Tuesday, June 2, 2015

SERIAL ALTK chapter 2: Si Gagap Juga Punya Cinta



Kelanjutan dari sini


Sumber: King's Speech



Tiap orang dapat berkata-kata. Pada hakikatnya, berbicara memang merupakan satu karunia yang diberikan Sang Pencipta kepada manusia. Dari sejak kecil, kalau tak ada aral, tiap orang bebas berceloteh apapun yang dia maui.

Apapun?





Well, terkadang tak setiap hal bisa kita utarakan langsung. Ada beberapa hal yang sulit kita sampaikan. Beberapa hal itulah yang perlu pemicu untuk melepaskannya. Ada yang bisa lepas setelah harus menghabiskan satu Corona terlebih dahulu. Ada yang bisa melampiaskannya lewat amarah. Ada pula tipe orang yang hanya bisa leluasa berbicara lewat tulisan.

Mungkin Samuel ini tipe orang yang seperti itu. Ada alasan tersendiri mengapa Samuel hanya bisa berbicara lewat tulisan. Sebab ia gagap. Ia sendiri heran mengapa Tuhan memberikannya penyakit gagap ini. Penyakit ini sungguh merepotkannya saat harus berinteraksi dengan orang lain. Ia selalu merasa tak enak sendiri sewaktu menyaksikan lawan bicaranya begitu geregetan dan harus bersabar diri untuk membuatnya menyelesaikan satu kalimat saja.

Si Gagap itu kini tengah berada di sebuah foodcourt. Sesekali diliriknyalah ponsel tersebut. Sudah dua jam terlewati. Mungkin ia harus pulang. Mungkin gadis itu hanya menganggap pesan itu pepesan kosong. Mungkin pesannya itu tak terlalu jelas. Walhasil si gadis tersebut menganggap dirinya sedang iseng tak keruan yang tak perlu ditanggapi dengan serius sekali.

Ia melirik ponsel itu sekali lagi. Tangannya gesit membuka salah satu folder. Folder foto tentunya--yang mana ia terpana ke salah satu foto. Foto si gadis tersebut, tentu saja. Foto tersebut ia ambil saat masa perkenalan murid baru.

Ah...

Samuel sangat menikmati menekuri wajah si gadis. Walau dandanannya itu harus dibuat aneh-aneh (mengikuti kemauan para tutor yang seringkali menyebalkan), si gadis--di matanya--selalu terlihat jelita. Ia sangat suka dengan sorot mata si gadis. Indah nian! Tak ada mata gadis manapun yang seindah gadis tersebut.

Saat tengah menunggu, salah seorang teman menghampiri. Teman sekelasnya.

"Eh, Sam," sahut lelaki tambun itu mengumbar senyum. "Lagi ngapain?"

Samuel hanya memberikan senyuman balasan.

"Nungguin temen?"

Mengangguk.

"Siapa?"

Walau sulit, kali ini sepertinya mau tak mau ia harus membuka bibir, "A-a-a-a-..."

Sang teman sabar menunggu.

"...a-a-a-da deh,"

Temannya itu terkekeh-kekeh. "Lu bisa bercanda juga yah?"

Samuel balas terkekeh pula.

"Tapi kayaknya, yang gue lihat, yang lu tunggu itu perempuan yah?"

Samuel mengangguk pelan-pelan.

Teman itu tergelak. Pun Samuel ikutan.

"Serius? Perempuan? Cewek lu? Kok lu enggak pernah cerita punya cewek sih?" kata si teman yang  mulai antusias.

Samuel menggeleng. "Bu-bu-bu-bukan, k-k-k-k-kok,"

"Oh, gebetan mungkin. Iya kan gebetan? Siapa sih cewek yang lu lagi gebet sekarang?"




Jumlah kata: 400 kata



Bersambung...

4 comments:

  1. bener banget mas tidak semua hal bisa diungkapkan dengan kata ^^

    ReplyDelete
  2. hmm, karena penyakit itu si cewenya langsung pergi aja :( kasiaaan :(
    terkadang kita lebih baik diam dari pada harus berbicara yang mungkin orang lain belum tentu mengerti ^,^

    ReplyDelete
  3. harus belajar ke azis gagap
    memanfaatkan kegagapan untuk dapat penghasilan banyak... :D

    ReplyDelete
  4. gagap....?
    emng untuk mengungkapkan cinta harus tergagap-gagap, biar greget...
    awakakakakaaa...

    ReplyDelete

Pembaca yang baik adalah yang sudi mau meninggalkan komentar. ^_^
Nice reader is the one who will leave lot of words in the comment box. ^_^