Saturday, May 17, 2014

Dare to Dream: Keep on Pursuing My Dream


Ah, sepertinya para pembaca setia sudah tahu pasti soal apa mimpi terbesar si empunya blog. Jadi penulis profesional, dong. Bahkan di beberapa postingan, kalau niat cari juga, aku pernah beberapa kali mengumbar mimpi tersebut. Nggak hanya sekadar mengumbar, tapi benar-benar dilaksanakan. Yah, aku benar-benar melaksanakannya: mengejar mimpi.

Sejak wisuda pada April 2012 silam, aku dengan beraninya mengambil langkah nekat. Yaitu, memutuskan untuk menenggelamkan diri di dunia kepenulisan, alih-alih memanfaatkan dengan benar gelar sarjana hukumku. Banyak tantangan sih menjalaninya. Dimulai dari ibu sendiri, hingga situasi dan kondisi yang rasanya tak etis untuk diceritakan di sini. Penuh pergumulan juga. Jujur saja, waktu kali pertama mengambil langkah ekstrem itu, sempat juga lama berpikir. Apa mungkin jadi penulis di Indonesia? Kita tahu, bagaimana budaya membaca di negara khatulistiwa ini. Itu butuh 5-6 bulan lho merenunginya. Double serious

Tapi akhirnya, setelah sekian lama pergumulan, kata hati menang. Oktober 2012, aku sudah memantapkan diri menjadi penulis. Dimulai dari coba-coba menulis cerpen hingga menuliskan sebuah novel dan skenario. Banyak-banyak juga belajar dari para penulis profesional yang sudah pakar deh. Dan, sumpah, menjalani itu semua itu tak ringan. Berat, euy. Apalagi sambil mendengarkan kata-kata sindiran dan ejekan orang lain. Untungnya, puji Tuhan, Juni 2013, Tuhan kasih titik cerah buat karir menulisku yang masih bisa dibilang pemula ini. Selain naskah novel diterima, perlahan tapi pasti, mulai bisa mendapatkan uang dari kerja keras sendiri. Tak banyak, tapi tetap saja memuaskan. Kan hasil kerja keras memeras keringat sendiri. He-he-he.

Hingga kini, aku masih tetap konsisten mengejar mimpi untuk menjadi penulis profesional. Masih terus banyak belajar juga. Yah supaya kelak bisa menghasilkan novel-novel yang kelak memenangi penghargaan di bidang kesusastraan. Dan serius nih, aku masih terus kok mengejar mimpi ini. Sampai detik ini, aku belum merasa telah menggapai mimpi yang satu ini. Naskahku saja belum jelas kapan terbitnya. Cerpen-cerpen juga masih menggantung nasibnya; entah diterima, entah ditolak. Rejeki dari menulis lebih sering seretnya, walau masih tetap hidup. Maka dari itu, aku masih tetap terus mengejar mimpi yang satu ini. Akan terus kukejar sampai bisa dipeluk dan tak akan lepas melulu. Ha-ha-ha.

Kalau mimpi yang satu ini bisa terkabul, aku sudah mempunyai daftar mimpi-mimpi lainnya. Seperti ingin bisa jalan-jalan ke beberapa negara, bisa keliling Asia (Mengikuti langkah penulis idolaku, Hans Christian Andersen yang pernah keliling Eropa), lalu bisa turut serta dalam proses pembuatan film hasil kerjasama sineas Jepang dengan Indonesia. Mari kita aminkan. Tak ada yang mustahil kan di dunia ini? ^^

Ah cukup sekian deh postingan ini. Kata sebagian orang, tak baik mengumbar mimpi, apalagi diumbar di dunia maya. Selain bisa bikin orang lain iri (Jika terkabul), bisa jadi bumerang juga. He-he-he. Dah ah. Bye-bye. Mau sibuk mengejar mimpi nih! He-he-he. Ganbarimasu!







22 comments:

  1. Aminnn... sukses, Sob!

    Btw, aku baru aja nonton Pursuing of Happyness. Inspiratif, ya.

    Aku juga lagi ngejar mimpi nih. Tantangan terbesarnya adalah omongan-omongan sekitar, dan pikiran-pikiran buruk dari diri sendiri :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yuk sama-sama semangat mengejar mimpi masing-masing. ^^

      Yup film itu memang inspiratif banget. Karena bahagia itu ternyata sederhana banget. Hahaha

      Delete
  2. keep fighting! makasih udah ikutan yah :D

    ReplyDelete
  3. Ayo sama-sama jadi penulis novel fiksi besar. Eh genrenya apa nih? Takutnya entar jadi saingan. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha.... Aku seringnya nulis romance....

      Delete
  4. Itulah susahnya jadi penulis, butuh perjuangan tapi sekalinya karya lolos puasnya minta ampuuunn! Betul? :D

    ReplyDelete
  5. ada sih hal yang mustahil didunia
    misalnya : masukin pasta gigi yang udah keluar dari tube tapi lewat lubang yang sama :D
    ya udah bro
    semangat ya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Atau air hujan jadi awan lagi. Hahaha

      Delete
  6. gue yakin lo bisa. dengan bakat yang lo punya dan passion, tinggal belajar dari orang2 yang sudah sukses di bidang ini,bentar lagi impian lo akan terwujud

    ReplyDelete
  7. Sukses mimpi jadi penulisnya ya bang! Semoga novelnya jg laris!

    ReplyDelete
  8. Amiiiiiin semuanyaaaaa..... Makasih semuanya... Jadi semangat nih. Hehehe....

    ReplyDelete
  9. hooo kemarin mau komen error terus... masuk ga ya komen kemarin?

    kmrn komennya tentang pengalamanku sih. yg nulis novel 8 tahun sejak kelas 2 SMA tapi novelnya baru 3. ga ada yg namanya keberuntungan tanpa diikuti kerja keras. begitu... semangat!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kayaknya error, hahaha.... Makasih yah... ^^

      Delete
  10. Semoga semua impiannya segera tercapai. Amiiiin..

    Semangat, Bang! ^^

    ReplyDelete
  11. Ternyata menulis gak semudah bayanganku -_- tetep berusaha ngejar mimpi bro!
    Btw aku pernah baca dongengnya om hans, to lupa judulnya.. Dan emang keren

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yah memang nggak mudah, tapi kalau beneran passion lu, nggak bakal bikin bosen. Hahahaha

      Delete

Pembaca yang baik adalah yang sudi mau meninggalkan komentar. ^_^
Nice reader is the one who will leave lot of words in the comment box. ^_^