yang sebenarnya datang ke dunia. Perubahan segala sektor dalam kehidupan memang harus terjadi.

Silahkan menolak. Kalian pilih saja jalan lainnya. Sebab saat keduanya berada di atas singgasana, akan ada pemimpin lainnya. Pemimpin ini mewakili sisi gelap. Dia bukanlah sang pembuka jalan. Tapi setengah masyarakat dunia menganggapnya seorang dewa. Oh tidak, tapi Tuhan itu sendiri. Sama pemimpin yang satu ini, kalian tak perlu berubah. Kalian tetap bisa hidup dalam gaya hidup kalian yang lama. Manusia tidak peduli betapa keras dan lalimnya si pemimpin memerintah. Memang dia banyak membuat banyak kebijakan yang seperti membawa angin segar, juga menguntungkan sekelompok orang. Namun itu semua hanya kamuflase.

Jauh lebih baik si ratu dan anaknya. Banyak kebijakannya yang tak menguntungkan. Apalagi mereka berdua membongkar habis segala kebobrokan moral yang ada  Namun di baliknya itu tersembunyi kebaikan yang mulia nan agung.

Masa pemerintahan si ratu akan berakhir, tapi si pemimpin gelap yang kerjanya hanya menghasut tetap berlangsung. Sang ratu sendiri yang akan menyerahkan mahkotanya ke raja yang sesungguhnya di saat (mungkin) anaknya harus tewas di tangan mereka yang sangat membenci anak sang ratu. Kemudian, DIA akan datang untuk mengadakan penghakiman sebelum terjadi pengangkatan. Hanya sedikit yang terangkat. Kebanyakan manusia akan dihabisi dalam pemerintahan dua pemimpin.

Jangan takut, sebab itu semua harus terjadi. Segala nubuatan harus digenapi. Lalu, dunia baru akan tiba, yang tanpa dosa, kertak gigi, maupun ratap tangis. Tidak ada lagi duka cita maupun kesakitan.

Sangat bersiaplah. Sangat berjaga-jagalah. Sebab waktunya sudah sangat dekat sekali. Tak akan ada yang bisa mengubah garis takdir dari Sang Pencipta itu sendiri.

Salam damai!


Ratunya murca sing Kraton, ngilang kalingan cecendis, sanget kasangsayanira, wus karsaning Hyang Widi, gaib ingkang kelampahan, kinarya buwana balik. 
Jangka Jayabaya ; Catursabda
Pethikan seratan tangan
Kangge sambetan jangka triwikrama
Pameca wontening jaman dahuru, tuwin rawuhipun ratu adil panetep panatagama kalipatullah.
Pamecanipun sang prabu Jayabaya ing kadhiri. Kulup ingsun mangsit marang sira, yen ing tembe tanah Jawa wis kesingget-singget saenggon-enggon, desa-desa wus sigar mrapat, pasar-pasar ilang kumarane, kali ilang kedhunge, kereta tanpa turangga, lan ana satriya teka kang putih kulite, saka kulon pinangkane, nuli ana agama tatakonan padha agama. 
 
Apamaneh dhayoh mbagegake kang duwe omah, ana kebo nusu gudhel, endah-endah cacahing gendhing sekar kaendran, sanalika iku wong Jawa akeh kang tesmak bathok, sanajan mlorok ora ndelok, andheng-andheng dingklik, 
lah ing kono kulup, ora suwe bakal katon alat-alate kang minangka dadi cacaloning Sang Ratu Adil panetep panata agama kalipatulah utusan kang ngemban dhawuhing Gusti, paribasane sumur marani timba, guru luru murid, prajurit ngunus pedang katresnan, 
nanging akeh wong-wong kang padha mangkelake atine, nyumpelake kupinge, ngeremake matane.
Nanging sapiro anane wong kang melek, padha ngrungu lan padha anggarubyung tut wuri lakune cacala mau mesthi slamet.
 
……awit sadurunge ratu adil rawuh, ing tanah Jawa ana setan mindha manungsa rewa-rewa anggawa agama, dhudhukuh ing glasah wangi, dadine manungsa banjur padha salin tatane, satemah ana ilang papadhange, awit padha ninggal sarengate, dadi kapiran wiwit timur mula. 
Mulane wekas ingsun marang sira, sira kang ngati-ati, krana gusti sang ratu adil, lagi tapa mungsang ana sapucuking gunung sarandhil, 
mung gagamane bae golekana kongsi katemu, awit ing tembe bakal ana jumeneng ratu kang padha baguse, padha pangagemane lan iya padha paraupane, lah ing kono para wong-wong padha pakewuh pamulihane, satemah padha bingung,
…nanging luwih beja wong kang wis mangerti kang dadi pangerane, mulane sira kulup, dipoma aja nganti lali marang tetengering sang ratu Adil panetep panata gama.
 
Dene sira wis ketemu aja nganti sira katilapan, tutu buriya ing satindake lan embunan tumetesing banyu janjam, mesthi slameta langgeng ing salawas-lawas…mung iki piweling ingsun marang sira kulup, poma den estokna. 
Jangka Jayabaya, pethikan serat tangan Bilih sampun wonten tandha-tandha ingkang sampun celak rawuhipun calon Ratu Adil;   
Padha kaping 1
Besuk ing jaman akhir, sawise jaman hadi, ratu Adil Imam mahdi saka tanah Arab meh rawuh, tengarane tatanduran suda pametune, para pandhita kurang sabare, ratu kurang adile, wong wadon ilang wirange, akeh wong padu lan padha goroh, akeh wong cilik dadi priyayi, wong ngelmu kurang lakune lan nganeh-anehi.
 (Selengkapnya baca: PRIMBON JAWA: RATU ADIL SEMAKIN DEKAT)



2 comments:

  1. "Jauh lebih baik si ratu dan anaknya. Banyak kebijakannya yang tak menguntungkan. Apalagi mereka berdua membongkar habis segala kebobrokan moral yang ada Namun di baliknya itu tersembunyi kebaikan yang mulia nan agung."

    Banyak kali kita lebih suka ikut yang enak2 versi kita sendiri, yah?! tidak pikir unjungnya berhenti di mana.

    Kita yang sudah tahu Kebenaran, banyak kali tidak pikir panjang.

    Makasih sharingx...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukannya yang tahu kebenaran, justru lebih banyak diam dalam kebisuan yang panjang?

      Tapi yah itulah manusia. Suka bikin kebenaran-kebenaran buatan untuk memuaskan nafsu keduniawiannya.

      Delete

Pembaca yang baik adalah yang sudi mau meninggalkan komentar. ^_^
Nice reader is the one who will leave lot of words in the comment box. ^_^