Friday, October 9, 2015

Si Lemah yang Kini Harus Bisa Memotivasi Orang


Yon, tetap tegar, tetap semangat! Mari kita lewati saat-saat sulit ini bersama-sama yah! ^_^






Siang, Mi!

Mami apa kabar di surga sana? Nuel di sini baik-baik saja. Nuel sudah tidak sedih lagi, kok. Hubungan Nuel sama kakak, adik, dan Papi juga sudah lumayan membaik. Walau, yah begitu, tidak gampang untuk membuat pulih sebuah hubungan. Semua butuh proses, Mi. 

Memang segala sesuatu ada sisi positifnya. Tapi kalau Nuel mencoba untuk mengambil sisi positif dari kepergian Mami, kok rasanya Nuel egois? Nuel terasa egois sekali waktu bilang kepergian Mami benar-benar berkah buat hidup Nuel. Nuel jadi dapat full support. Hubungan Nuel sama kakak sudah mendingan. Dan, Nuel belajar buat lebih terbuka. Blessing in disguise, Mi. Iya, Mi, Nuel terasa jahat banget menulis seperti ini. Nuel egois yah, Mi?
Nggak, nggak, nggak,... Nuel nggak boleh bersedih lagi. Nuel harus kuat! HARUS KUAT! POKOKNYA HARUS KUAT! Apalagi Nuel kan harus memotivasi salah satu sahabat Nuel, namanya Dion. Barusan, belum ada satu jam, dia kasih tahu Nuel bahwa papanya meninggal. Nuel belum tahu apa penyebabnya, sebab Dion belum balas. 

Sungguh kematian itu sama sekali tidak bisa diduga yah, jalannya seperti apa?! Baru saja sabtu lalu Nuel bertemu Dion di Teraskota. Sama sekali tak tersirat bahwa... yah seperti waktu Mami masih kritis itu. Eh sekarang...

Menurut Mami, bisakah Nuel berada di posisi Dion waktu dua bulan lalu? Waktu Nuel masih dalam keadaan berduka (sampai sekarang malah), Dion terus memotivasi aku biar tetap semangat, jangan ngoyo. Sekarang, posisi itu dibalik, Dion yang berduka, aku harus mau dan bisa jadi motivatornya Dion. HARUS BISA! TETAP SEMANGAT (buatku dan Dion juga)!

Mi, ini mungkin teguran buat Tuhan agar aku tak hanya mau dimotivasi saja. Aku juga harus mau (setidaknya belajar) memotivasi orang lain. Iya Nuel tahu, Nuel selama ini egois. 

Mami yang tenang di sana, selalu tersenyum, Nuel janji Nuel pasti jadi orang. Nggak malu-maluin lagi.