Sunday, November 2, 2014

SERIAL FAN FICT: Episode 12 - Wota Nyasar di Korea





Kelanjutan dari sini



Matanya nanar sekali. Dengusan dari lubang hidung semakin hebat saja embusannya. Langkah kakinya seperti kesetanan. Kedua tangan mengepal erat. Kim Nami benar-benar meradang. Dalam otaknya, ia yakin sekali -- Kim Min-soo sudah mengerjainya. Nyatanya, YG Entertainment sama sekali tak mengadakan open audition. Agensi yang didirikan oleh Yang Hyun-suk itu tak ada niat untuk membuat boyband dalam waktu dekat.

Sebetulnya ia tak terlalu kecewa juga. Kedatangannya ke kantor YG Entertainment tak seratus persen sia-sia. Untung saja, sewaktu di sana, ia berjumpa dengan dua member dari YG Entertainment. Kesempatan itu tak dibuangnya. Langsung saja ia meminta tanda tangan serta kesempatan untuk berfoto bareng Daesung dan Seungri. Walau ia sangat berharap sekali bisa bersua dengan pemimpinnya, G-Dragon.

Kurang lebih satu kilometer dari gedung YG Entertainment, saat berada di sebuah kafe, Kim Nami mengutak-atik ponselnya. Memijat-mijat tuts demi tutsnya, hingga layar ponsel menunjukan sederetan hangeul nama kakaknya, Kim Min-soo.

Tersambung.

"Yeobeoseyo,"

"Saekki-ya! Nuna ini menjengkelkan. Kaedong!"

"Kamu ternyata Nami. Ada apa? Kenapa langsung maki-maki seperti itu?"

"Tega sekali Nuna mengerjaiku. YG Entertainment sama sekali tak mengadakan audisi. Aku baru saja ke sana. Dan kata mereka, mereka tak sedang mengadakan open audition sama sekali."

"Aigo -- astaga! Kamu ini benar-benar. Kamu membolos demi pergi ke sana?"

"Dapdaphae -- menjengkelkan!" Kim Nami tak peduli lagi bahwa ia tengah berada dalam sorot mata beberapa pengunjung kafe. "Nuna tahu, ini menjengkelkan sekali. Nuna seharusnya tahu seberapa malunya aku sewaktu di sana. "

"Kamu ini bawel sekali. Seperti perempuan saja.  Aku saja yang perempuan tak bawel sepertimu. Dan kalau kamu mau curhat, sebaiknya curhat saja sama pacarmu itu, si Go Hyun-dae itu. Aku sedang malas untuk menanggapi curahan hati siapapun."

Hening. Mendadak kata-kata yang akan dikeluarkan tercekat di tenggorokan.

"Yaaa, kenapa diam? Kamu kaget dengarnya? Iya, aku memang sudah tahu kamu itu punya pacar. Bukan sembarang pacar, melainkan pacar 'ajaib'. Sebab kalian itu sama-sama laki-laki." Terdengar sepertinya Kim Min-soo sedang terkikik.

Kim Nami masih membisu.

"Sudah ya, aku sedang sibuk mengerjakan tugas bersama teman-temanku. Nanti saja kita lanjutkan di rumah. Bye!"

Hanya satu kata yang diucapkan oleh Kim Nami. Itu: "Nuna, annyeong!"

Selanjutnya, Kim Nami sama sekali tak mengganggu Kim Min-soo lagi. Bahkan saat Kim Min-soo berusaha menghubunginya, ponsel itu sama sekali tak aktif. Awalnya gadis itu pikir, Kim Nami mungkin langsung pergi menemui pacarnya, Go Hyun-dae. Mungkin adik lelakinya itu sedang habis-habisan mencurahkan segala perasaan negatifnya pada sang kekasih tersayang. Dan sebagai yang lebih tua, Go Hyun-dae pasti akan berusaha menenangkan dan menghibur Kim Nami. Dalam pikiran Kim Min-soo, Go Hyun-dae dan Kim Nami akan saling belai, peluk, cium, dan merayu serta bercumbu manis.

Soal Go Hyun-dae, dua minggu setelah Kim Nami tak pulang serta tiada kabar, akhirnya Kim Min-soo tahu soal identitas kekasih adiknya tersebut. Go Hyun-dae merupakan seorang siswa SMP yang berada tak jauh dari SMP Kim Nami.  Kim Nami secara tak sengaja berpapasan dengan lelaki itu di sebuah toko musik. Kebetulan mereka berdua sama-sama fans dari Big Bang; pula memiliki hobi nge-dance. Seringnya intensitas pertemuan dan kepribadian Go Hyun-dae yang selalu berhasil menerbitkan senyum lebar di wajah Kim Nami, membuat adik dari Kim Nami itu jadi kembang kempis hatinya. Cinta akhirnya tak bisa dibendung lagi. Sebuah cinta yang untuk sekelompok orang merupakan tabu itu tiba di hati Kim Nami. Karena merasakan perasaan yang sama, Go Hyun-dae tak menampik tawaran dari Kim Nami untuk menjalin hubungan asmara. Meskipun sebetulnya Go Hyun-dae-lah orang yang memancing Kim Nami dengan berkata, "Wajahmu itu manis sekali, Nami-ssi. Ah andai saja  kamu itu perempuan, mungkin aku sudah memintamu untuk menjadi kekasihku yang akan selalu kulindungi mati-matian." Gayung pun bersambut. Spontan Kim Nami berkata, "Hyun-ssi, kamu tahu tidak? Tiap berdekatan denganmu, itu rasanya beda. Aku merasa tenang. Segala kekhawatiranku hilang."

Perihal hubungan itu, hanya sedikit yang tahu. Beberapa itu ialah Kim Min-soo yang tahu secara tak sengaja, dan Kim Sarang yang tahu dari Kim Min-soo. Bahkan orangtua mereka berdua pun belum tahu; dan sepertinya tidak akan pernah tahu. Tak gampang, Kawan, untuk bisa menerima hubungan sesama jenis itu. Sebagian besar masih beranggapan bahwa hubungan sesama jenis itu suatu penyimpangan. Malah masalah homoseksualitas itu pernah dikategorikan sebagai suatu gangguan jiwa. Selain itu, tak banyak dari teman-teman mereka berdua yang tahu bahwa Kim Nami dan Go Hyun-dae merupakan pasangan sesama jenis. Kebanyakan dari mereka mengira bahwa keduanya merupakan sahabat karib.

Harus Kim Min-soo akui, Go Hyun-dae merupakan tipe laki-laki yang amat sulit ditemukan di dunia ini. Bahkan saat gadis itu mencarinya hingga sudut terpencil di kota Seoul. Jarang sekali ada orang yang tulus memberikan pertolongan, yang rela mengorbankan sebagian besar waktunya untuk menolong gadis itu mencari Kim Nami (Ah mungkin bisa saja itu karena perasaan cinta yang begitu membara pada Kim Nami). Walau segala pencarian itu akhirnya nihil. Dua bulan pencarian harus diakhiri oleh sebuah berita televisi: "...telah ditemukan seorang mayat laki-laki di sungai Han. Menurut hasil autopsi, mayat diduga masih berusia antara 14-15 tahun..."

Awalnya ragu, tapi setelah mengkroscek lebih jauh, segala bentuk dan ciri-ciri fisik definitif mengarah ke Kim Nami. Pakaian yang dikenakan juga sama. Menurut Hyun-dae, kali terakhir bertemu, yah memang Kim Nami mengenakan kaus dalam warna dengan dilapisi kemeja kotak-kotak hijau, serta sebuah celana yang sepertinya merupakan bagian dari seragam sekolah. Bukti paling meyakinkan lagi, dan tak salah lagi pastinya, ditemukan juga sebuah tas tangan di sekitar lokasi dimana mayat ditemukan. Dari tas tersebut, polisi bisa mengetahui bahwa kemungkinan mayat itu bernama Nami.

Sampai sekarang, alasan sebenarnya Kim Nami bunuh diri di Jembatan Mapo itu hanya empat orang yang tahu. Hanya Go Hyun-dae dan ketiga saudara kandung dari Kim Nami yang tahu. Kim Jae-sun dan Song Chee-hul tak tahu alasan sesungguhnya. Yang pasangan suami istri ketahui bahwa pemicu bunuh diri Kim Nami ialah sebuah boyband bernama Big Bang. Adalah anak kedua mereka, yaitu Kim Min-soo yang membuat mereka jadi meyakini bahwa Kim Nami bunuh diri itu karena ditolak saat audisi. Alasan penolakannya ialah tinggi badan Kim Nami yang hanya 165 cm. Padahal syarat untuk ikut audisi ialah harus bertinggi badan minimal 167 cm. Dan kata-kata para juri tersebut sungguh menyakitkan Kim Nami, sehingga mendorong lelaki kemayu itu menerjunkan diri di Jembatan Mapo.

Gara-gara skenario dari Kim Min-soo yang sampai sekarang belum berani jujur, kedua orangtuanya sempat bersitegang dengan YG Entertainment. Untung saja, kasus ini sama sekali tak terendus media. Pihak YG Entertainment bersedia mengganti biaya pemakaman. Bahkan berjanji pula akan menciptakan sebuah lagu yang didedikasikan untuk seorang Kim Nami. Sampai sekarang, Kim Jae-sun dan Song Chee-hul terus menantikan janji itu; dan masih terus meyakini bahwa pemicu bunuh dirinya Kim Nami adalah karena Big Bang serta manajemennya, YG Entertainment.

"Nami... semoga kamu di sana baik-baik saja. Semoga kamu bisa meraih impianmu menjadi anggota boyband di alam sana. Maafkan Eonni yang belum bisa bilang jujur ke Appa dan Eomma, soal kejadian yang sebenarnya..." isak Kim Min-soo di atas tempat tidurnya, yang masih saja terus dihantui perasaan bersalah setelah kata-kata kakaknya barusan. 



No comments:

Post a Comment

Pembaca yang baik adalah yang sudi mau meninggalkan komentar. ^_^
Nice reader is the one who will leave lot of words in the comment box. ^_^