Wednesday, March 4, 2015

Cinta Monyet dan Ayam




Aku tahu,
yah aku tahu

Kamu pasti tak akan pernah tahu
Sebab 'ku begitu lihai menyembunyikannya
'ku merasa terlalu malu untuk mengutarakan

Namun hati s'lalu gelisah
T'rus meronta

Apa daya
Tak kuasa 'ku melawan

Mengapa...

Hey, kamu!
Bisakah kau jelaskan?
Mengapa kata itu begitu tabu?
Atau akukah yang terlalu pengecut?

Hey kamu!
Dulu sekali,
pernahkah kau sadari
ada mata-mata yang menyeringai?

Bukaaaaan...
Itu bukan seringaian menakutkan
Dengan sorot seperti itu,
kamu pasti serasa istimewa sekali

Tapi 'kurasa tidak
Hanya aku bocah yang gila
Usia 9 tahun sudah genit
Pintar menggombal pula
Kan amit-amit

Dikau itu kan beda denganku
Dikau terlalu polos, Cantik!
sampai-sampai belum paham soal cinta

Kini berubah
Kamu tak lagi sepolos dulu
Kamu berubah
Entah sengaja di depanku
kamu merangkul pria itu mesra

'Ku rasa kamu tahu
Iya, kamu pasti tahu
Kamu tahu aku punya rasa
Tak ayal kamu keluarkan kerlingan itu
bukan padaku, tapi pada pria itu

Mesra itu kau tunjukan
demi memanas-manasiku
Ya kan?

Aku rasa
Tanpa pernah kusadari
Tuhan diam-diam menyampaikan perasaanku padamu
Lalu kau menunggu aku 'tuk mencopet
mencopet hatimu dong

Tapi kamu jengah
Aku terus bergeming
Iya aku tahu, aku bak patung

Sekarang aku menyesal
Baru saja aku mau keluarkan
kamu malah berdandan cantik 'tuk pria lain
di depan altar pula

Semoga kamu bahagia
Long-last yah!

'Ku mohon doakan aku pula
biar tak seperti ayam lagi
biar lebih berani lagi
itu juga kalau Tuhan kasih kesempatan kedua

Maksudku jatuh cinta lagi
walau 'ku bingung kapan itu kembali terjadi
Karena aku masih cinta sampai ujung kaki