Monday, October 24, 2016

Cara Kerja Doa




Tak banyak yang tahu bagaimana sebetulnya cara kerja doa. Sesungguhnya Allah itu hanya mengamati. Tidak lebih. Allah sungguh menghargai kehendak bebas (free will) yang dimiliki tiap manusia. Aneh jika tahu Allah sangat menghargai, tapi seringkali antara manusia satu dengan lainnya saling melanggar kehendak bebas masing-masing.




Saking Allah menghargai, dalam urusan doa, percaya atau tidak, aku sudah mengalaminya juga, Allah bersikap masa bodoh. Untuk urusan yang satu itu, Allah menyerahkannya ke dunia alam bawah sadar dengan para malaikat-Nya yang diserahkan tanggung jawab untuk itu.

Prinsipnya begini. Kalian mengucapkan doa. Bebas. Kalian ingin Allah mengabulkan impian jadi seorang desainer sukses, terserah kalian. Impian dan doa itu lalu terekam di pikiran kalian dan masuk ke alam bawah sadar kalian. Lalu, biarkanlah seperti itu. Sebab para malaikat akan menjagainya selama kalian yakin Allah akan mengabulkannya dengan menarik siapa pun dan apa pun yang akan mengabulkan doa dan impian kalian. Ada kalanya juga, saat tidak terkabul, bukan Allah jahat, namun ada yang menghalangi. Bisa karena setan, yang tak suka Allah dipermuliakan. Bisa pula karena siapa pun dan apa pun itu yang harusnya mengabulkan doa kalian, mereka itu menolaknya, entah apa alasannya (Nanti biarkan Allah yang membalas mereka yang menolak). Seperti itulah cara kerja doa.

T K
Sama seperti seorang pemuda bernama Thomas. Dia memiliki keinginan agar kelak karena gambar-gambar buatannya, dirinya bisa menjalin kerja sama dengan orang-orang di luar negeri. Dia tak jemu berdoa. Hingga akhirnya, ia sampai pada titik jenuh. Pikirnya, "Ya sudahlah, mungkin belum saatnya." Dia lalu mengalihkan pikiran ke hal-hal lain. Beberapa tahun kemudian, blognya kedatangan komentar yang mengajaknya bekerja sama lewat membagikan secara diam-diam salah satu gambar buatannya. Ternyata selama ini, alam bawah sadar Thomas yang menarik seseorang agar permohonannya terkabul. Doa itu terekam dengan amat baik karena iman super tinggi yang dimiliki Thomas.

Suatu ketika, secara kebetulan aku bertemu dengan Landon, seorang bule asal Amerika Serikat. Landon inilah yang mempromosikan diam-diam gambar buatan Thomas ke beberapa situs. Hingga Thomas akhirnya ditawari kerja sama. Aku bertanya apa alasannya melakukan itu. Landon bilang, "I don't know, Dude. Yang aku tahu, saat aku pulang kerja, aku sangat lelah sekali. Lalu aku menyeduh kopi dan duduk manis di depan komputer. Untuk menghilangkan kepenatan, mata ini mondar-mandir ke beberapa situs dan blog, yang akhirnya mengantarkanku ke blog Thomas. Gambar-gambarnya sangat luar biasa. Mungkin karena jiwa altruistik-ku inilah yang bikin aku harus membagikan gambarnya ke beberapa situs dan blog. That's it."

Lain pula dengan pasangan Firman dan Soniya. Soniya hampir putus asa karena betapa dinginnya Firman padanya. Soniya ingin tahu apakah memang Firman lelaki yang dicarinya sedari kecil. Segala cara dilakoninya, termasuk melibatkan hal-hal tak kasatmata. Namun Firman tetaplah Firman, seorang pemuda cuek yang lebih mementingkan dunia menulisnya. Firman begitu sibuk dengan impiannya menjadi penulis besar. Di saat itulah, orang-orang di sekitar Soniya terus merayu Soniya agar meninggalkan Firman. Karena kefrustrasian Soniya itulah, dia jatuh yang memaksanya untuk kembali berdoa lagi memohon petunjuk Allah.

Doa Soniya terkabul. Firman mendadak jadi blak-blakan. Pria itu berani buka diri selebar-lebarnya, selain terus menerus memberondongi Soniya dengan kata-kata romantis nan puitis nan gombal. Aku memberanikan diri bertanya pada Firman apa alasannya.

Jawab Firman, "Entahlah, Tuan Musafir. Aku merasa saat itu ada yang menggerakanku untuk membombardir Soniya dengan segala pesan yang ia terima waktu itu. Aku nekat saja iseng melakukannya tanpa pernah tahu kalau saat ia membacanya, mungkin ia tengah berada di luar dan tengah hang-out dengan teman-temannya. Bisa saja ada temannya yang mengintip. Bisa saja kan, Tuan Musafir? Hahaha."

Aku balas tergelak.

"Yang jelas, aku melakukannya karena--" Ia menunjuki letak hatinya. "--ini yang mendorongku. Seolah-olah harus kulakukan dan tidak akan pernah menjadi suatu kekeliruan. Aku merasa juga sepertinya Soniya lagi menunggu sesuatu dari aku."

Aku tergelak. Aku tertawa sangat lepas saat mengingat dua kesaksian iman tersebut.



No comments:

Post a Comment

Pembaca yang baik adalah yang sudi mau meninggalkan komentar. ^_^
Nice reader is the one who will leave lot of words in the comment box. ^_^