Monday, June 29, 2015

Time-lapse for that Songs




Manusia itu makhluk sosial. Oke, basi itu. Sejak kelas 2 SD, siapa pun dari kita sudah mengetahui soal empat kata tersebut. Walau basi, faktanya memang benar. Siapa juga yang bisa hidup sendirian. Bahkan Tarzan pun, walau tak ada manusia di sekelilingnya, ia bisa bertahan hidup karena sesuatu (baca: gorila).

Sebetulnya aku menyebut-nyebut soal kalimat legendaris itu juga bukan karena mau bahas yang berbau filsafat; lagi bad mood juga. Namun kalimat yang sering kutemukan di soal-soal PPKn itu mengingatkanku pada seseorang. Seorang blogger begitu. Namanya Afghan Elbanna

Bukan, bukan karena dia pernah cerita sesuatu yang mengingatkanku akan suatu memori terpendam. Tapi lebih ke arah,.. yah dia pernah memberitahukanku suatu pengetahuan yang sebelumnya aku tak pernah tahu. 

Memang yah, pengetahuan itu luas sekali. Tak terhitung banyaknya pengetahuan yang ada di muka bumi ini. Sampai-sampai tak mungkin kita bisa meraihnya sendirian saja. Kita butuh seseorang yang lain untuk tahu soal ini, tahu soal itu. Nah untuk kasusku, gara-gara baca BANBANPRET, akui jadi tahu banyak hal yang sebelumnya tak kuketahui. 

Salah satunya, aku jadi tahu soal dua istilah ini: ambience dan time-lapse. Ambience itu saat-saat kita merasakan suatu atmosfer dari suatu lagu, lalu jadi terbawa suasana begitu. Sementara time-lapse itu ambience dari suatu lagu bisa bikin kita teringat akan suatu memori. 

Nah, ada beberapa lagu, tepatnya sepuluh lagu, yang sudah membuatku jadi teringat akan suatu kenangan tertentu. So, check them out!





1. Nobody's Boy - Ost. Remi
Sebetulnya untuk lagu pertama ini tak ada hubungannya dengan ambience sih. Hanya saja, saat aku jadi teringat masa kecil (walau bisa juga sebaliknya, lagi dengar soundtrack-nya, terbawa suasana nostalgia, huehehe!), aku teringat kembali dengan soundtrack dari sebuah anime Jepang yang diangkat dari sebuah cerita dari Perancis sana. Iramanya enak memang. Walau terkesan sedih, ada unsur penyemangat juga. Lagu ini sungguh membangkitkan kembali semua kenangan masa kecil yang indah-indah. Yang aku hanya perlu bermain dan belajar saja. Tak perlu memikirkan soal finansial seperti sekarang ini. 









2. Ungu - Cinta Dalam Hati
Tiap dengar lagu ini diputar kembali, kembali dada ini terasa sesak sekali. Kembali teringat sama Eci (Bukan nama asli), si gadis berkacamata dan berambut panjang yang paling cantik di dunia ini. Eci itu cinta pertama aku yang sampai sekarang belum pernah coba menyampaikan perasaanku langsung padanya. Tapi mungkin, entah kenapa, di lubuk hati, aku merasa Eci sudah tahu. Mungkin Eci salah satu pembaca Immanuel's Notes juga. Dan kalau dia baca postingan ini juga,  aku ingin bilang: "I'm still loving you, but I have to leave you. I know, you won't have a special feeling to me. I know, you probably have someone better than me. Hopefully you're happy with him. You--happy, Me--happy either." 

Lagu ini pertama dengar waktu akhir 2007. Pertama dengar, bikin dada sesak. Dan, seolah-olah lagu ini terus memaksaku buat segera menyatakan perasaan ke Eci bagaimanapun caranya. 






3. Vagetoz - Betapa Aku Mencintaimu
Pertama dengar itu sekitar pertengahan 2007, waktu aku tengah bersiap memasuki kehidupan kampus untuk kali pertama. Awalnya dengar itu gara-gara ada seseorang iseng yang miscalled ke ponsel lawas aku. Awalnya iseng-iseng, makin lama aku kok jadi penasaran sama orang ini. Feeling sih, yang bersangkutan kayaknya perempuan. Itu terlihat, kok, dari bahasa SMS-nya (Iya, aku sempat SMS-an sama dia lumayan sering). Dan gara-gara si perempuan ini juga, aku jadi tahu sama lagu yang nada awalnya itu entah mengapa mengingatkanku sama satu lagu Jepang (padahal saat itu aku belum terlalu freak sama jepang-jepangan, tapi yakin banget mirip sama satu lagu J-Pop), entah apa judulnya. Lagu ini jadi ringtone ponsel si perempuan misterius yang aku tak akan pernah tahu namanya. 






4. Irwansyah - Pecinta Wanita
Lagi-lagi lagu yang populer karena film "Hearts" ini mengingatkanku sama Eci. Di bagian hook-nya, aku seolah mendoktrin diriku bahwa hanya Eci yang kumau walau sering jelalatan ke beberapa perempuan juga. Yah namanya juga laki-laki, apalagi saat itu aku masih remaja SMA (*berusaha mencari pembenaran*).  






5. Numata - Raja Jatuh Cinta
Aih, sebegitu cintanya aku sama Eci. Sampai-sampai lagu ini mengingatkanku sama dia lagi. Lagu yang populer sekitar September 2008 ini intinya kurang lebih bercerita hal sama dengan "Pecinta Wanita" yang diciptakan oleh Melly Goeslaw dan Anto Hoed. Saat itu, aku tiada henti terus memohon pada Tuhan agar bisa bertemu Eci kembali. Dan kalau diijinkan, di tengah banyaknya perempuan yang mungkin lebih cantik dari Eci, aku pengin coba menyatakan perasaan ke Eci. 

Hadeuh, apa cinta pertama itu selalu membawa efek begini? Kata orang, cinta pertama itu tak akan pernah jadi cinta sejati. Tapi apa selalu membawa efek candu seperti inikah? Perasanku ke Eci ini begitu membara sekali. Selalu ingin terus mengejar-ngejar Eci walau sering beberapa kali harus berpisah karena keadaan. 

Yup, aku dan Eci itu unik. Aku belum pernah menyatakan perasaan ke dia, tapi entah kenapa selalu bertemu di saat tak terduga--tanpa perencanaan, lalu perlahan pasti pisah lagi. Jodohkah kami? Tapi sepertinya bukan deh. Karena saat aku pernah mengirimi dia SMS tahun baru, sama sekali tak digubris--yang membuatku harus give up on her. Aku jadi harus lebih berpikir realistis. 






6. Melly Goeslaw - Ku Bahagia (Ost. Ada Apa Dengan Cinta)
Walau masa SMA-ku cukup pahit, tiap dengar lagu ini, aku selalu teringat masa-masa remajaku. Dan memang benar, masa-masa remaja itu memang indah dan tak bisa terulang lagi. Bawaannya selalu ingin melakukan apapun, coba sana-coba sini. What a very beautiful teenager memories!






7. Tetap Setia
Yang satu ini lagu rohani Kristiani. Pertama dengar waktu menjelang upacara peneguhan sidi (Kalau di Katolik itu semacam sakramen krisma) yang jatuh pada tanggal 10 Juli 2005. Yup, segala yang berhubungan ke Eci, aku tak akan pernah lupa. Bahkan saking cintanya, aku masih ingat segala penampilan Eci tiap bertemu dengan aku. 

Lagu rohani ini selalu mengingatkanku ke masa-masa saat masih belajar sidi. Dan lagu ini juga bikin aku ingat bahwa di tahun yang sama, imanku makin mantap ke Yesus Kristus. Ada satu kejadian di mana aku yakin bahwa Dia memang juruselamat (Maaf rada SARA, tapi ini kesaksian imanku). 

God, I promise, I won't betray you till death. I always keep the faith forever.








8. Selena Gomez - Who Says
Lagu ini tak membuatku teringat akan momen apapun sebetulnya. Hanya saja efek ambience dari lagu ini luar biasa. Kapanpun dengar lagu yang memang dibuat oleh penyanyinya langsung ini selalu saja membuatku jadi bersemangat dan berapi-api. Lagu ini sangat memotivasiku sekali. Habis dengar lagu, jadi semangat beraktivitas kembali.






9. AKB48/JKT48 - Kibouteki  Refrain (Refrain Penuh Harapan)
Sebetulnya bukan karena liriknya sih. Hanya saja isi music video-nya itu bikin aku jadi terkenang jaman SMP aku dulu, yang hobi menggambar gitu (persis yang dilakukan Ve itu loh!). Dulu aku juga suka mendesain baju. Yah walau lebih sering gambar robot atau yang tak jelas sih. Haha.  Plus jadi ingat kejadian jaman SMA juga. Waktu itu ada lomba desain pakaian dari kertas koran. Haha. Gila yah, lagu dari sebuah girlband malah membangkitkan kenangan masa lalu.









10. Grezia feat Jason - Walau Ku Tak Dapat Melihat
Lagu ini baru kudengar akhir-akhir ini. Sepertinya sih sudah cukup lama beredar. Dan lagu ini jika didengar di saat kita tengah down banget, trust me, lagu ini ampuh sekali untuk menampar kita bahwa Tuhan itu tak seperti yang ada di bayangan kita. Tuhan itu maha baik. Dia sering membantu manusia di saat manusia itu tak sadar dirinya tengah dibantu. Well, rencana Tuhan memang selalu indah pada waktunya. Lagu ini juga mengingatkanku akan janji dua tahun silam yang sudah berjanji mau menyerahkan sepenuhnya hidupku untuk-Nya. Apapun yang Tuhan minta, aku pasti akan kulakukan.






11. Mayu Watanabe - Deai no Tsuzuki
Gara-gara menonton drama Jepang berjudul "Tatakau! Shoten Girl", aku jadi teringat akan suatu momen sangat istimewa. Saat-saat itu, pertemuan itu--yang berlangsung sangat singkat sekali. Ingin sekali mengulang momen tersebut. Kalau diijinkan, saat itu, aku ingin menghapus keraguanku, keskeptisanku. Aku mau lebih bersabar menunggunya keluar dari dalam toilet sebuah bioskop, terus mendekati dan mengajaknya mengobrol. Dia itu bagaikan Cinderella untukku. Bedanya, kalau Cinderella berpisah dengan pangeran setelah jam 12 malam. Maka aku dan dia berjumpa setelah jam 12 siang. 

Shania, pertemuan pertama kita itu tak akan pernah kulupakan!!!!! 5 Februari 2015.