Sunday, August 21, 2016

#2 Kiddo Says: "Soal Kecerdasan dari Allah"





Sumber gambar: komik Paman Gober edisi tematis "MIKI" volume 63. 







Pernahkah kalian mendengar tentang Bonaventura? Ia adalah seorang biarawan dari ordo Fransiskan, yang memiliki kecerdasan luar biasa, yang saat tiap orang bertanya dari mana dirinya mendapatkan kecerdasan, dirinya mantap menjawab seraya menunjuk salib, "Dari DIA! Saya mempelajari Yesus yang disalibkan."

Beribu tahun sebelum Bonaventura hidup, ada Yusuf, yang dikaruniai kecerdasan luar biasa, terlebih dalam menafsirkan mimpi. Karena hikmah yang Allah berikan itulah, yang membebaskan Yusuf dari penjara. 

Musa yang membunuh orang Mesir, dipilih Allah untuk membawa umat Israel ke Kanaan. Dia dianugerahi pula banyak kemampuan yang luar biasa. Salah satunya membelah lautan, yang terbukti pernah terjadi oleh sekelompok ilmuwan. 

Atau seorang Paulus, seorang durhaka yang menyiksa banyak orang beriman, yang dianugerahi kemampuan menulis yang luar biasa. Hasilnya bisa kita lihat di dalam New Testament. Surat-suratnya sungguh luar biasa, yang sampai sekarang masih menjadi rujukan untuk apapun. 

Atau di ranah ilmu pengetahuan, jika Allah tak berkehendak, tak mungkin sebuah apel jatuh di kepala Isaac Newton, yang tengah terpulas, sehingga ilmuwan Inggris itu bisa menemukan "Hukum Gravitasi". 

Masih ada pula Albert Einstein, yang semasa kecil dikenal pemalu, pelit senyum dan susah berbicara. Nyatanya sekarang dirinya menjadi ilmuwan terbesar dengan "Teori Relativitas" - nya. 

Pun dengan Thomas Alva Edison, si Banyak Tanya, yang saat dewasa, dirinya dijuluki "Si Raja Penemu". Itu semua karena Allah yang menggunakannya. 

Jika Allah berkehendak, IA bisa menggunakan tiap jenis orang untuk melakukan pekerjaan tangan-NYA. IA bisa menyuruh seorang petani lansia untuk menyelamatkan presiden. IA bisa menggerakkan seorang anak kecil untuk mendonorkan matanya untuk orang dewasa yang dirinya tak kenal. Tak mustahil pula Allah mau menurunkan banyak pengetahuan yang belum pernah diturunkan di mana pun kepada orang-orang yang terhinakan dan terkucilkan seperti pelacur, penjudi, pemabuk, hingga koruptor sekalipun. Bukankah Allah pernah mengaruniakan kecerdasan luar biasa kepada Paulus? Petrus saja yang pernah tiga kali menyangkal Yesus, dipilih-NYA menjadi paus pertama. 

Bagi Allah, tiada yang mustahil. Allah bisa menggunakan siapa pun. Tak ada satu pun manusia bisa menyelami pikiran Allah yang sangat rumit, jauh lebih rumit dari sebuah labirin raksasa. Jangan heran jika menemukan sesuatu yang senilai permata di balik seonggok sampah organik.