Wednesday, August 14, 2013

Apabila Saya Menjadi Presiden...


Selamat ....  (Isi sendiri, menurut saat anda membacanya) !

Perkenalkan nama saya Immanuel Lubis. Saya adalah salah satu kandidat calon presiden di Pemilihan Umum yang akan datang. Saya calon dari independen (Kalau ada), dan jujur saja, jadi presiden merupakan mimpi saya sejak lama, bahkan saat saya masih dalam rahim ibu saya. Sungguh ini mimpi menjadi nyata. Saya sangat berhasrat bisa menjadi presiden. Adapun, jikalau saya terpilih jadi presiden, saya akan melakukan beberapa gebrakan. Berikut akan saya jabarkan satu persatu.

1. Gantung semua koruptor di Monumen Nasional.
Jadi tiap koruptor yang sudah seratus persen terbukti melakukan tindak pidana korupsi, kolusi, dan nepotisme, saya sendiri yang akan menyeret mereka satu persatu ke Monumen Nasional untuk dieksekusi. Mungkin banyak yang memrotes dengan alasan tindakan ini melanggar HAM. Tapi coba kalian semua berpikir. Para koruptor ini sudah banyak sekali melanggar HAM. Aksi mereka merampok uang negara sungguh menghambat kemajuan negara dan bangsa ini. Jadi, MARI KITA GANTUNG SEMUA KORUPTOR! (mode "berapi-api": ON).Tak lupa pula, untuk memiskinkan keluarganya.

2. Nasionalisasikan semua perusahaan asing.
Dari sejak kecil, saya meringis sekali saat diberitahukan guru-guru saya bahwa hampir semua kekayaan alam negeri ini dikuasai pihak asing. Khususnya, minyak dan gas bumi. Geram sekali melihat harga BBM, beras, gas elpiji, dan sumber bahan pokok lainnya yang harganya mencekik leher. Padahal itu seharusnya tak terjadi. Rasa-rasanya tak masuk akal harga semahal itu, tapi sawah, tambang, dan lahannya melimpah ruah dan mudah sekali kita jumpai. Itulah alasan program saya ini. Saya berhasrat sekali menasionalisasikan semua perusahaan asing di Indonesia, terlebih yang menguasai hajat hidup masyarakat banyak. Apabila ini terealisasikan, saya berani jamin harga murah tak lagi berada dalam angan-angan kita semua.

3. Berlakukan kembali Petrus. 
Sungguh, selama ini, saya amat geram dengan beberapa oknum yang mengancam ketertiban, kedamaian, dan kesejahteraan di negara Indonesia ini. Mungkin sudah saatnya Petrus alias Penembak Misterius diberlakukan kembali. Siapapun yang berpotensi membuat onar dan mengganggu keamanan di negeri Indonesia tercinta ini, saya berani jamin, kedepannya, orang-orang seperti itu tak akan ada lagi. Untuk itu, saya mohon sekali kepada para pers untuk tak terlalu menghakimi saya atas program yang satu ini. Ini semua demi kebaikan yang lebih besar.

4. Birokrasi yang memasyarakat. 
Berdasarkan pengalaman dan cerita orang-orang, saya akan mereformasi birokrasi di Indonesia. Saya akan buat, bagaimana caranya, birokrasi di negeri ini harus menjadi bersahaja. Tak ada lagi pungutan liar, terlebih kepada para pengusaha. Dengan demikian, tak ada alasan bagi para pengusaha untuk menaikan gaji buruh ke tingkat yang lebih layak lagi.

5. Memanggil pulang semua tenaga ahli yang berada di luar negeri. 
Negara ini sebetulnya kaya akan tenaga ahli. Tapi kebanyakan dari mereka terlena dengan kehidupan di negara-negara lain. Ini sungguh menyakitkan. Pedih. Maka dari itu, saya akan memaksa mereka untuk segera pulang. Kalau tidak mematuhi, saya akan cabut kewarganegaraan mereka. Jadi mereka akan hidup dengan status stateless. Jika kalian menganggap ini pelanggaran HAM, tentus saja tidak. Program saya ini akan berjalan seiring program lainnya, yaitu merasionalisasikan upah. Saya jamin, upah untuk semua pekerja di Indonesia tidak lagi irasional. Akan saya buat sama seperti upah di negara-negara maju lainnya. Sehingga tak ada alasan lagi bagi mereka yang hidup di negara-negara lain, untuk menolak pulang ke Bumi Pertiwi ini.

Sekian, kampanye saya ini. Saya berharap, kalian semua, para blogger dan netizen berhasrat memilih saya sebagai presiden. Salam blogger (* diucapkan dengan gaya Jeremy Tetty).





Postingan ini diikutsertakan dalam lomba Festik Sulsel Sinjai“Andai Aku Jadi Presiden” Komunitas Blogger Sinjai




FesTIK




KBS