Friday, December 18, 2015

Not Ready to Celebrate Christmas








Kata orang, Natal itu kelahiran Yesus Kristus. Aku mempercayai hal itu sedari kecil. Sejak kecil pula, aku selalu menantikan hari Natal. Masih bulan Oktober saja, sudah bergumam, "Natal kapan tiba?" Aku selalu suka dengan segala sukacita Natal. Dari kecil hingga dewasa, aku selalu menyukai momen-momen Natal.

Namun, untuk 2015 ini, terasa berbeda. Selain Mami sudah berpulang, ada banyak hal--yang sulit kubeberkan di sini--yang membuatkku sama sekali tak siap menyambut Natal. Ada sejumput masalah,... oh tidak, lebih dari sejumput, yang membuatku tak siap menyambut hari peringatan kelahiran Yesus Kristus di dunia ini 2015 silam. Sudah satu minggu-an ini aku gelisah-gelisah tak menentu memikirkan satu demi satu problema kehidupan yang bikin aku frustrasi. Kenapa buntu? Kenapa tak ada jalan keluarnya? Kenapa seperti ini? Kenapa harus diperhadapkan dengan masalah-masalah tersebut?

Tahun 2011, aku akui aku ada permasalahan serius di kampus dahulu. Namun masalah itu bisa kuselesaikan beberapa hari sebelum Natal. Sehingga aku bisa merayakan Natal tanpa membawa hal-hal duniawi ke dalam gereja. 2012, ada satu insiden naas yang bikin aku untuk pertama tidak ikut ibadah malam Natal. Namun aku masih sanggup untuk memeriahkan Natal. 2013 dan 2014 pun sama. Hanya 2015 yang aku sama sekali tidak siap.

Oh Tuhan, bolehkah aku mengulangi waktu? Hanya ingin kembali ke awal tahun, lalu sebisa mungkin mengelak dari masalah-masalah tersebut, sehingga aku tak perlu lagi berurusan dengan itu semua, yang sungguh menyiksa diriku luar-dalam, dan telah merampas senyum berhargaku. Karena itu semua, aku di tahun ini sulit tersenyum dari dalam hati. Sekadar cengiran pun, tak mampu kubentuk.

SHIT, SHIT, SHIT!!!

Aku sungguh tak siap menyambut Natal; tak siap pula menyambut pergantian tahun. Baru kali pertama di akhir Desember aku segelisah ini. Satu minggu sebelum Natal aku benar-benar gelisah. Di luar, alam seperti mendukungku dengan terus-terusan menurun hujan. Selama satu minggu pula.

AKU. SAMA. SEKALI. TAK. SIAP. MENYAMBUT. NATAL.

I'm totally sorry, Jesus Christ!

:'(

No comments:

Post a Comment

Pembaca yang baik adalah yang sudi mau meninggalkan komentar. ^_^
Nice reader is the one who will leave lot of words in the comment box. ^_^