Sunday, August 17, 2014

Mari bantu para TKI, Kawan!







MERDEKA!

LONG LIVE INDONESIA!

Today is the the biggest special day for me -- as Indonesian. Born in Indonesia, Living in Indonesia, and working in Indonesia. Happy 69th anniversary, my country. And, for the day, I won't write in English anymore. I will write this special story in Indonesian, my mother tongue.

Jadi begini, rabu kemarin, aku mendapatkan balasan dari teman SMP. Sebetulnya rada tak enak juga menyebut nama. Tapi karena sudah janji mau mempromosikan usaha mulianya, aku memanggilnya Yongki.

Yongki ini temanku yang luar biasa. Walau sempat tak mendapatkan ijazah SMP karena suatu sebab (Tak etis kalau dijelaskan secara terperinci, dia tetap gigih menjalani hidup. Bahkan karena kegigihannya itulah yang membuatku berani menekuni passion ini: menulis. Salut. Bersamaan dengan keterbatasannya, ia begitu aktif berkarya, sehingga menghasilkan banyak lagu, entah itu lagu religi Kristiani, entah itu lagu duniawi. Dia juga yang turut 'memprovokasi' aku untuk segera menyelesaikan naskah novel yang sekarang ini tengah digodok sebuah penerbit major.  

Luar biasa memang temanku yang satu ini. Jong Ambon yang satu ini tak pernah menyerah dan mengeluh, walau pernah kudengar, dirinya bergelut dengan penyakit ganas. Dengar kabar sih, sudah mendingan. Malah -- setelah kurespon pesannya di Whatsap sabtu kemarin (16/8) -- ia tengah merintis sebuah usaha mulia. Yaitu membantu para TKI-TKW yang bekerja. Dan mengenai usahanya itu, lebih baik cek sendiri saja lewat hasil screen shoot atas segala pesannya itu padaku.








Terlihat jelas kan, tulisan-tulisannya?

Atau mungkin ada yang membuka blog ini dari ponsel yang tidak memungkinkan untuk membaca tulisan dalam segala picture-nya. Jadi, aku akan menjelaskannya semampuku.

Selama ini, aku baru tahu, para TKI kita sering membeli rekening dari penadah. Apa pasal? Sebabnya, tiap mengirimkan uang ke sanak di Indonesia dengan menggunakan rekening bank di negara dimana mereka bekerja, mereka sering menemukan biaya potongan yang cukup besar. Itu pun tak hanya sekali, berkali-kali. Sudah dipotong di bank asing tersebut, dipotong juga di money changer dan bank Indonesia dimana keluarga mereka mengambil uang yang dikirim. Prosesnya menyebabkan berkurangnya uang yang akan diterima keluarga dan sanak mereka. Makanya, hampir 65% TKI menggunakan jasa penadah untuk mendapatkan rekening bank-bank Indonesia.

Begitulah latar belakang Yongki merintis usaha mulianya itu. Dengan cara seperti ini, kemungkinan uang yang ditransfer si TKI hanya sekali; apalagi kalau yang bersangkutan menggunakan rekening BCA, yang transfer sesama penggunanya itu tak akan ada potongan. Potongan hanya terjadi saat si TKI menukarkannya di money changer. Plus ATM BCA mudah ditemukan. Tak perlu repot mencari banknya, keluarga si TKI tinggal mencari ATM-nya saja untuk mencairkannya.

Selain BCA, ada juga beberapa bank Indonesia yang sering digunakan  dalam kasus-kasus seperti ini. Itu: Mandiri, BNI46, BRI, dan Danamon. Dua nama terakhir kurang begitu luas jangkauannya hingga pelosok.

Kalau misalnya kalian takut ini semacam modus penipuan, rasa-rasanya tidak. Si Yongki ini, menurutku, cukup berintegritas. Ia bahkan pernah beberapa kali membantuku dalam usaha menerbitkan naskah novel, walau kendalanya itu sebetulnya di pihak aku-nya. Terkait soal usahanya ini, ia memiliki surat perjanjian yang disertai tandatangan di atas meterai Rp6000. Kalau mau menipu juga, ia sudah membuat ribuan rekening yang sudah menghabiskan biaya operasionalnya. Yang mana, khusus untuk Singapore saja, ia sudah menghabiskan biaya Rp455.000.000 untuk sekitar 1300 rekening. Belum untuk bayar anak buah serta biaya pengiriman. Buat apa juga melakukan penipuan, kalau sudah keluar miliaran rupiah? Belum lagi, ribuan rekening itu akan diblokir jikalau tak ada yang mengelola (semenjak dijual ke temanku ini).Ia ikhlas banget membantu para TKI. 

Tambahan lagi, semenjak April kemarin, ia sudah merintis usahanya dan sekarang -- dalam misinya ini -- tinggal butuh kurang lebih 200 rekening bank asal Indonesia.

Nah kalau kalian tertarik ikut serta dalam misi mulia si Yongki, ini prosedur dan segala persyaratannya (Satu rekening akan ia hargai Rp200.000):
1. Yang belum punya rekening, bisa bikin dulu. Persyaratan bikin rekening itu memerlukan KTP, Kartu Keluarga, telepon rumah, dan TELKOM. Lalu, biasanya bank yang bersangkutan mewajibkan kalian untuk menyetor dana awal (BCA Rp500.000; Mandiri Rp500.000; BNI46 Rp500.000; serta BRI dan Danamon Rp100.000-Rp250.000). Persyaratan lebih lanjutnya, silakan hubungi bank-bank yang bersangkutan. Buat yang sudah memiliki rekening, bahkan lebih dari satu, yuk disumbangkan. Daripada mubazir lho. He-he-he.
2. Untuk menyerahkan rekeningnya itu, kalian harus menyerahkan buku tabungan, kartu serta PIN ATM, ID dan password internet banking, token/m-token serta PIN-nya, serta memberitahukan beberapa informasi yaang diperlukan sewaktu membuat rekening tersebut (Jangan takut, setelah transaksi, Yongki tak akan menyimpan lama-lama informasi tersebut).
3. Tiap rekening harus didaftarkan satu nomor telepon seluler.
4. Seperti yang sudah kukatakan, tiap rekening yang masih aktif akan ia hargai Rp200.000, yang mana itu untuk rekening yang berusia cukup lama. Untuk yang baru berusia sekitar dua minggu, ia juga akan mengganti biaya administrasinya. Saldo mengendap wajib diminimalkan, serta sisa saldo bisa diklaim, yang nanti Yongki akan menggantinya.

Untuk lebih lengkapnya, dan biar lebih meyakinkan dan transparan, silahkan hubungi dia sendiri. Ini segala kontaknya:

Yongky Andrias Maspaitella
Nomor ponsel: 085217444231 / 08881540534 
Line: Yongky A Maspaitella
Twitter: @laskar0904


Informasi selengkapnya, silahkan hubungi dia saja yah! =D


12 comments:

  1. Blog udah difollow, follback ya... Artikelnya bagus... Semoga bermanfaat buat TKI disana

    ReplyDelete
  2. ada punya ATM peribadi tapi bank lokal hhe
    semoga sukses mas iman ini temennya membantu sesama

    ReplyDelete
  3. ternyata rekening pun bisa diperjualbelikan ya.. semoga sukses! :D

    ReplyDelete
  4. dengan segenap hati dan jiwa juga raga yang dikandung badan, saya teh sudah membantu TKI semamu saya mah kang...bantu do'a

    ReplyDelete
  5. Bisa aja ya caranya. Semoga sukses buat temanmu. Tapi saya bantu TKI pakai cara yg lain dulu saja, soalnya belum berani nge-share data pribadi dengan orang lain :D

    ReplyDelete
  6. Salute

    Zaman sekarang masih ada aja yang sebaik itu mikirin TKI

    ReplyDelete
  7. temannya sangat membantu para TKI keren sekali ..

    ReplyDelete
  8. baru tau mengenai jual beli rekening seperti ini

    ReplyDelete
  9. saya baca tp blm terlalu ngerti jd kalau salah anggap saya blm ngerti atau komentar awal saja.....
    knp para TKI tidak membuat rekening sendiri sblm berangkat..?
    ini bisa dijadikan "modus" money loundry, maaf bukan nuduh ya mas Nuel (anggap saya salah)......

    ReplyDelete

Pembaca yang baik adalah yang sudi mau meninggalkan komentar. ^_^
Nice reader is the one who will leave lot of words in the comment box. ^_^