Saturday, September 27, 2014

SERIAL FAN FICT: Episode 2 - Wota Nyasar di Korea




Kelanjutan dari sini



Seharusnya memang Aldo berada di negeri Paman Sam. Seharusnya ia belajar perfilman di Amerika Serikat. Sayang itu semua dipupuskannya. Secara tak sengaja sih, bukannya disengaja. Sebabnya dewi fortuna mulai menjauhi dirinya, tepatnya keluarganya.

Namun semenjak berhasil memenangkan tur ke Jepang bersama dua puluh orang lainnya, ia merasa dewi fortuna kembali menghampirinya. Walaupun jadinya seperti ini, ia tetap merasa seperti itu. Oke, impiannya pergi ke Jepang pupus. Gagal menemui idolanya, Minami Takahashi. Sisi baiknya, ia tetap merasakan jalan-jalan ke luar negeri. Apalagi, beruntungnya, bisa berjumpa dengan Kim Sarang, gadis Korea yang luar biasa cantik. Mungkin sebelas-dua belas dengan Kim Taeyeon atau Yoona dari SNSD.

"Kamsahamnida." ujar Aldo kepada beberapa orang yang ada di ruang imigrasi. Kim Sarang mengekori gerakannya. Mereka berdua bergegas keluar ruang imigrasi.

"Makasih yah, Kim," kata Aldo tersenyum, menjulurkan tangan.

"Panggil saja aku Kimi. Teman-teman di Indonesia lebih sering panggil aku Kimi." balas Kim tersenyum. "Sementara menunggu keputusan mereka, kamu tinggal saja di rumah aku. Toh, kata orang Imigrasi, kamu kan berada dalam pengawasanku. Dan hanya aku yang kamu bisa andalkan di sini. Kamu nggak bisa bahasa Korea kan?"

Ia nyengir, geleng-geleng kepala.

Kim ikutan nyengir. Aldo jadi mengerutkan kening di luar lelaki ini juga masih nyengir dan berkata, "Kamu kenapa ketawa sih?"

Gadis itu menggeleng. "Aku cuma ketawa lihat pin itu. Itu lho -- " Ia menunjuk ke arah kaos merah milik Aldo. " -- pin yang kamu pakai itu. Belum lagi bajunya." Gelak tawanya makin kencang. "Jangan bilang kamu ingin sekali ke Jepang gara-gara idol group itu. Apa namanya?" Memutar bola mata.

Aldo ikutan terkekeh. "AKB48 maksudmu?"

"Yah itu dia, AKB48." Terbelalak. Menggeleng gemas. "Kadang aku heran, kenapa pula banyak orang yang suka dengan yang namanya idol group atau girlband. Sampai sekarang, aku bingung soal dimana letak bagusnya konsep bernama girlband atau boyband itu?"

Aldo hanya tersenyum geli. Pula mengangkat bahu.

"Oh iya, kamu ini kuat juga yah?"

"Kuat?"

"Iya, kuat. Hari ini kan suhunya di bawah dua puluh derajat. Tadi setelah kita tiba di Incheon ini, aku sempat mengecek temperatur udaranya lewat ponsel." Ia menunjukan ponsel androidnya.

Aldo terdiam. Lelaki ini mulai merasakan suhu di sekitarnya. Astaga, ternyata benar. Suhunya luar biasa dingin. Pantas dari tadi mulutnya terus menerus mengeluarkan asap. Tadi ia pikir suhu yang begitu dinginnya ini diakibatkan oleh pendingin udara. Ternyata setelah keluar dari bandara, temperatur udaranya tak turun juga. Ia secepat kilat membuka ransel biru tuanya dan mengambil syal, jaket, sarung tangan, dan earmuff. Selama mengenakan segala tameng untuk melindunginya dari sengatan musim dingin Korea Selatan yang luar biasa ketimbang suhu di Puncak, Kim terkekeh sebelum gadis itu segera memanggil taksi.

"Wah ternyata kamu benar-benar luar biasa yah mengidolakan 48 Group itu?" kata Kim Sarang terkekeh. "Lihat saja syal itu. Ya ampun, ada tulisan Minami Takahashi beserta gambar yang bersangkutan." Tawanya makin nyaring dan menjengkelkan. "Minami itu member AKB48 juga kan?"

"Bawel!" Aldo merengus. Tanpa disuruh, ia main masuk saja ke dalam taksi. Bisa saja kan Kim mendadak meninggalkannya. Kemudian lelaki itu bakal stress sendiri bagaimana ia akan membayar ongkos taksi. Di dompetnya hanya ada pecahan yen. Sama sekali tak ada mata uang yang sering digunakan di negeri Ginseng ini.

Untung saja Kim tak setega itu. Gadis itu menyusul dirinya masuk ke dalam taksi berwarna oranye tersebut. Hanya saja berbeda ruangan. Kim tak duduk di bangku belakang, di samping dirinya; melainkan duduk di bangku di sebelah supir yang ada di sebelah kanan.

Kim begitu cangak melihat Aldo. Bukan, bukan karena aksi norak lelaki itu yang begitu terkesima dengan pemandangan kota Seoul. Gadis itu terkekeh karena penampilan Aldo, terlebih segala aksesori yang berkenaan dengan status lelaki itu sebagai seorang wota 48. Aldo sadar dan menepuk sebelah lengan Kim; memberikan gadis Korea itu sebuah tatapan nyalang.

"Nggak usah ngeledek deh." tukas Aldo. "Memang kamu belum pernah apa jadi fans?"

"Pernah sih. Tapi nggak seberlebihan kamu."  jawab Kim yang menelengkan kepala ke arah Aldo yang sudah begitu beringsut ke arahnya.

"Fans boyband kan?" ucap Aldo nyengir, yang mulai merasakan aura-aura kemenangan. "Sudah kuduga, kamu itu hanya ngomong doang. Kamu pasti fans dari boyband juga. Bisa kutebak, kamu ini pasti fans dari Super Junior, Big Bang, EXO, Beast, MBLAQ, 2AM, Infinite, atau SHINee kan? Ngaku aja deh."

"Wah suatu kehormatan yah, orang Indonesia seperti kamu bisa begitu hapal nama-nama boyband sini. Padahal, aku saja yang warga negara Korea, tak begitu tahu lho."

"Mending ngaku deh, nggak usah ngeles lagi."

"Ngeles itu apa?" Sepertinya kata itu tak ada dalam perbendaharaan kata Indonesia yang dikuasai Kim.

"Ngeles itu berdalih, pintar cari alasan, dan itu kamu." Bibir Aldo seperti menunjuk ke arah Kim.

"Oh itu artinya, terimakasih." Kim kembali tersenyum.

"Iya kan kamu juga fans? Ngaku deh, kamu itu fans dari boyband apa?"

Kim tak memerdulikan kata-kata Aldo. Ia malah sibuk merespon pertanyaan si supir taksi berkepala botak. Sepertinya si botak ini begitu ingin tahu sekali segala percakapan dirinya dengan Aldo.

"Museun solilhaneungeoya? Geugeos-eun heungmiloun geos gatda."

Kim menggeleng, tersenyum. "Jeonhyeo yo. Hanya seorang michin paen -- fan gila -- yang terus menerus membicarakan soal idolanya, Ajeossi."




Selepas latihan, Thea diajak oleh rekannya sesama trainee untuk menonton penampilan salah seorang senior di JKT48. Kebetulan yang tak disangka-sangka, sang rekan, Rina, merupakan oshimen dari Shania Junianatha. Hari ini Shania tampil di setlist 'Temodemo no Namida' bersama Ayana Shahab. Masing-masing dari member yang naik panggung itu mengenakan kostum cukup wah. Keduanya mengenakan gaun malam berwarna ungu tua dan mengalungi kalung mutiara imitasi. Keduanya pula sudah dipolesi riasan yang membuat mereka jadi semakin jauh dari seorang remaja putri.

Baris demi baris lagu mereka alunkan. Teriakan fan mengiringi suara mereka selain dari sound system. Seperti biasanya, di tiap penampilan member, agak sedikit minim penerangan. Mungkin karena itu jugalah, cahaya-cahaya dari lightstick yang terus menerus diayun-ayunkan fan menjadi terlihat indah sekali. Seperti sebuah pelangi yang bergerak maju-mundur mendekati kedua member JKT48 yang tengah tampil di atas panggung.

"The, kamu suka yang mana? Shania-senpai atau Ayana-senpai? Secara suara lho, bukan secara karakter." tanya Rina yang berambut pendek, yang sudah membuyarkan konsentrasi Thea dalam menyimak penampilan kedua seniornya.

Thea menggeleng. "Nggak tahu yah, kedua-duanya sama-sama bagus sih. Lagian ketimbang mereka berdua, aku jauh lebih menyukai suara Citra Skolastika."

"Ah, kamu ini senang banget mengacaukan suasana hati orang." Rina cemburu.

Thea nyengir. "Kok mengacaukan sih?"

"Ya iyalah. Ngapain juga pakai menyebutkan nama penyanyi lain di luar JKT?"

"Emang nggak boleh? Emang ada di rule kalau kita nggak boleh menyukai penyanyi di luar JKT48?"

"Terserah kamu aja-lah." Rina jengkel dan menjauhi Thea yang terkekeh. Gadis itu mendekati fan-fan lelaki dan ikut-ikutan mereka dalam mengayunkan lightstick. Yah dari tadi Rina memegangi lightstick berwarna kuning keemasan.

Thea masih tersenyum tipis. Matanya memandangi satu persatu member yang ada di atas panggung. Sebetulnya ia begitu menikmati lagu yang dibawakan. Namun, mungkin karena adanya beberapa kosa kata Jepang di dalam lagunya, pikirannya melayang-layang dan menyeberangi samudra hingga Akihabara. Ia mulai membayangkan segala hal yang akan dilakukan pacarnya, Aldo, di Tokyo. Pasti tengah mencoba untuk meninggalkan rombongan demi bisa mengunjungi AKB48 theater dan menemui Takamina.

Dasar kamu ini, Do! Segitunya yah mengidolakan Takamina. Sampai bela-belain ke Jepang hanya demi dia. Di sini aku jadi iri, Do. Kamu jangan macam-macam yah di Jepang sana.




Catatan kaki:
Museun solilhaneungeoya? = Apa yang kalian sedang bicarakan?
**  Geugeos-eun heungmiloun geos gatda = Sepertinya menarik.
*** Jeonhyeo yo = Tak ada sama sekali.




Bersambung.....

5 comments:

  1. Replies
    1. Berapa ya? Mungkin sampai tahun baru kali ya ^_^

      Delete
  2. Taeyoon! Yoonaa! Sunny!! Soo young!!
    SNSD!!!

    AAAKKKK SARANGHAE GURLSS

    *Seketika darah SONE gue mendidih pas baca nama mereka*
    *Hilang fokus dari alur cerita*
    *lalu langsung buka youtube*
    -___-

    P.S.
    Agak bikin bingung bang, menurut gue. Dalam cerita ini terlalu banyak unsur budaya/bahasa yg beda2. Indo, jepang, korea. Plis jangan sampe muncul tokoh jerman atau rusia -_-

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thank. Komentar kayak gini Yang gue tunggu. Berarti gue sukses bikin prolog yang bikin penasaran. Kan kalau seseorang bingung, makin lama juga penasaran sama kelanjutannya. Hahaha. Thank a lot. Terus ikuti ya! ^_^

      Delete
  3. Lah, masih bersambung toh.... Lama-lama jadi novel nih :D

    Aku mau bayangin rupa dan perawakannya Kim dulu. Katanya sebelas dua belas sama Yoona ya :))

    ReplyDelete

Pembaca yang baik adalah yang sudi mau meninggalkan komentar. ^_^
Nice reader is the one who will leave lot of words in the comment box. ^_^