Wednesday, June 3, 2015

SERIAL ALTK chapter 3: Semua Karena Adik yang Jahil



Kelanjutan dari sini


Artwork by: Melisa Yulia Kristin



Kezia masih sewot. Seenaknya saja masuk kamar orang lain. Untung saja ia tak sedang dalam keadaan tak berbusana. Bayangkan kalau sampai itu terjadi, mungkin sang adik akan terus dihajar seraya memaki berkali-kali, "Mesum, mesum, mesum,..."

Eh tapi salah Kezia juga. Pintu kamarnya--selain tak dikunci--ia juga buka separuh. Jadi... Noel tak salah (namun juga tak bisa dibenarkan).




Sebentar...

Kezia memutar bola mata. Ia coba menerawang langit-langit. Sepertinya ia mulai mendapatkan satu pencerahan dari kata-kata adiknya tersebut. Tadi si adik bilang apa? Kezia mulai mengingat-ingat.

...surat cinta...

...pacar kakak itu...

...tell you...

...kebetulan aku jago, lho, bahasa Jepang. 

Sekelebat demi sekelebat dari tiap potongan dalam perkataan Noel menyeruak dalam pikiran Kezia. Surat cinta? Hmm, sepertinya tidak. Isinya hanya beberapa kata saja. Itu pun sebetulnya tak mirip sebuah surat. Namun, Kak Samuel pasti bukan orang iseng yang suka melakukan sesuatu yang tak berfaedah. Apalagi Kak Samuel itu bukankah langganan tiga besar, seingatnya.

Pacar kakak... Pacar? Ada-ada saja. Statusnya dengan Kak Samuel itu hanyalah teman; atau paling tidak hubungan antara kakak kelas dan adik kelas. Tidak lebih. Tapi bisa saja kan... tidak-tidak-tidak, tidak mungkin. Pikiran Kezia mulai melantur sepertinya. Itu pasti tak mungkin. Mana mungkin orang sesempurna Kak Samuel itu suka sama dirinya. Apalagi ia kan hanya adik kelas yang pecicilan, yang buat naik kelas saja butuh perjuangan ekstra (termasuk berupaya melobi tiap guru).

Memang sih, Kezia terkagum-kagum dengan pembawaan Kak Samuel yang luar biasa cool-nya. Sorot mata lelaki itu yang mungkin setajam burung elang. Senyum Kak Samuel yang begitu tipisnya; sampai-sampai Kezia mengira kakak kelasnya itu pelit senyum. Dan Kak Samuel yang ia nyaris tak pernah melihat tengah berbicara. Ah itu membuat Kak Samuel semakin misterius saja. Dari sejak SD, dirinya sudah gemas sekali dengan orang-orang yang semacam Kak Samuel tersebut. Geregetan sekali. Jadi ingin mengenal lebih lanjut.

...tell you...

Tell you? Kembali Kezia memerhatikan dengan seksama surat pemberian dari Kak Samuel. Sama sekali tak ada kata-kata asing dalam surat tersebut. Semuanya dalam bahasa Indonesia. Apa mungkin...

I see and call you...


Kezia iseng menerjemahkan kalimat pertama dalam bahasa Inggris. Ih, malah jadi semakin aneh saja. Apa maksudnya? Apa yang dilihat Kak Samuel waktu itu? Dan call? Tidak mungkin, tidak mungkin, tidak mungkin. Pasti tak mungkin. Sekali lagi, pasti tak mungkin Kak Samuel memiliki perasaan lebih, apalagi sampai punya nomor teleponnya.


Eh tapi...

...mungkin bukan call, tapi tel--potongan dari kata telephone.

Sekali lagi Kezia coba menerjemahkan untuk versi yang lain.




Jumlah kata: 400 kata



Bersambung...

7 comments:

  1. Mungkin saja kan kak samuel itu menyimpan rasa sama kezia. Dan di tunggu kelanjutan ceritanya :)

    ReplyDelete
  2. Ceritanya seru juga tuh :) cie kezia yang caper sama kak samuel :D
    di tunggu lho kelanjutan ceritanya :)

    ReplyDelete
  3. Udah kebayang mas adegannya, seering nih muncul di anime-anime :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh masa? Tetep nyimak aja ya. Cuz ada satu twist yang bikin wah, hehehe.

      Delete
  4. Kalau di jadiin film, boleh juga tuh :) di tunggu kelanjutan ceritanya :)

    ReplyDelete
  5. kak, aku setia menunggu kelanjutannya lho :D ,

    maaf kak, nitip link supaya mbah tau makasih :)
    pempek palembang di cirebon

    ReplyDelete

Pembaca yang baik adalah yang sudi mau meninggalkan komentar. ^_^
Nice reader is the one who will leave lot of words in the comment box. ^_^