Monday, June 1, 2015

SERIAL ALTK: Kode dari Masa Lalu



Artwork by: Melisa Yulia Kristin



Tanpa sadar Kezia membuka kembali halaman itu. Halaman sekian dari berpuluh halaman buku hariannya. Pada halaman tersebut, tertempel sebuah surat kecil. Tak terlalu kecil, namun tak terlalu besar. Mungkin ukurannya itu hanya seperempat dari buku harian tersebut. Isinya:

Aku lihat dan telepon kamu... 
Temui aku di bawah tangga yang menuju XXI SMS...



Baiklah, kalimat terakhir--yang paling bawah--bisa perempuan yang hobi berponi itu pahami. Namun kalimat pertamanya, ya ampun begitu tak jelas sekali. Apa maksudnya? Kezia memang tahu identitas dari si pengirim. Dari kakak kelasnya, Samuel. 

Kezia kira, sewaktu Kak Samuel memberikannya sepucuk surat, isinya pasti semacam surat yang menyiratkan perasaan lelaki tersebut padanya. Tapi faktanya isinya malah ambigu seperti itu. Membingungkan. Apa maksud Kak Samuel mengirimkan surat berisi empat belas kata tersebut? Herannya pula, mengapa ia masih menyimpan surat yang sampai sekarang masih membuatnya berkernyit dahi? 

Kezia lalu mengendus surat itu. Baunya masih ada. Aromanya bunga lavender. Perempuan itu tahu seperti aroma bunga yang berarti ketenangan dan hubungan yang lekat serta mendalam itu karena tugas Biologi semasa SMA dulu. Belum lagi Kezia juga lulusan dari sebuah fakultas yang tak jauh dari persoalan bunga. 

Kertas yang digunakan Kak Samuel itu juga unik. Selain beraroma lavender, warna dan coraknya juga ada. Gara-gara itulah, Kezia sempat berpikir bahwa Kak Samuel itu penggemar dari bunga lavender. 

"Ehem, ehem,..."

Seseorang berdeham. Kezia balik badan. Ternyata Noel, adiknya yang baru saja lulus SMA. Matanya langsung nyalang seketika. 

"Kan Kakak sudah bilang, kalau masuk ke kamar orang itu ketuk pintu dulu,"

Noel bersiul-siul seraya memandangi langit-langit. 

"Ini anak kalau dibilangin susah banget, ngeyel!" 

"Itu surat cinta yah, Kak?"

"Enggak usah ikut campur!"

"Tapi pacar Kakak itu unik yah? Orangnya kayak misterius gitu. Jangan-jangan dia demen baca novel-novel detektif lagi?"

"Yeee!!! Udah dibilang, enggak usah ikut campur. Lagian kamu mau apa di kamar Kakak? Mau minjem buku lagi?"

Noel cengar-cengir tak keruan. Adiknya bukannya menjawab, eh malah berujar sesuatu yang tak jelas. Mungkin saking senewennya dengan kelakuan si adik yang kurang-ajarnya itu tak bisa disembuhkan, yang Kezia tangkap itu hanya dua kalimat terakhir: "...tell you..."

"Cie-cie, Kak Kezia, kayaknya aku paham nih, surat apaan? Terus, udah Kakak bales belum suratnya?" ledek Noel, yang lalu keluar kamar begitu saja. Begitulah adik bungsunya tersebut. Selalu iseng dan berlaku kurang ajar padanya. Dua menit kemudian, kembali menampakkan batang hidung dan berkata, "Atau Kak Kezia sebetulnya enggak tahu arti suratnya? Mau kukasih tahu enggak? Kebetulan aku jago, lho, bahasa Jepang."



Jumlah kata: 400 kata





Bersambung...

8 comments:

  1. Asek bikin misteri-misteri nih, rada dibanyakin lagi dong untuk yg selanjutnya.. :D

    ReplyDelete
  2. Hahaha....

    Apanya? Jumlah katanya? Hmm, gimana yah? Maunya gimana? Hahaha....

    ReplyDelete
  3. Ayo ajarin aku bahasa jepang kalau gitu :D hihihi

    ReplyDelete
  4. jadi apa isi suratnya, au elajar bahasa Jepang sama Narto aja ah oops Naruto maksudnya :-D

    ReplyDelete
  5. Ada-ada aja deh, tapi jujur sih masih dibuat penasaran juga sama kelanjutan ceritanya.

    ReplyDelete
  6. Jadi ada rasa ingin tahu
    Lanjutan ceritamu

    ReplyDelete
  7. ini ceritanya bikin penasaran :D , ditunggu kelanjutannya.

    ReplyDelete

Pembaca yang baik adalah yang sudi mau meninggalkan komentar. ^_^
Nice reader is the one who will leave lot of words in the comment box. ^_^