Wednesday, May 28, 2014

ANOTHER FICTION: Memoar Si Playboy Kelas Berat







Halo, pembaca blog! Hai, para netizen! Maaf lama tak meng-update blog. Akhir-akhir ini, saya begitu sibuk dengan pekerjaan. Kalian tahu kan, yah bisnis online saya berjalan luar biasa, di luar prediksi saya. Ratusan ribu pengunjung mengunjungi online shop Kiseki itu. Jadi, mau tak mau, segala perhatian saya harus ke Kiseki. Blog terabaikan deh. Ha-ha-ha.

Omong-omong, saya sudah pernah berjanji kan, akan mem-posting cerita tersebut. Yah, cerita tentang seorang playboy kelas berat yang sudah memacari puluhan perempuan dengan latar belakang ras yang berbeda-beda; yang kemudian si playboy meninggal dengan tragis. Dia dibunuh salah satu mantannya.

Oke, mungkin banyak dari kalian yang tak percaya. Saya sendiri juga tak percaya awalnya. Ini too good to be true. Dan mungkin setelah saya sudah hampir sebulan setengah tidak meng-update blog, kalian semua menganggap saya hanya berkelakar saja.

Tapi saya tak berbohong. Belum lama ini, adik dari yang bersangkutan -- si playboy -- akhirnya bersedia kisah hidup si playboy dibagikan di blog yang paling tenar sejagad maya ( #DigaplokSejutaBlogger ). And then... inilah dia kisah hidup si playboy kelas berat tersebut. Fresh from the oven. Langsung di-copas mentah-mentah dari e-mail adik si playboy langsung. Check it out!

*****

Pertama, aku akan bilang, kisah ini memang nyata. Tak ada yang dikurangi atau dilebihi sedikit pun. Aku sendiri juga kaget mengapa abangku itu -- sebut saja John, tentu ini bukan nama sebenarnya -- bisa jadi seorang afrodisiak seperti itu. Jadi penggila wanita yang di pikirannya itu hanya selangkangan, selangkangan, dan selangkangan. Padahal semasa dia SMP, abangku itu tak punya pesona. Cenderung culun; apalagi dengan kacamata tebalnya itu. Iya, dulu abangku masih mengenakan kacamata minus empat -- setidaknya sampai SMA. Kelas 2 SMA, dia memutuskan mengenakan soft lens. Penampilannya berubah drastis sejak itulah.

Aku sendiri juga tak tahu pasti mengapa dia langsung mengubah penampilannya sefantastis itu. Tapi mungkin itu semua karena ditolak oleh gebetannya. Gebetannya itu anak dari sekolah lain. Mereka bertemu di sebuah bimbingan belajar yang ada di kawasan Jakarta Barat. Dari cerita abang padaku, aku bisa tahu si gebetan itu ternyata memang seorang putri. Dari fotonya, abangku dan si cewek itu -- kita sebut saja Risah -- bak langit dan bumi. Terlalu timpang. Apalagi dengar-dengar, Risah bisa lima bahasa. Kata abang sih,  Risah menguasai Inggris, Mandarin, Jepang, dan tengah belajar bahasa Perancis. Selain itu, Risah juga jago menggambar dan hobi menyanyikan lagu-lagu klasik. Keahliannya bermain piano juga di atas rata-rata. Itu semua kata abangku. Memang yah, orang yang sedang jatuh cinta akan menjadi seorang stalker lihai. Mata-mata yang mungkin mengalahkan orang-orang dari BIN. Ha-ha-ha.

Mungkin karena itulah juga, bang John begitu terobsesi untuk berubah. Sepertinya penolakan dari Risah membuat pikirannya jadi luar biasa terbuka. Ia jadi memerhatikan soal penampilan yang awalnya lebih sering diabaikannya. Ia juga begitu rajinnya belajar bahasa -- pula belajar memainkan alat musik, terlebih piano. Tak heran, ia cukup fasih menguasai Jepang, Inggris, Jerman, Spanyol, Italia, Perancis, hingga Mandarin. Oh iya, pacar pertamanya itu adalah teman sekolahnya. Sama seperti Risah, pacar pertamanya juga seorang primadona sekolah.

Bang John dan pacar pertamanya itu sukses langgeng hingga dua tahun. Di tengah-tengah itulah, Bang John dengan nakalnya menjalin hubungan dengan perempuan lain. Tak tanggung-tanggung, tiga perempuan sekaligus. Itu semua di luar sepengetahuan pacar pertamanya, karena dilakukan di dunia maya; tentunya dengan menggunakan nama samaran.

Oh yah, maaf yah, aku tak bisa membeberkan siapa nama samaran abangku itu. Tak etis rasanya membeberkan keburukan seseorang yang sudah meninggal. Sebetulnya aku juga tak mau. Andai saja, kamu (Ini maksudnya itu aku, Randy, blogger kesayangan rakyat se-Indonesia) itu bukan sahabat baikku. Tapi nggak mungkin yah. Ha-ha-ha. Tapi kalau kupikir-pikir sekali lagi, tak ada salahnya cerita ini dibagikan. Mungkin para pembaca kelak bisa mengambil pelajaran berharga dari kisah abangku ini.

Eh, sampai dimana kita tadi? Oh, sampai di... abangku yang main mata dengan tiga perempuan, padahal sedang menjalin hubungan dengan seorang perempuan.

Bang John melakukannya dengan rapi sekali. Aku sendiri bingung mengapa bisa sekali memainkan sandiwara menjijikan seperti selama kurang lebih dua tahun. Tapi Bang John selalu bilang, "Santai aja sih." Begitulah jawabannya selama aku bertanya. Namun sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya jatuh juga, bukan? Bang John gegabah. Ia membiarkan pacar pertamanya itu mengintip ke dalam isi laptop-nya. Tentu saja pacarnya marah setengah mati. Dongkol sedongkol-dongkolnya. Mereka putus.

Tapi Bang John tak menyesal. Baginya, justru pengalaman itulah yang menjadi tonggak dari perjalanannya sebagai seorang cassanova. Untungnya juga, tiga perempuan dari tiga negara itu masih berada dalam genggamannya. Ia masih tercatat sebagai kekasih mereka bertiga; tentunya dengan nama yang berbeda pula. Selain dengan tiga perempuan tersebut, Bang John juga sukses mencari pengganti untuk pacar pertamanya. Katanya sih, biar greget, ia harus punya pacar juga di Jakarta. Setidaknya biar bisa merasakan nuansa pacaran secara offline. Begitu katanya.

Aku tak tahu, mungkin ini juga hasil pemikiran ngawurku. Tapi mungkin ada benarnya juga. Kebiasaan main perempuan jadi berimbas kepada kegemaran menenggak minuman beralkohol dan mengonsumsi obat-obatan. Sejak putus itu, Bang John jadi mengakrabi minuman beralkohol dan obat-obatan terlarang. Jadian lagi dengan seorang perempuan peranakan Menado-Cina itu juga karena berjumpa di sebuah diskotek di daerah Kemang.

Setelah berhubungan dengan perempuan yang kita sebut saja Eve itu, entah bagaimana caranya, perlahan tapi pasti, Bang John putus dengan tiga perempuan itu. Tapi ia tak patah arang. Kembali sibuk mencari pengganti dari tiga perempuan itu. Lagi-lagi dari negara yang berbeda-beda pula. Kali ini dari Jepang, Korea, dan India. Sebelumnya itu dari Australia, China, dan Spanyol.

Kalau sebelumnya, ia belum pernah bertemu langsung dengan ketiga perempuan itu. Untuk ketiga perempuan yang baru, semuanya sudah. Dengan cewek Jepang, ia bertemu sewaktu yang bersangkutan berlibur ke Bali. Dengan cewek Korea, itu kala ia berhasil memenangi tiket gratis ke Pulau Nami. Lalu dengan cewek India, nah si cewek itu kebetulan kuliah di Indonesia. Bang John bertemu pertama kali waktu ada event antar kampus. Kampus si cewek India bertandang ke kampus Bang John. Dan gilanya lagi, sekali lagi, ia melakukannya dengan rapi sekali. Tanpa ketahuan perempuan tersebut -- yang ia temui di Kemang.

Tak hanya menjalin hubungan dengan para perempuan dari Australia, China, Spanyol, Jepang, Korea, atau India, Bang John juga pernah menjalin kisah dengan perempuan asal Rusia, Meksiko, Jerman, Belanda, Timur Tengah, hingga Afrika sekalipun. Luar biasa bakat playboy abangku itu. Jangankan pacar-pacarnya itu, aku dan keluarga yang lain tak ada satu pun yang tahu. Aku sendiri tahu setelah membaca sedikit cerita dari perjalanan playboy-nya di buku hariannya -- dengan tambahan informasi dari beberapa mantan yang dengan besar hati datang ke pemakamannya.

Oh,sebetulnya jika para pembaca begitu melek informasi, kasus abangku sempat bikin geger jagad maya. Khususnya untuk masyarakat Amerika Serikat. Bang John sempat tinggal di sana selama lima tahun dan belum pernah balik ke tanah air. Bagi yang tidak tahu (Wajar saja sih, terjadi di negara lain), kalian bisa googling 'a super-cassanova killed tragically by his girlfriend'. Kalian tahu, keyword itu begitu hits di sana.

Intisari dari kasus tersebut: Bang John memang lihai menyembunyikan aksi playboy-nya. Tapi kelihaiannya itu ternyata terbatas. Mungkin oleh karena tangan-tangan tak kelihatan, ia tak sadar telah masuk perangkap barisan sakit hati yang telah ia ciptakan karena aksi playboy tersebut. Bang John tewas diracun oleh sianida.

Maaf, hanya itu yang bisa kusampaikan. Peribahasa itu benar. Sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya ketahuan juga. Pula sebaiknya para lelaki harus mewaspadai kekuatan seorang perempuan. Seorang perempuan yang sakit hati malah memiliki kekuatan dahsyat yang sanggup membunuh lelaki kekar dan lebih tinggi darinya seperti abangku itu. Kecerdasan seorang perempuan, bahkan enam perempuan sekaligus, sungguh luar biasa. Aku sendiri juga belajar untuk tidak mempermainkan hati seorang perempuan.






21 comments:

  1. kalau punya pacar banyak dengan nama samaran seperti itu, suka ketukar gak ya namanya . aku googling ah keyword itu penasaran

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha... Itu nggak ada kok. Ngasal aja. :D

      Delete
  2. Berhubung kisah cinta gue di sma gak ada yg mulus, kayaknya gue bakalan jd playboy pas kuliah hahaha =))
    Percayalah, cewek yg udh curiga itu mengalahkan secret agent

    ReplyDelete
  3. Halo nuel sepertinya kamu bernasib mirip tmnku yg malah sukses jadi pengusaha... Selamat ya dan semoga suksess :D

    ReplyDelete
  4. woah, bang John ini playboy konvensional, hari gini pake buku harian hahahahahaha
    katamu pindah ndek wordpress bang :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Blog yang wordpress tuh khusus buat idol2 Jepang, lix. Hahaha

      Delete
  5. Ya daripada jadi playboy lebih baik jadi cowok yang terbaik.

    Karena cowok playboy pasti dibenci dan memang banyak mengumpulkan dosa karena berbohong dan lainnya yang ga disadari.

    ReplyDelete
  6. itu beneran gak sih?
    aku cari keyword a super-cassanova killed tragically by his girlfriend nggak ada...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahahaha.... Ini cerita fiksi, nggak beneran kejadian. Kan di judulnya udah ditulis kan. =D

      Delete
  7. Hidup Bang John, hidup Playboy #eh

    ReplyDelete
  8. Tragis banget kisahnya.... Untung aku nggak bakat playboy, hahaha....

    ReplyDelete
  9. ada risah, ada john ada Randy, Whatttt?? kenapa namaku tercantum juga? Apa ini kisah nyata bang? :3 dan nama2 itu bukan anggota Freak blog Community kan?? btw untunglah aq belum punya barisan mantan ngohahaahahaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. 100% fiksi. Mohon maaf bila ada kesamaan nama :D

      Delete
  10. bisnis online apaan Bro, kok nggak ngajak ajak?

    ReplyDelete
  11. Diiiih.. Kirain betulan! *uda kesenengan dapet cerita thriller*

    ReplyDelete
  12. Hahahaha judulnya cerita fiksi, tp di dalam ceritanya dibilang cerita nyata. Tp bahaya jg ya ternyata jd playboy, bisa menyebabkan kematian :o

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha.... Tapi cerita model gini banyak lho beredar. Hampir susah ngebedain mana yang beneran fiksi, mana yang bukan. Bahkan di luar negeri juga sama. ^^

      Delete
  13. Btw kalau ngarang fiksi keren juga ya

    ReplyDelete

Pembaca yang baik adalah yang sudi mau meninggalkan komentar. ^_^
Nice reader is the one who will leave lot of words in the comment box. ^_^